INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: subject="GELOMBANG - PETA"
Hal. Awal Sebelumnya 26 27 28 29 30 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Pengaruh latihan dasar Aikido terhadap Muscle Strength otot Quadriceps Femoris pada individu lanjut usia sehat
By Finsania Permatasari ; Rudy Handoyo ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar Belakang. Seiring pertambahan usia, penurunan kekuatan otot menjadi salah satu faktor resiko terjadinya jatuh karena akan berpengaruh pada pola jalan dan keseimbangan. Otot Quadriceps femoris merupakan otot yang membantu gerakan berdiri dan berjalan, sehingga kekuatan otot yang baik penting untuk dapat mencegah jatuh pada individu lanjut usia. American Collage of Sport Medicine (ACSM) merekomendasikan latihan kekuatan pada lansia untuk mengatasi masalah jatuh. Tujuan. mengetahui pengaruh latihan dasar Aikido terhadap muscle strength otot Quadriceps femoris pada individu lanjut usia sehat. Metode. Dilakukan penelitian randomized experimental - pre and post test design pada 30 subjek usia 60-70 tahun di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Kariadi Semarang, pada April 2018 - Juni 2018. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok perlakuan mendapat senam rutin 1 x/minggu ditambah latihan dasar Aikido 2 x/minggu. Kelompok kontrol mendapat senam rutin paguyuban lansia 1 x/minggu. Muscle strength otot Quadriceps femoris diukur dengan Push-pull Dynamometer, pada saat sebelum perlakuan dan setelah perlakuan terakhir. Hasil. Rerata muscle strength Quadriceps femoris kanan pada kelompok pelakuan (12,70 ± 1,81 kg), lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (9,77 ± 1,36 kg), p < 0,001. Rerata muscle strength Quadriceps femoris kiri pada kelompok perlakuan (13,50 ± 2,11 kg) lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (10,03 ± 1,34 kg), p < 0,001. Kelompok perlakuan, selisih muscle strength pre dan post perlakuan otot Quadriceps femoris kanan 3,40 ± 0,69 kg dan berbeda bermakna [p < 0.05 (p < 0.001)]; sedangkan pada Quadriceps femoris kiri selisih 3,30 ± 0,62 kg dan berbeda bermakna [p < 0.05 (p < 0.001]). Kelompok kontrol, selisih muscle strength pre dan post perlakuan otot Quadriceps femoris kanan 0,80 ± 0,25 dan berbeda bermakna [p < 0.05 (p < 0.001)]; sedangkan Quadriceps femoris kiri selisih 0,77 ± 0,32 dan berbeda bermakna [p < 0.05 (p < 0.001)]. Simpulan. Rerata peningkatan skor muscle strength otot Quadriceps femoris kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi latihan dasar Aikido dapat meningkatkan muscle strength Quadriceps femoris pada individu lanjut usia sehat. Kata kunci: latihan dasar Aikido, lanjut usia, muscle strength, Quadriceps femoris.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh latihan sirkuit terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung kronik
By Fahmi Syarif ; Tanti Ajoe Kesoema ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2018

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek latihan sirkuit terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung kronik Latar belakang: Jumlah pasien gagal jantung kronik semakin banyak karena semakin majunya penanganan farmakologis dan terapi untuk gagal jantung. Namun demikian, pasien gagal jantung kronik tetap mengalami gejala-gejala dan keluhan yang menurunkan kualitas hidup mereka. Latihan sirkuit merupakan latihan fisik yang menggabungkan latihan resistensi dan aerobik dengan durasi yang lebih pendek dan interval istirahat yang cukup, sehingga diharapkan sesuai untuk pasien gagal jantung kronik dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Metode: Dua puluh enam subyek dialokasikan secara acak ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Kedua kelompok diprogramkan untuk latihan aerobik di rumah sedikitnya 3 kali seminggu selama 1 bulan. Kelompok perlakuan melakukan latihan sirkuit tersupervisi 3 kali seminggu dalam 1 bulan. Evaluasi kualitas hidup kedua kelompok menggunakan HeartQoL. Hasil: Setelah 4 minggu kelompok perlakuan mendapatkan nilai HeartQoL 37,7 ± 3,68 dibandingkan nilai pada kelompok kontrol 33,22 ± 4,84 (p < 0,05), namun tidak ada peningkatan nilai HeartQoL yang bermakna baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Kesimpulan: Latihan sirkuit tidak meningkatkan kualitas hidup pada pasien gagal jantung kronik. Kata kunci: latihan sirkuit, gagal jantung kronik, kualitas hidup

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh penambahan Radial Sock Wave Therapy terhadap spastisitas otot ekstremitas atas (studi pada penderita stroke kronik yang mendapatkan terapi infrared dan latihan peregangan)
By Go, Linda Sugiarto ; Tanti Ajoe Kesoema ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak Spastisitas merupakan masalah yang sering dihadapi dan dapat sangat mengganggu kapasitas fungsional penderita stroke kronik. Metode pengobatan yang paling lazim digunakan untuk mengatasi spastisitas adalah infrared dan latihan peregangan, namun kurang efektif menurunkan spastisitas. Penambahan Radial Shock Wave Therapy diharapkan lebih efektif untuk menurunkan spastisitas pasien stroke kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan penambahan RSWT lebih besar menurunkan spastisitas pasien stroke kronik. Penelitian ini adalah simple randomized controlled pre and post experimental design. Total sampel 30 penderita stroke spastik kronik dengan Modified Asworth Scale 2-3, dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. RSWT 1 kali per minggu pada muscle belly otot fleksor wrist pada ventral lengan bawah, otot intrinsik tangan dan tendon fleksor digitorum, ditambahkan pada terapi infrared dan latihan peregangan pada ekstremitas atas yang diberikan 3 kali per minggu, selama 6 minggu berturut-turut. Tingkat spastisitas diukur dengan menggunakan Tardieu Scale yang mengukur kualitas dan sudut tahanan pada awal dan akhir penelitian. Didapatkan penurunan yang lebih besar secara signifikan (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh latihan sirkuit terhadap kapasitas fungsional paru pasien gagal jantung kronik
By Riana Novita Sari ; Endang Ambarwati ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2018

Latar belakang. Latihan fisik pada pasien dengan gagal jantung kronik dapat meningkatkan kapasitas fungsional paru dan memperbaiki prognosis pasien. Latihan sirkuit merupakan salah satu model latihan fisik yang lebih menguntungkan karena dapat memperbaiki kebugaran kardiorespirasi dan kekuatan otot. Tujuan. Mengetahui efek latihan sirkuit terhadap kapasitas fungsional paru pasien gagal jantung kronik di RSUP Dr. Kariadi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di bagian rehabilitasi RSUP Dr. Kariadi, Jawa Tengah. Subjek terdiri dari 26 pasien dengan gagal jantung kronik stabil, berusia 45-65 tahun yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan latihan sirkuit selama 30 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu. Kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi. Kapasitas fungsional paru dinilai dengan Force Vital Capacity (FVC), dengan CHEST Multi-Functional Spirometer HI-801. Penilaian dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil. Sembilan belas subjek menyelesaikan penelitian tanpa efek samping. Pada kelompok perlakuan, terdapat peningkatan yang bermakna nilai FVC pretest-posttest (p=0,002). Pada kelompok kontrol, tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai FVC pretest-posttest (p=0,912). Terdapat perbedaan yang bermakna pada selisih pretest-posttest nilai FVC pada kelompok latihan sirkuit dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,021). Simpulan. Latihan sirkuit berpengaruh terhadap kapasitas fungsional paru pada pasien gagal jantung kronik. Kata Kunci : Latihan sirkuit, force vital capacity (FVC), spirometer.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh latihan dasar aikido terhadap keseimbangan fungsional pada individu lanjut usia
By Firman Muntaqo ; Lanny Indriastuti ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Tujuan : Mengetahui pengaruh latihan dasar Aikido terhadap keseimbangan fungsional pada lanjut usia. Rancangan : Penelitian randomized experimental - pre and post test design. Subjek : Dua puluh empat partisipan usia 60-70 tahun. Tempat : Ruang Gymnasium Gedung Rehabilitasi Medik RSUP Dr Kariadi Semarang. Waktu : April - Mei 2019. Perlakuan : Latihan dasar Aikido diberikan 2 kali seminggu dengan durasi ± 90 menit persesi selama 6 minggu. Pengukuran hasil utama : Keseimbangan fungsional diukur dengan Berg Balance Scale. Dinilai sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan terakhir. Hasil : Terdapat peningkatan yang signifikan pada keseimbangan fungsional individu lanjut usia pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol. Simpulan : Latihan Dasar Aikido selama 6 minggu dapat meningkatkan keseimbangan fungsional individu lanjut usia. Kata kunci : Latihan dasar Aikido, Aiki Taiso, risiko jatuh, keseimbangan fungsional, lanjut usia, Balance Berg Scale. Lampiran C2

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbedaan efektivitas chair-based exercise dan senam lansia dalam meningkatkan fungsi kardiorespirasi lanjut usia
By Margaretha Kartikawati ; Sri Wahyudati ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang. Pada lansia terjadi penurunan fungsi tubuh antara lain otot, tulang, sendi, sistem kardiovaskular dan respirasi. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan untuk melakukan aktivitas sehingga lansia menjadi rentan mengalami gangguan kesehatan. Untuk mempertahankan fungsi kardiorespirasi, direkomendasikan untuk tetap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Banyaknya lansia yang memiliki keterbatasan melakukan aktivitas weight bearing, sehingga dipikirkan alternatif untuk dapat melakukan latihan dalam posisi duduk. Tujuan. Membuktikan tidak ada perbedaan efektivitas Chair – Based Exercise (CBE) dan Senam Lansia (SL) dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi lanjut usia. Metode. Quasi Experiment Design. 22 subyek lansia dibagi menjadi 2 kelompok, Chair - Based Exercise (CBE) and Senam Lansia (SL). Semua subyek pada kedua kelompok mendapatkan latihan selama 30 menit sehari, 5 kali dalam seminggu selama 6 minggu. Pengukuran uji jalan 6 menit dilakukan untuk memperoleh nilai kebugaran kardiorespirasi. Hasil. Terdapat peningkatan bermakna skor kebugaran kardiorespirasi di akhir perlakuan pada kelompok CBE dan Senam Lansia. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna delta skor kebugaran kardiorespirasi antara kelompok CBE dan SL setelah diberikan perlakuan. Simpulan. Tidak terdapat perbedaan antara CBE dan SL dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi lanjut usia. Kata kunci. Chair – Based Exercise, Senam Lansia, lanjut usia, VO2 maks

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Karakteristik dan manajemen terapi tumor adrenal di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2012-2017
By Leo Fajar Prabowo Hutagalung ; Mohamad Adi Soedarso
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar Belakang: Tumor adrenal merupakan tumor yang sangat jarang dan jumlah sebenarnya yang didiagnosis di Amerika Serikat tidak diketahui dan ditemukan pada satu dari setiap 10 orang yang melakukan sebuah tes pencitraan (seperti CT atau MRI) dari kelenjar adrenal Tujuan : Mengetahui karakteristik dan Manajemen pasien dengan Tumor Adrenal (TA) di RSUP dr. Kariadi dalam rentang tahun 2012 s/d 2017. Metode: Studi retrospektif ini meliputi 10 pasien TA yang dirawat di departemen Bedah sub-bagian Bedah urologi rumah sakit dr. Kariadi Semarang antara Januari 2012 hingga Juli 2017. Jenis kelamin pasien, usia saat kunjungan, ukuran diameter dari benjolan, Hasil PA, rate survival, hipertensi, hiperglikemi dan hipokalemia dianalisis. Manajemen dibagi dalam dua bagian, unresectable dan resectable. Hasil: Karakteristik pasien TA di RSUP kariadi dalam rentang 2012-2017, kami identifikasi sbb : Dari 10 pasien, 7 (70 %) adalah laki-laki, dengan Usia rata-rata adalah 39 tahun (kisaran interkuartil: 4 - 67 tahun). ukuran diameter dari benjolan dengan > 10 cm sebanyak 6 pasien, dan ukuran 4-10 cm sebanyak 4 pasien. Hasil PA terbanyak didapatkan bersifat ganas sebanyak 8 pasien (80%) dengan jenis Adrenal cortical Carcinoma, satu pasien dengan hasil PA jinak ( adrenal cortical adenoma). Rate survival sebesar 40%, dengan 6 pasien yg menjalani terapi meninggal. Pasien dengan hipertensi sebanyak 3 (30 %). Sedangkan pasien dengan kondisi hiperglikemia dan hipokalemia sebanyak 6 (60 %) . Management yang diberikan dibagi dalam 2 bagian besar, unresectable dan resectable. terdapat 3 pasien yang masuk dalam kriteria unresectable, 1 pasien dilakukan biopsi, dan 1 pasien yang dilakukan bulking tumor, dan 1 pasien dilakukan embolisasi. 7 pasien pasien termasuk dalam kelompok resectable, 3 pasien dilanjutkan dengan kemoterapi, 2 pasien dilanjutkan dengan ekstrernal radiasi dan 2 pasien yang meninggal setelah dilakukan operasi. Simpulan: Karakteristik usia usia rata-rata penderita adalah 39 tahun, dengan pria lebih banyak menderita tumor adrenal (70%). pasien advanced case sebanyak 7 pasien. Ukuran diameter dari benjolan dengan > 10 cm sebanyak 6 pasien, dan ukuran 4-10 cm sebanyak 4 pasien. Embolisasi dilakukan berhasil meningkatkan survival rate pada 1 pasien advance, meskipun hasil patologi anatomi adenocorticalcarcinoma. functional case hypercortisol maupun hypocortisol dapat ditangani dengan baik dengan pendekatan multidisiplin. Kata kunci: tumor adrenal, TA, karateristik

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Profil kanker payudara berdasarkan umur dan golongan darah di RSUP Dr. Kariadi Semarang bulan Juli-Desember 2017
By Whilly ; Subiyakto
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: Di Indonesia diperkirakan ada 100 pasien kanker payudara baru yang meningkat untuk setiap 100.000 populasi per tahun, karena beberapa faktor risiko seperti usia menarche, penggunaan kontrasepsi hormonal, status perkawinan, riwayat menyusui, usia menopause, riwayat keluarga. Penelitian ini mengamati profil usia dan golongan darah pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk melihat profil data pasien berdasarkan usia dan golongan darah dengan keganasan payudara di RS Dr.Kariadi. Metode: Retrospektif deskriptif, mengambil data dengan anamnesa dan melakukan pemeriksaan golongan darah pada 80 sampel pasien kanker payudara di semua tahapan. Data dikelompokkan berdasarkan usia 50 tahun. Data pemeriksaan golongan darah dikelompokkan A, B, AB dan O. Hasil: Penelitian ini melibatkan 80 pasien kanker payudara di semua stadium. Dari sampel penelitian didapatkan usia tertinggi pada 35 - 50 tahun 51 orang (63,75%), > 50 tahun 24 orang (30%) dan

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan antara SGOT/SGPT, bilirubin dengan gambaran histopatologis hepar pada neonatus dengan cholestasis jaundices di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2015-2019
By Krisbanu ; Agung Aji Prasetyo
-- Semarang : FK Undip, 2020

LATAR BELAKANG. Atresia bilier merupakan penyakit hati yang ditandai dengan obstruksi dan fibro-obliterasi progresif saluran bilier ekstrahepatik. Sampai saat ini penyebab atresia bilier belum diketahui. Kejadian atresia bilier dilaporkan antara 1:8000 sampai 1:18000 kelahiran hidup.(1,2) Insidensi kejadian neonatus dengan cholestasis tercatat sekitar 1: 2500 kelahiran, walaupun kondisi ini menjadi kriteria ekslusi pada atresia bilier.(3) Kondisi Cholestasis bisa langsung muncul atau terlihat terlambat, tetapi pada keadaan langsung angka kejadiannya sangat jarang, dikarenakan pada anak baru lahir masih terjadi kondisi kuning fisiologis dan terjadi dalam beberapa minggu setelah lahir. TUJUAN. Untuk membuktikan adanya hubungan antara peningkatan kadar SGOT/SGPT, bilirubin dengan gambaran histopatologis sirosis hepatis, terhadap pasien neonatus dengan cholestasis jaundice di RSUP Dr. Kariadi METODE. Jenis penelitian kami adalah crossectional analitik dengan sumber data yang didapatkan dari rekam medis pasien di rumah sakit umum Dr. Kariadi Semarang, data di ambil sejak 2015 sampai dengan desember 2019. Merupakan data sekunder dari rekam medis rawat inap dan rawat jalan serta Hasil Patologi anatomi pasien yang menjalani Porto-enterostomi. HASIL. Penelitian mengambil jumlah sampel sebanyak 22 responden yang sudah terdata dalam rekam medis. Sebanyak 8 dari 22 responden tidak memiliki data profil bilirubin (total, direk, indirek) dan enzim hepar (SGOT/SGPT) yang lengkap. Analisis data dilanjutkan dengan melibatkan 13 responden yang tersisa dengan diagnose atresia bilier berdasarkan USG adalah pada 11 (84,7%) pasien dan atresia bilier dengan sirosis dan tanpa sirosis masing-masing adalah 6 (46,2%) dan 5 (38,5%). Hasil uji statistik Fisher Exact Test didapatkan hubungan yang bermakna antara kelompok status indirek, serta hubungan yang tidak bermakna antara kelompok status bilirubin total, Direk, SGOT, dan SGPT terhadap Sirosis Hepatis dengan p-value berturut-turut adalah 0,080 ; 0,015 ; 0,242 ; 0,545 dan 0,242. SIMPULAN. Kadar bilirubin indirek diatas 2,97 mg/dL memiliki risiko kemungkinan terjadi atresia bilier dengan sirosis hepatis sebesar 6,000 kali dalam rentang 1,003 hingga 35,908 kali lebih besar bila dibandingkan dengan kelompok sebaliknya. KATA KUNCI. Cholestasis jaundice, SGOT/SGPT, Bilirubin, Sirosis Hepatis

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Insidensi infeksi luka operasi tulang belakang pada operasi bedah saraf selama bulan Januari-Desember 2017 di RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
By Deviana Restu Rerung ; Agung Aji Prasetyo ; Erie BPS Andar
-- Semarang : FK Undip, 2020

Pendahuluan: Infeksi Luka Operasi (ILO) sebagai penyebab substansial morbiditas, rawat inap berkepanjangan dan kematian. Jenis prosedur bedah rawat inap yang paling umum adalah prosedur bedah saraf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan insidensi infeksi luka operasi (ILO) dalam prosedur bedah saraf dan menentukan agen etiologi yang paling umum dari infeksi luka operasi di Rumah Sakit Umum Kariadi periode Januari hingga Desember 2017. Metode: Ini adalah penelitian deskriptif-retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang menjalani intervensi bedah saraf di Rumah Sakit Umum Kariadi antara 1 Januari - 31 Desember 2017. Semua responden dengan prosedur bedah saraf yang memenuhi kriteria National Nosocomial Infections Surveillance (NNIS) dari insisi superfisial dan kriteria Hulton dimasukkan. Hasil: Sebanyak 196 pasien menjalani prosedur bedah saraf selama antara 1 Januari - 31 Desember 2017. Dari jumlah tersebut, 15 kasus (7,65%) mengalami infeksi di tempat bedah. Ada 6 kasus wanita dan 9 kasus pria (2: 3). Tingkat kejadian tertinggi adalah pada kelompok usia tua (45-65 tahun). Dalam studi mikrobiologi, kami menemukan beberapa bakteri seperti Acinetobacter baumannii 2 kasus (13,3%), Escherichia coli 4 kasus (26,6%), kasus Enterococcus faecalis 1 (6,6%), kasus Proteus mirabilis 1 (6,6%) ), tanpa bakteri 6 kasus (40%) dan 1 tidak teridentifikasi (6,6%). Diskusi: Infeksi luka operasi sering dan komplikasi serius dari prosedur bedah dan tetap menjadi masalah utama untuk keselamatan pasien. Beberapa prediktor independen ILO umumnya pada orang tua, termasuk kondisi komorbiditas, variabel perioperatif dan faktor sosial ekonomi. Dalam analisis agen etiologi infeksi dalam penelitian ini adalah Escherichia coli. Menurut literatur bahwa patogen yang bertanggung jawab di sebagian besar ILO berasal dari flora endogen pasien, di samping sumber daya eksogen. Penting untuk mengikuti pedoman berbasis bukti untuk pencegahan ILO, mulai dari prosedur pra operasi, perioperatif, dan pasca operasi. Kesimpulan: Kami menemukan 15 kasus infeksi di tempat bedah dalam prosedur bedah saraf dalam periode 1 tahun. Banyak faktor yang terkait dengan pasien dan prosedur yang memengaruhi risiko, dan itu membutuhkan pendekatan komprehensif untuk mencegah kejadian ILO Kata kunci: infeksi luka operasi bedah saraf, infeksi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 26 27 28 29 30 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?