INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 2368 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 131 132 133 134 135 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Analisis Bawah Permukaan Daerah Rembesan Minyak Pada Kawasan Manifestasi Panas Bumi Sangubanyu Menggunakan Metode HVSR
By Udi Harmoko ; Gatot Yuliyanto ; FATMA
-- Semarang : Magister Energi, 2020

Kawasan manifestasi panas bumi Sangubanyu yang terletak di Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah selain memiliki mata air panas juga terdapat rembesan minyak yang saling berdekatan. Rembesan minyak bumi yang terjadi di Sangubanyu telah diketahui kemunculannya sejak tahun 1971 dan masih menghasilkan rembesan minyak hingga sekarang. Pada daerah penelitian ditemukan dua titik rembesan minyak bumi dan untuk mengetahui penyebab terjadinya rembesan diperlukan analisis bawah permukaan dengan melakukan perekaman data mikrotremor di 63 titik. Metode HVSR adalah metode yang digunakan untuk mengolah data mikrotremor, dengan demikian didapatkan nilai Kecepatan gelombang kompresi (Vp), Kecepatan gelombang geser(Vs) dan ratio Vp/Vs. Melalui interpretasi sebaran nilai Vp dan Vs ditemukan adanya dua sesar normal berarah barat laut-tenggara dan barat daya-timur laut. Dipredikasi kedua patahan yang saling memotong ini membentuk porositas sekunder dan meningkatkan permeabilitas sehingga menjadi jalur migrasi munculnya miyak ke permukaan. Nilai Vp 0-350 m/s ialah lapisan soil dengan ketebalan 1-30 m, lapisan berikutnya dengan Vp 300-700 m/s yaitu weatherd layer dengan ketebalan mencapai 2-170 meter, lalu sand-gravel (saturated) dengan Vp 700-1500 m/s ketebalan 10-110 meter diinterpretasikan sebagai breksi vulkanik tersaturasi, lapisan selanjutnya ialah sand (saturated) dengan nilai Vp 1500-2200 m/s dengan ketebalan 10-180 m, dan lapisan terakhir ialah clay atau lempung dengan Vp >2.200 dengan prediksi ketebalan yang tidak diketahui. Vs berkisar 0-175 m/s berupa tanah lunak ketebalan sekitar 1-38 m, nilai Vs 175-350 m/s berupa tanah sedang dengan ketebalan sekitar 2-170 m, nilai Vs 350-750 m/s berupa tanah padat dan batuan lunak dengan ketebalan 7 hingga 142 m, nilai Vs berkisar dari 750-1500 m/s dengan ketebalan 80 sampai 181 m ialah berupa batuan, dan terakhir batuan keras dengan nilai Vs lebih dari 1500 m/s dengan ketebalan tak terditeksi. Kata kunci: Manifestasi panas bumi, Rembesan minyak bumi, Mikrotremor, HVSR, Sangubanyu, Kecepatan gelombang kompresi, Kecepatan gelombang geser, Vp/Vs

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Perencanaan Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Tabang, Kalimantan Timur dengan Prinsip Tekno-Ekonomi
By Jaka Windarta ; Singgih Saptadi ; ZAKIR, Lauhil Machfudz
-- Semarang : Magister Energi, 2020

Kebutuhan energi listrik semakin tahun semakin meningkat, mengakibatkan bertambahnya penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang ketersediaanya semakin menipis. Hal ini yang menjadi alasan berkembangnya energi baru terbarukan.Menurut data yang diterbitkan pemerintah RUEN bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi energi air dan matahari sebesar 13.479 MW. Pada penelitian ini membahas analisis tekno-ekonomi perencanaan pemanfaatan PLTA (reservoir) di Tabang, Kalimantan Timur Dari sisi teknis menganalisis perencanaan desain PLTA yang cocok dengan kondisi sungai belayan. Dari sisi ekonomi menganalisis kelayakan proyek PLTA melalui biaya investasi beserta arus kas hingga umur ekonomis proyek, menggunakan beberapa metode, yaitu Net Present Value (NPV), Payback Period (PBP), Benefit Even Point (BEP), Benefit–Cost Ratio (B-CR), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil analisa teknis dengan debit andal Q(40%) menghasilkan daya output sebesar 278,2 MW dengan 4 generator, daya kemudian ditransmisikan ke Gardu Induk Kembang Janggut dengan jarak ±70 km. Biaya investasi yang dikeluarkan pada perencanaan pembangunan unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tabang di Kalimantan Timur adalah Rp3.139.926.930.505,00. Nilai bersih sekarang (NPV) PLTA di Tabang bernilai postif (NPV>0) yaitu sebesar Rp1.696.092.599.142,00 dengan periode pengembalian modal (PBP) lebih dari umur ekonomisnya yaitu 8,4 tahun. Titik impas antara pengeluaran dan pendapatan proyek yaitu 14,8 tahun (BEP1) yaitu sebesar 1,195. Laju pengembalian internal (IRR) atau nilai bersih investasi saat ini sama dengan nol pada tingkat suku bunga ke 15,88%. Hasil tersebut menunjukan rencana pembangunan unit PLTA Tabang di Kalimantan Timur secara ekonomi layak untuk dilaksanakan. Kata kunci: PLTA, analisa kelayakan proyek, metode kelayakan investasi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Evaluasi Program Pengendalian Tuberculosis di Wilayah Kerja Puskesmas (Studi di Kota Ambon)
By Soeharyo Hadisaputro ; PARERA, Lodri ; Djoko Tri Hadi Lukmono
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang. Program pengendalian tuberkulosis sudah dilaksanakan pada masing-masing puskesmas di kota Ambon namun penurunan prevalensi tidak cukup cepat sesuai yang ditargetkan masih saja terdapat kasus TB yang tinggi dan terdapat perbedaan atau disparitas angka CDR antara puskesmas dengan CDR tertinggi dengan puskesmas dengan CDR terendah. Tujuan:Mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian tuberculosis terhadap Case Detection Ratedi wilayah kerja puskesmas Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan observasional ditunjang dengan penelitiaan kualitatif. Sampel adalah pemegang program dan petugas laboratorium TB di Puskesmas Kota Ambon, berjumlah 44 reponden.. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan hasil analisis diuraikan dalam bentuk narasi dan dibandingkan case datection rate. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program penemuan kasus, pengobatan pasien TB dan promosi kesehatan dilakukan 100% oleh responden di puskesmas.Program pemeriksaan sputum dilakukan dengan baik oleh 18 (81,8%) responden petugas laboratorium TB. Hal ini terkait dengan suspek TB tidak mengembalikan pot dahak ke puskesmas. Petugas program TB dan petugas laboratorium memiliki tugas rangkap, kondisi demografi yang jauh dan sulit di jangkau dengan kendaraan. Pemilihan tempat untuk kegitatan promosis TB dan lokasi puskesmas yang jauh dari tempat tinggal masyarakat. kondisi laboratorium yang kecil dan harusnya terpisah untuk TB. Sputum yang di berikan petugas pemegang program kepada petugas laboratorium juga kualitasnya kurang baik. Kesimpulan : Pelaksanaan program pengendalian TB sudah berjalan dengan baik namun terdapat kendala yaitu tidak dikembalikannya pot dahak, demografi, ada yang berobat di fasilitas kesehatan yang lain, ruangan laboratorium yang kurang memadai serta kualitas sputum yang kurang baik. Kata Kunci : Evaluasi program, tuberkulosis

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Antenatal Care pada Ibu Hamil Trimester III (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Kota Semarang)
By PERMATASARI, Diana ; Bagoes Widjanarko ; Suhartono
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang :Antenatal Care (ANC) sebagai salah satu upaya pencegahan awal faktor awal risiko kehamilan.Kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal sangat penting untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan janin terutama untuk ibu hamil yang sudah memasuki usia kandungan trimester III. Dari studi yang dilakukan sebelumnya didapatkan ibu hamil yang mengetahui tentang kehamilan dan tanda bahaya kehamilan sebanyak 4 orang (40%), sedangkan berdasarkan catatan buku KMS ibu yang rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 6 orang (60%) Tujuan :untuk membuktikan usia, pekerjaan, paritas, tingkat pengetahuan ibu tentang kehamilan,sikap, persepsi ibu tentang kualitas pelayanan ANC, keterjangkauan waktu ibu serta dukungan suami/keluarga sebagai faktor yangberhubungan dengan ketidakpatuhan antenatal care pada ibu hamil trimester III. Metode :Penelitian ini observasional analitik dengan menggunakandesain Studi cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 98 ibu hamil Trimester III di Wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Semarang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk pengecekan buku KIA. Analisis data menggunakan uji bivariat dan multivariat. Hasil: Secara analisis bivariat variabel yang terbukti berhubungan dengan ketidakpatuhan ANC pada ibu hamil trimester III adalah tingkat pengetahuan ibu tentang kehamilan, persepsi ibu tentang kualitas pelayanan ANC dan dukungan suami/keluarga. Sedangkan berdasarkan analisis multivariat paling dominan berhubungan dengan ketidakpatuhan ANC pada ibu hamil trimester III faktor persepsi ibu terhadap kualitas pelayanan ANC dengan memiliki propabilitas untuk tidak patuh melakukan Antenatal Care adalah sebesar 93,1%. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling dominan berhubungan dengan ketidakpatuhan ANC pada ibu hamil trimester III faktor persepsi ibu terhadap kualitas pelayanan ANC. Diharapkan adanya peningkatan kualitas pelayanan daya tanggap yaitu dengan memperbaiki prosedur pelayanan (sistemika proses penyerahan berkas dari loket ke poli KIA) dan mempertimbangkan proporsi ketersediaan personalia Bidan. Kata Kunci:Antenatal Care (ANC), ketidakpatuhan, Ibu Hamil Trimester III

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Risiko Kegemukan (Overweight) pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Kontrol di Kabupaten Tegal)
By MURTAFI'AH, Anni ; Apoina Kartini ; Bagoes Widjanarko
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang : Penggunaan gadget secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap kesehatan, anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang rutin dalam aktifitas sehari – hari, dalam hal ini sering kali anak – anak lebih memilih bermain gadget sehingga menyebabkan anak-anak menjadi malas bergerak dan beraktifitas.Berdasarkan data profil kesehatan kabupaten Tegal, memperlihatkan persentase jumlah anak usia dini yang mengalami kegemukan (overweight ) sebesar 2,38%. Atas dasar hal tersebut maka peneliti akan melakukan penelitian tentang “Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Risiko Kegemukan (Overweight) Pada Anak Usia Dini”. Tujuan: Mengetahui Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Risiko Kegemukan (Overweight) Pada Anak Usia Dini. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus kontrol. Jumlah responden sebanyak 70 responden, terdiri 35 kasus dan 35 kontrol. Variabel independen penelitian adalah penggunaan gadget. Variabel dependen adalah risiko kegemukan (overweight). Analisis secara bivariat dan multivariat. Hasil : Durasi penggunaan gadget lama p= 0,018 (OR=3,580; 95%CI =1,249-10,265) dan frekuensi tinggi p= 0,08 (OR=4.354; 95%CI =1,462-12,961)terbukti memiliki hubungan bermakna berpengaruh terhadap risiko kegemukan (overweight) Simpulan : Penggunaan gadget memiliki hubungan bermakna dengan risiko kegemukan (overweight). Kata Kunci : Gadget, Kegemukan, Durasi, Frekuensi, Anak Usia Dini

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis di Kabupaten Temanggung
By KHAYATI, Diena Nur ; Sakundarno Adi ; Suhartono
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit dengan potensi fatalitas yang cukup tinggi. Angka fatalitas kasus DBD dapat mencapai lebih dari 20%. Kabupaten Temanggung menggunakan acuan target IR dari RPJMD yaitu 20/100.000 penduduk, sehingga praktis selama 3 tahun terakhir IR Kabupaten Temanggung belum mencapai target. Faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit demam berdarah dengue, antara lain: faktor host, faktor lingkungan, kondisi demografi, jenis nyamuk sebagai vektor, dan faktor agen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian DBD di daerah endemis di Kabupaten Temanggung. Metode: Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan menggunakan desain case-control. Variabel yang diteliti adalah kepadatan rumah, kebiasaan menguras TPA, CI, MI, pola penampungan sampah anorganik, dan keberadaan TPA umum. Pengambilan sampel dengan stratified random sampling kemudian dilakukan total sampling dengan acuan minimal sampel terpenuhi dan kriteria inklusi dan ekslusi dengan perbandingan 1:1, sehingga didapatkan 60 kasus dan 60 kontrol. Uji yang dilakukan yaitu bivariat dengan Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian DBD di daerah endemis di Kabupaten Temanggung adalah Kebiasaan menguras TPA (OR 6,3; 95% CI 2,613-15,103; p value 0,001) dan CI (OR 4;95% CI 1,740-9,288; p value 0,001). Simpulan: Kebiasaan menguras TPA dan CI merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian DBD di daerah endemis di Kabupaten Temanggung dengan probabilitas sebesar 86,2%. Kata kunci: DBD, Menguras TPA, CI, Sampah Anorganik, TPA Umum

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor Risiko Kejadian Kanker Serviks pada Wanita Usia >35 Tahun (Studi pada RSUP Dr. Kariadi Semarang)
By PRANITIA, Rainta ; Syarief Taufik h ; M. Sakundarno Adi
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang : Kanker serviks merupakan jenis kanker kedua terbanyak pada wanita. Angka kejadian kanker serviks mengalami peningkatan setiap tahun, setidaknya ada 15.000 kasus kanker serviks setiap tahun di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor risiko kejadian kanker serviks pada wanita usia >35 tahun. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan desain kasus kontrol. Populasi studi adalah wanita berusia >35 tahun yang tercatat di poli obgyn rumah sakit umum pusat dr. Kariadi. Sampel penelitian sebanyak 82 orang terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pendidikan, riwayat pekerjaan, usia pertama berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual, riwayat melahirkan, riwayat merokok, riwayat paparan asap rokok, riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal, riwayat douching, riwayat keluarga. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat dengan regresi logistik Hasil Penelitian : Variabel yang terbukti merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks pada wanita usia >35 tahun di rumah sakit umum pusat dr. Kariadi adalah usia pertama berhubungan seksual 35 tahun dengan probabilitas sebesar 89% Kata kunci : Kanker Serviks >35 Tahun, Paparan Asap Rokok, Kontrasepsi Hormonal, Usia Pertama Berhubungan Seksual, Jumlah Pasangan Seksual, Wanita >35 Tahun

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Optimasi Kualitas Citra Radiografi Abdomen Berdasrkan Body Mass Index dan Tegangan Tabung pada Computed Radiography
By ROSIDAH, Siti ; Ari Suwondo ; M. Sakundarno Adi
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang : Computed Radiography merupakan modalitas pengolahan citra radiografi yang memiliki latitude eksposi yang lebar. Sehingga dalam pemeriksaan radiografi dengan modalitas CR kurang memperhatikan ketepatan faktor eksposi khusunya pada pemakaian tegangan tabung yang dapat mempengaruhi kualitas citra. Kualitas citra sangat menentukan ketepatan diagnosa suatu penyakit. Pemeriksaan daerah abdomen sering dilakukan di instalasi radiologi RS, dengan kondisi pasien yang berbeda khususnya di Body Mass Index pemakaian tegangan tabung cenderung bervariasi sehingga berpengaruh terhadap kualitas radiograf maupun dosis yang diterima pasien Tujuan : Mengetahui hubungan pemakaian tegangan tabung dengan kualitas radiograf serta menentukan tegangan tabung yang tepat pada setiap kelompok Body Mass Index. Metode :Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitiancross sectional. Sampel pada penelitian berjumlah 108 yang terdistribusi pada setiap kelompok Body mass Index (underweight, normal, overweight) masing masing 36 sampel. Setiap kelompok body mass index sampel diambil dari pemakaian tegangan tabung yang sering digunakan di RS 75 kV, 80kV, 85 kV dan 90 kV masing masing sebanyak 9. Penilaian meliputi nilai index exposure, Noise dan informasi anatomi. Analisis data secara statistik dengan uji spearman dan analisis dari uji univariat Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pemakaian tegangan tabung dengan Exposure index, noise dan citra anatomi. Kesimpulan : Tegangan tabung optimun dengan pengolahan digital computed radiography carestream pada 25mAs untuk Body Mass index Underweight 75 kV, BMI normal 80 kV dan BMI overweight 85 kV Kata Kunci : Computed radiography, tegangan tabung, Body Mass Index

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Edukasi Menggosok Gigi dengan Media Permainan Dakon Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Status Kebersihan Gigi dan Mulut (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Krasak Magelang)
By LUSEPSIANA, Rima ; Ari Suwondo ; Bedjo Santoso
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar Belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 – 2018 mengalami peningkatan cara menggosok gigi yang baik dan benar 0,5%, kemudian ada beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut di desa Gejiwan paling tertinggi adalah karies sebesar 48,7% , Keadaan ini menyebabkan perlu ditingkatkan program edukasi pada anak usia dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut dengan cara sikat gigi karena hal ini masih jauh dari yg dharapkan. Salah satu Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang menggosok gigi serta memelihara kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini, salah satunya dapat dilakukan dengan media permainan dakon. Hal ini dikarenakan karakterisrik anak sebagai pembelajar yang aktif dan imajinasi tinggi maka dapat berkembang dan belajar dengan baik melalui kegiatan bermain. Permainan dakon ini sebagai salah satu alternative media permainan edukatif. Dengan media dakon ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada anak mengenai menggosok gigi serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan : Untuk menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap dan ketrampilan masyarakat yang diberikan penyuluhan dengan metode demonstrasi dan permainan dakon. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest control group design. Samplepenelitian ini mengunakan teknik Purposive sampling teridiri dari kelompok I danKelompok II dimulai degan pengisian kuisioner untuk mengetahui pengetahuan,sikap, dan ketrampilan masyarakat tentang kebersihan gigi dan mulut, denganmengunakan pre test sebelum pendidikan kebersihan gigi dan mulut denganmetode Demonstrasi dan permainan dakonserta post test sesudah penyuluhan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, disertai pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut masyarakat. Analisa data mengunakan uji statistik Hasil: Pengetahuan demonstrasi meningkat 25%, Pengetahuan permainan dakon meningkat 20%, Sikap demonstrasi meningkat 30%, Sikap permainan dakon meningkat 25%, Keyakinan demonstrasi meningkat 20%, Keyakinan permainan dakon meningkat 23%, OHIS pada demonstrasi menurun dari 3,00-1,33, OHI-S pada permainan dakon menurun dari 3,67-2,50 (p-value) paried sample t-test 0,000 (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill) dan Sediaan Nanopartikelnya secara In Vivo: Studi Eksperimental pada Tikus Putih Jantan Wistar
By SARI, Dewi Puspito ; Dwi Sutiningsih ; Mochammad Hadi
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2019

Latar belakang: Hasil Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi di Provinsi Jambi sebesar 24,6%. Tahun 2016 hipertensi primer di Kabupaten Sarolangun menempati posisi kedua setelah ISPA sebesar 25,3%. Kebiasaan masyarakat Melayu menggunakan daun alpukat (Persea americana Mill) sebagai antihipertensi dari pada obat modern perlu dibuktikan melalui penelitian tentang perbedaan efektifitas antihipertensi obat modern Furosemide, ekstrak daun P. americana Mill dan sediaan nanopartikelnya secara in vivo untuk menurunkan Tekanan Darah Sistol (TDS) dan Tekanan Darah Distol (TDD) dan meningkatkan volume urin. Tujuan: Penelitian ini untuk membuktikan perbedaan efektifitas obat modern Furosemide, ekstrak daun P. americana Mill dan sediaan nanopartikelnya secara in vivo sebagai antihipertensimelalui aktivitas antihipertensi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post-test dengan 6 kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol positif furosemide, kontrol negatif induksi NaCl 16%, ekstrak, nanopartikel ekstrak, dan nanopartikel kitosan dengan dosis 100 mg/kg berat badan. Jumlah sampel adalah 24 ekor tikus putih jantan Wistar. Hasil: Uji one-way anova menunjukkansignifikan (p=0,000) antara kelompok TDS, uji pos hoc Tamhane’s menunjukkan nanopartikel ekstrak berukuran 875 nm lebih efektif menurunkan TDS dan TDD dari pada Furosemide, sediaan ekstrak dan nanopartikel kitosan. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan signifikan antara kelompok TDD (p=0,03), dan peningkatan volume urin (p=0,02). Nilai Indeks Aktivitas Diuretik (IAD) menunjukkan nanopartikel ekstrak memiliki aktivitas diuretik tertinggi, sementara nanopartikel kitosan berukuran 73.8 nm lebih spesifik sebagai ACE inhibitor. Simpulan:Ekstrak daun P.americana Mill, sediaan nanopartikelnya dan nanopartikel kitosan lebih efektif menurunkan TDS dan TDD dibandingkan Furosemide, nanopartikel ekstrak merupakan sediaan paling efektif sebagai antihipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, ekstrak Persea americana Mill, Nanopartikel, TDS dan TDD, diuretik.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 131 132 133 134 135 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?