INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: subject="KOMUNIKSAI INTERNASIO...
Hal. Awal Sebelumnya 86 87 88 89 90 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Pengaruh cuci hidung NaCl 0,9% terhadap perbaikan waktu transport mukosilia, skor gejala dan jumlah eosinofil hidung pada pekerja pabrik kayu
By Ayu Citra Resmi ; Riece Hariyati ; Anna Mailasari
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Lingkungan kerja dapat menyebabkan penyakit akibat kerja (PAK). Penyakit saluran pernapasan akibat kerja merupakan 21% penyebab kematian akibat PAK. Bekerja di lingkungan dengan debu kayu menyebabkan inhalasi partikel melalui saluran pernapasan termasuk hidung. Paparan debu kayu dapat menimbulkan keluhan di hidung, gangguan transport mukosilia hidung (TMSH) dan reaksi inflamasi di mukosa cavum nasi. Cuci hidung NaCl 0,9% dianggap dapat memperbaiki TMSH, mengurangi gejala dan mengurango mediator inflamasi di mucosa cavum nasi sehingga PAK terutama pada pekerja pabrik kayu dapat dicegah. Tujuan : Membuktikan pengaruh cuci hidung NaCl 0,9% terhadap perbaikan waktu TMSH, skor gejala dan jumlah eosinofil hidung pada pekerja pabrik kayu. Metode : Penelitian intervensi, pretest and posttest control group design, randomized control trial di pabrik kayu SY pada bulan Januari - Maret 2016. Pekerja yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dihitung waktu TMSH, skor gejala hidung menggunakan SNOT20, dan jumlah eosinofil hidung. Kelompok perlakuan diberi cuci hidung NaCl 0,9% 2x sehari dan selalu menggunakan masker. Kelompok kontrol memakai masker saja. Perlakuan diberikan selama 2 minggu, setelah itu dihitung kembali waktu TMSH, skor gejala SNOT20 dan jumlah eosinofil hidung. Analisis uji komparatif antara kedua kelompok menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil : Subyek penelitian 36 orang pekerja pabrik kayu; 18 perlakuan dan 18 kontrol. Waktu TMSH dan skor gejala hidung setelah perlakuan lebih baik dibanding kontrol (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh pemberian musik terhadap perubahan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah odontektomi pada pasien gigi impaksi
By Dewi Sartika
-- Semarang : FAKULTAS KEDOKTERAN UNDIP, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Efektivitas betahistamine dibanding dimenhidrinate terhadap skor dizziness handicap inventory penderita gangguan vestibuler perifer
By Christin Rony Nayoan ; Muyassaroh ; Zulfikar Naftali
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Gangguan Vestibuler Perifer (GVP) adalah gangguan pada sistem vestibuler perifer dengan gejala pusing berputar (vertigo). Gejala GVP mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dari derajat sedang sampai berat. Penilaian secara objektif terhadap berat ringannya gejala sulit sehingga dikembangkan kuesioner Dizziness Handicap Inventory (DHI). Tujuan terapi GVP kualitas hidup optimal dengan salah satu pilihan terapi simptomatis, obat vestibulo supperessive seperti dimenhidrinate dan betahistine. Tujuan : Membuktikan efektivitas betahistine, dimenhidrinate dan efektivitas betahistine dibanding dimenhidrinate terhadap penurunan skor DHI. Metode : Penelitian intervensi, pretest and posttest control group design, randomized control trial, double blind di Klinik THT-KL, CDC RSUP Dr. Kariadi, RSUD Dr. Soetrasno Rembang pada bulan September 2015 - Juni 2016. Penderita GVP mengisi kuesioner DHI pre test dilanjutkan randomisasi stratifikasi dan diberikan betahistine 12 mg/8 jam atau dimenhidrinate 50 mg/8 jam, double blind. Setelah 2 minggu pemberian obat dilakukan pengisian skor DHI post test. Analisis uji komparatif menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. HAsil : Jumlah subyek penelitian 40 orang; dimenhidrinate 20 orang (45,5%) dan betahistien 24 orang (54,4%). Skor DHI pasca test lebih rendah dibanding pre test pada kelompok dimenhidrinate dan betahistine dengan nilai kemaknaan p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Manajemen Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Kota Semarang
By Lutfi Aulia Rahman
-- Semarang : FAKULTAS KEDOKTERAN UNDIP, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Efektivitas klinis ofloksasin topikal dibanding ciprofloksasin oral pada terapi otitis media supuratif kronik aktif
By Deasy Mediawaty ; Pujo Widodo ; Dian Ayu Ruspita
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : otitis media kronik atau sering disebut Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah otitis media yang berlangsung > 12 minggu. Prevalensi OMSK di seluruh dunia sebanyak 65-330 juta dan 60% di antaranya menderita kurang pendengaran yang signifikan. Angka kejadian OMSK aktif mencapai 3,8% dari pasien THT-KL. Gejala OMSK aktif berupa banyaknya discaj, kurang pendengaran, nyeri, pusing berputar, telinga tidak nyaman. Tanda OMSK aktif berupa discaj di liang telinga, perforasi membran timpani dan gangguan pendengaran. World Health Organisation (WHO) mencanangkan strategi utnuk mengatasi OMSK secara serius berkaitan dengan komplikasi yang dapat disebabkan. Pilihan terapi medikamentosa yang tepat diperlukan untuk mengatasi OMSK aktif. Ofloksasin topikal dan ciprofloksasin oral adalh antibiotik golongan fluorokuinolon yang banyak digunakan. Efektifitas diantaranya dibuktikan dengan perbaikan gejala dan tanda klinis. Tujuan : Membuktikan efektifitas ofloksasin topikal, ciprofloksasin oral dan efektifitas ofloksasin topikal dibanding ciprofloksasin oral terhadap perbaikan gejala dan tanda klinis. Metode : Penelitian intervensi dengan rancangan pretest and posttest control group design, randomized control trial Klinik THT-KLBKIM Semarang pada bulan Juni-Agustus 2016. Penderita OMSK aktif dilakukan anamnesis lalu dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pendengaran dilanjutkan randomisasi. Penderita diberi ofloksasin topikal 10 tetes/12 jam atau ciprofloksasin tablet 500 mg/12 jam per oral. Hari ke 4, 10 dan 14 setelah terapi penderita kontrol. Analisis uji komparatif menggunakan uji parametrik dan non parametrik. Hasil : Jumlah subyek penelitian 108 orang; ofloksasin topikal 54 orang (50%) dan ciprofloksasin oral 54 orang (50%). Gejala dan tanda klinis setelah terapi lebih rendah dibanding sebelum terapi pada kelompok ofloksasin topikal dan ciprofloksasin oral dengan nilai kemaknaan p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
NUTRIRE DIAITA : Jurnal Gizi - Dietetik
-- Jakarta : Universitas Esa Unggul, 2016

Artikel : (1.) Relation between food consumption pattern of risk, fruit and vegetable consumption and heart disease events age of 45-59 years in Sulawesi Island (data Analysis of Riskesdas 2007)/ Muharramah Alifiyanti, Ngadiarti ISkari, Hartati Lilik Sri (2.) Hubungan usia, tingkat pendidikan, status ekonomi, pekerjaan dan asupan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Provinsi Papua dan Papua Barat/ Utami Auliana, Ngadiarti Iskari, Heryawati Tiurma (3.) Pengaruh waktu ekstraksi terhadap mutu bubuk instan biji salak dengan metode spray drying/ Dwi Desi Anggreini, Idrus Jus'at, Hendra Wijaya (4.) Hubungan asupan zat gizi, status gizi, aktivitas fisik, dan gaya hidup terhadap daya tahan kardiorespirotori pada mahasiswa UKM sepakbola Universitas Negeri Lampung tahun 2015/ Calely E. Irdilla, Mury Kuswari, Nuzrina Rachmanida (5.) Hubungan status gizi dan aktivitas fisik terhadap diabetes mellitus pada lansia di Provinsi Kalimantan Barat (Analisis data Riskesdas 2007)/ Widya Dianah, Erry Y. Mulyani, Bahar Herwanti (6.) Hubungan asupan energi, protein dan mineral seng, perilaku hugyene dan sanitasi sumber air terhadap kejadian diare anak gizi kurang usia Sekolah Dasar (10-12 tahun) di Pulau Sumatera (analisis data Riskesdas 2007)/ Aprilianti Vitri, Ngadiarti Iskari, Nuzrina Rachmanida

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Antropologi Forensik: Identifikasi rangka manusia, aplikasi antropologi biologis dalam konteks hukum
By Etty Indriati
-- Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2010

Buku ini terdiri dari 9 bab, menyajikan topik mengenai seluk beluk antropologi forensik identifikasi sisa hayat manusia berupa rangka dalam konteks hukum secara menyeluruh. Adapun pembahasan menekankan pada: deteksi rangka manusia; biologi tulang manusia; gigi geligi manusia; identifikasi ras; umur; seks dan tinggi badan; tulang fetus; rekontruksi raut muka; trauma hungga tafonomi.

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Jurnal Kedokteran Brawijaya
-- Malang : FK UNIBRA, 2016

Artikel : (1) Pengaruh ekstrak pegagan (Centella asiatica) terhadap.../ Syafira Hanum, Mochammad Aris W., Masruroh Rahahyu (2) Ekstrak daging putih semangka (citurulus vulgaris) menurunkan kolesterol total.../ Fany Lairin D, Diana Lyrawati, Setyawati Soeharto (3) Pengaruh pemberian propolis..../ Ria Damayanti, Loeki E Fitri, Mochammad Dalhar

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh vitamin C terhadap peroksidasi lipid, gejala klinik dan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik
By Nancy Liwikasari ; Suprihati ; Farokah
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Masalah tonsilitis kronik sering dijumpai pada anak. Gejala klinik yang muncul berdampak negatif sehingga menurunkan kualitas hidup. Radikal bebas berperan dalam tonsilitis kronik. Potensi kerusakan radikal bebas dibatasi antioksidan. Tujuan : Membuktikan vitamin C menurunkan kadar peroksidasi lipid, memperbaiki gejala klinik dan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik. Material dan Metode : Penelitian Randomized Controlled Trial dengan simple random sampling. Penilaian kadar peroksidasi lipid, gejala klinik dan kualitas hidup dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vitamin C. Subjek penelitian adalah penderita tonsilitis kronik yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Total 51 penderita, 10 drop out dan 41 dianalisis. Kadar peroksidasi lipid pasca terapi kelompok vitamin C (3,41 (0,53-4,65)) tidak berbeda bermakna dibandingkan pra terapi (3,43 (0,39-4,16)) (p=0,237). Skor total gekala klinik dibandingkan paska terapi kelompok vitamin C (14,76+4,43) lebih rendah dibanding pra terapi (20,38+5,25) (p=0,000). Skor total kualitas hidup pasca terapi kelompok vitamin C (65 (52-79)) lebih rendah dibandingkan pra terapi (78 (57-88)) (p=0,000). Kesimpulan : Kadar peroksidasi lipid yang diberikan vitamin C tidak berbeda bermakna dibandingkan tanpa diberikan vitamin C (p=0,237). Gejala klinik dan kualitas hidup yang diberikan vitamin C lebih baik dibandingkan tanpa diberikan vitamin C. Kata kunci : tonsilitis kronis, kadar peroksidasi lipid, gejala klinik, kualitas hidup

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh N-Acetylcystein terhadap kurang pendengaran ototoksik akibat kanamisin pada pasien MDR-TB
By Anton Haryono ; Suprihati ; Muyassaroh
-- Semarang : FK Undip, 2016

Latar belakang : Otoksitosis dapat terjadi pada pasien MDR-TB yang mendapat terapi kanamisin. Pemeriksaan audiometri frekuensi tinggi dapat mendeteksi kurang pendengaran ototoksik. N-acetylcystein (NAC) sebagai antioksidan diharapkan dapat mencegah ototoksik akibat kanamisin. Faktor yang diduga dapat mempengaruhi ototoksik adalah usia, jenis kelamin dan dosis kanamisin. Tujuan : Membuktikan pengaruh NAC terhadap kurang pendengaran ototoksik pada pasien MDR-TB yang mendapat terapi kanamisin. Membuktikan faktor usia, jenis kelamin, dan dosis kanamisisn berpengaruh terhadap otottoksik akibat kanamisin. Metode : Penelitian randomized control sampling (RCT) 28 pasien MDR-TB yang memenuhi kriteria inklusi. Terdiri dari dua kelompok, 14 pasien MDR-TB yang mendapat NAC dan 14 pasien MDR-TB tidak mendapat NAC. Evaluasi dilakukan pemeriksaan audiometri saat baselin, bulan I dan II pemberian kanamisin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil : NAC tidak berpengaruh terhadap kurang pendengaran ototoksik pada pasien MDR-TB yang mendapat terapi kanamisin pada bulan I (p=0,705) maupun bulan II (p=1,000). Jenis kelamin berpengaruh terhadap kurang pendengaran ototoksik akibat kanamisin (p=0,019; CI : 0,224-4,468). Usia dan dosis kanamisin tidak berpengaruh terhadap kurang pendengaran ototoksik akibat kanamisin (p=0,698 dan p=0,418). Simpulan : NAC, faktor usia dan dosis kanamisin tidak berpengaruh terhadap kurang pendengaran ototoksik akibat kanamisin. Jenis kelamin berpengaruh terhadap kurang pendengaran ototoksik. Kata kunci : kurang pendengaran ototoksik, NAC, kanamisin

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 86 87 88 89 90 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?