INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 2368 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 126 127 128 129 130 Berikutnya Hal. Akhir
cover
The Spatial Analysis of Assalaya Sugarcane Factory Wastewater in Assalaya District, Sudan: Its Consequence on Water Quality and Human Health
By Purwanto ; Henna Rya Sunoko ; KHAIR, Amar Sharaf Eldin
-- : ,

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Karakteristik Sistem Panas Bumi di Daerah Pesanggrahan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang Berdasarkan Analisis Geologi dan Geokimia
By SULISTYANTO, Rakhmadi ; Udi Harmoko ; Gatot Yuliyanto
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Lokasi penelitian yaitu daerah Pesanggrahan terletak di Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang pada koordinat geografis 7°5'00"00 S - 7°7'30"00 S, dan 109°56'00"E-109°58'30"E, dengan luas daerah penelitian sekitar 25 Km² yang secara fisografi regional termasuk zona pegunungan Serayu Utara. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik geologi dan geokimia serta model konseptual sistem panas bumi daerah tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif yaitu analisis geologi dan analisis geokimia. Sampel fluida geokimia yang diambil selain manifestasi mata air panas di Pesanggrahan juga diambil sampel air panas di Kawah Sibanteng dan Kawah Sileri untuk mengetahui hubungan keterkaitan dengan sistem panas bumi daerah geothermal Dieng. Hasil penelitian menunjukkan secara geologi dibagi menjadi dua satuan geomorfologi, yaitu satuan geomorfologi perbukitan berlereng terjal dan satuan geomorfologi perbukitan berlereng landai dengan pola pengaliran paralel dan sub paralel. Stratigrafi satuan batuan pada daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda, yaitu: satuan breksi andesit, satuan breksi tuff dan satuan batupasir tuff. Berdasarkan karakteristik geokimia fluida dari manifestasi dan sebarannya dapat diinterpretasikan bahwa pada daerah penelitian yaitu daerah mata air panas Pesanggrahan merupakan zona outflow dengan dicirikan oleh air bikarbonat-klorida, pH relatif netral, konsentrasi klorida (Cl) yang besar, rasio B/Li dan NH4/B yang kecil, rasio Na/K, Na/Ca, Mg/Ca, Cl/SO4, HCO3/SO4, dan Na/Mg yang besar. Sedangkan daerah kawah Sibanteng dan kawah Sileri Dieng termasuk zona upflow yang dicirikan oleh air sulfat untuk kawah Sibanteng, air bikarbonat-sulfida untuk kawah Sileri, pH yang relatif asam, konsentrasi klorida (Cl) yang besar, rasio B/Li dan dan NH4/B yang besar, rasio Na/K, Na/Ca, Mg/Ca, Cl/SO4, HCO3/SO4, dan Na/Mg yang kecil. Lingkungan asal fluida panas bumi Pesanggrahan diduga berasal dari reservoir dan batuan sumber yang sama yaitu dari proses vulkanik magmatik batuan ultramafik yang dinterpretasi dari rasio geokimia B/Cl dan diagram segitiga Cl – Li – B. Berdasarkan analisis sampel isotop stabil yang terdapat dalam air panas bumi, sumber fluida panas bumi mata air panas Pesanggrahan, kawah Sibanteng dan Sileri diduga berasal dari air meteorik yang berinteraksi dengan fluida hidrothermal. Estimasi temperatur berdasarkan geotermometer Na-K-Mg, mata air panas Pesanggrahan menghasilkan temperatur reservoir dengan kisaran sekitar 50-100°C, kawah Sileri sekitar 160-180°C, dan kawah Sibanteng sekitar 140150°C. Model konseptual sistem panas bumi daerah Pesanggrahan termasuk dalam sistem panas bumi yang berasosiasi dengan sistem vulkanik dan sistem panas bumi dominasi air berelief tinggi. Kata Kunci: sistem panas bumi Pesanggrahan, manifestasi air panas, geokimia fluida, isotop, geotermometer

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Kebutuhan Energi pada Proses Produksi Bahan Bakar dari Limbah Polyethylene dan Biaya Proses Produksinya
By Widayat ; ISTOTO, Enggar Hero ; Singgih Saptadi
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Penelitian ini membahas tentang analisis kebutuhan energi pada proses produksi bahan bakar dari limbah polyethylene dan biaya proses produksinya. Analisis kebutuhan energi diambil dari data konsumsi listrik dan konsumsi gas selama proses pirolisis dan biaya proses produksi diambil dari data biaya yang dikeluarkan selama proses penelitian dan pirolisis berlangsung. Produk yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan metode GC-MS dan perhitungan biaya proses produksi diolah dengan menggunakan software excel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode analisis GC-MS dan analisis kuantitatif dengan menggunakan software excel yang selanjutnya divalidasi dengan menggunakan benchmark. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kebutuhan energi total dalam satuan Btu selama proses pirolisis pada kelompok pengolahan limbah plastik polyethylene tanpa katalis sebesar 5.350,492 Btu/Kg dan pada kelompok menggunakan katalis Al2O3 + Pasir Silika sebesar 3.915,282 Btu/Kg. Biaya proses produksi (cost of production process) produksi bahan bakar dari limbah plastik polyethylene selama proses pirolisis tanpa katalis sebesar Rp 9.707,00 per liter dan pada kelompok menggunakan katalis Al2O3 + Pasir Silika sebesar Rp 9.647,00 per liter. Kelompok pengolahan limbah plastik polyethylene tanpa katalis rata-rata menghasilkan 3,276 Liter per 3 Kg atau 1,092 Liter/Kg sedangkan kelompok menggunakan katalis Al2O3 + Pasir Silika rata-rata menghasilkan 3,506 Liter per 3 Kg atau 1,168 Liter/Kg. Jenis produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa produk fraksi bensin (C5-C12), fraksi diesel (C13-C20), fraksi minyak berat (>C20), fraksi gas (C1-C4), dan residu. Kata kunci: Kebutuhan energi; Biaya proses produksi; Bahan bakar, Polyethylene, GC-MS.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pemodelan Tiga Dimensi Area Manifestasi Panas Bumi Sangu Banyu Berdasarkan Data Mikrotremor
By Udi Harmoko ; Gatot Yuliyanto ; SUDJONO, Dwi Sudarmawan
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan model tiga dimensi sebaran nilai kecepatan gelombang P (VP) dan kecepatan gelombang S (VS) serta rasio VP/VS berdasarkan metode Horizontal to Vertical Spectrum Ratio (HVSR) dan kaitannya dengan kemunculan mata air panas di Desa Sangubanyu. Manifestasi panas bumi Sangubanyu terletak di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dan Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Metode HVSR digunakan dalam pengolahan data mikrotremor yang menghasilkan nilai frekuensi dominan dan faktor amplifikasi kemudian dilakukan inversi pada kurva H/V melalui software Dinver untuk mendapatkan nilai kecepatan gelombang P dan kecepatan gelombang S. Hasil pengolahan data mikrotremor dengan menggunakan metode HVSR diperoleh sebaran nilai frekuensi dominan di area penelitian antara 0,62 - 0,73 Hz dan nilai faktor amplifikasi 1,09 - 1,39, hasil inversi pada kurva H/V diperoleh sebaran nilai VP antara 131,76 m/s hingga 2.181,19 m/s, nilai VS antara 76,61 hingga 1.129,42 m/s, dan rasio VP/VS 1,64 – 3,35. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi kecepatan gelombang, kondisi bawah permukaan area manifestasi Sangubanyu tersusun oleh soil atau lapisan tanah penutup dengan nilai VP antara 0 – 350 m/s, ketebalan lapisan 3 – 30 m, weathered layered dengan nilai VP antara 350 – 500 m/s, ketebalan lapisan antara 5 – 80 m, sand and gravel (saturated) dengan nilai VP antara 500 – 1.000 m/s, ketebalan lapisan berkisar 20 – 100 m, dan lapisan paling bawah yaitu sand (saturated) dengn nilai VP antara 1.000 – 2.200 m/s dengan ketebalan antara 75 – 150 m, terdapat sesar normal dengan arah relatif baratlaut – tenggara, blok selatan relatif turun dari blok utara, sesar yang berkembang memicu munculnya mata air panas di area penelitian. Energi panas bumi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai tempat pemandian air panas dan pengeringan produk pertanian. Kata kunci: Manifestasi panas bumi, mikrotremor, HVSR, VP/VS, sangubanyu

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Gasifikasi Plasma pada Sampah Sebagai Potensi Energi: Pemodelan pada Sampah Perkotaan
By Jatmiko Endro Suseno ; SESOTYO, Priyo Adi ; Muhammad Nur
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Teknologi gasifikasi plasma dikenal sebagai metode baru pada Sampah menjadi Energi. Ini merupakan metode pada pengelolaan sampah untuk memperoleh energi baru terbarukan. Tujuan dari pengelolaan sampah ialah untuk pengembalian energi (ER), pengembalian material (MR) dan meminimalkan dampak lingkungan (MEI). Sampah yang digunakan sebagai bahan baku ialah sampah perkotaan dari TPA Jatibarang di Kota Semarang, Jawa Tengah. Jumlah dari sampah selalu bertambah seiring dengan meningkatnya kondisi ekonomi penduduk di suatu kota. Tujuan dari tesis ini ialah untuk memperkirakan potensi energi dengan memodelkan proses gasifikasi plasma. Dengan bantuan dari perangkat lunak ASPEN Plus, model tersebut dibentuk untuk menghasilkan data yang dibutuhkan untuk menghitung parameter kinerja bagi ER, MR dan MEI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dengan menggunakan uap murni sebagai gasifying agent, menghasilkan fraksi mol Hidrogen 42.78% dengan laju aliran masa uap 7.4*10-4 kg/s. Reaktor gasifikasi plasma dengan menggunakan gasifying agent uap murni, cocok digunakan untuk industri kimia yang memerlukan Hidrogen sebagai bahan baku, karena nett potensi listrik hanya diperoleh -1.1*10-2 MW. Reaktor gasifikasi plasma dengan menggunakan gasifying agent campuran uap dan udara, cocok digunakan sebagai penghasil listrik, karena nett potensi listrik diperoleh -6.4*10-3 MW, walau ia hanya menghasilkan fraksi mol Hidrogen 32.09% dengan laju aliran masa uap 1.1*10-4 kg/s dan ER 0.180. Kata kunci : Gasifikasi Plasma, Sampah Perkotaan, Sampah jadi Energi, Pengembalian Energi, Gasifying Agent.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Kajian Teknoekonomi Produksi Biodiesel dengan Bahan Baku Palm Sludge Oil (PSO) dan Minyak Goreng Bekas (Jelantah) Skala Industri Kecil
By Widayat ; Singgih Saptadi ; WICAKSONO, Arie
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Biodielsel (metil ester) telah berhasil diproduksi menggunakan mesin dengan skala industri kecil dengan kapasitas 50-70 liter. Menggunakan bahan baku minyak goreng bekas (jelantah) dan Palm Sludge Oil (PSO) hasil biodiesel yang dihasilkan dilakukan analisa kualitas meliputi Nilai kalori, Kadar Metil Ester, Viskositas, Densitas dan titik nyala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan sebuah usaha produksi biodiesel berbahan baku minyak goreng bekas (jelantah) dan Palm Sludge Oil (PSO) melalui parameter NPV, IRR, Simple Payback Periode dan untuk melihat dampak terhadap lingkungan dilakukan anailisis terhadap parameter emisi CO2 dan BOD. Circular ekonomi dilakukan melalui pemanfataan biodiesel sebagai bahan bakar boiler sebuah industry dengan skema pengantian solar HSD dan CNG ke biodiesel. Hasil menunjukan bahwa biodiesel berasal dari minyak goreng bekas telah memenuhi standard SNI 7182:2015 dan PSO belum memenuhi. Hasil kajian keekonomian investasi industri skala kecil biodiesel dari jelantah layak dan PSO (NPV, IRR, Simple Payback Periode) untuk dapat menggantikan HSD dan CNG untuk bahan bakar boiler. Secara hasil dampak lingkungan dan circular economy skema tersebut mampu menurukan emisi CO2 dan BOD mendapatkan profit untuk pengembangan usaha lebih lanjut. Kata Kunci : biodiesel, minyak goreng bekas, PSO, circular economy

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pemodelan Perencanaan Kebutuhan Energi Sektor Rumah Tangga dan Transportasi Kabupaten Pemalang dari Tahun 2018 Hingga Tahun 2036
By Jaka Windarta ; HIDAYATI, Ratih ; Tony Suryo Utomo
-- Semarang : Magister Energi, 2019

Kabupaten Pemalang memiliki rencana energi yang tertuang dalam RUED Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saat ini Kabupaten Pemalang belum memiliki cadangan sumber daya energi primer sendiri untuk memenuhi permintaan energi dalam daerah. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral telah memiliki rencana kerja strategis untuk memenuhi kebutuhan energi di Kabupaten Pemalang. Proyeksi kebutuhan energi bertujuan untuk memastikan ketersediaan energi yang menjadi parameter dalam mendukung keberhasilan pembangunan suatu daerah menuju ketahanan energi nasional. Software yang digunakan untuk mengolah data dan analisa proyeksi kebutuhan energi yaitu LEAP (Long-range Energy Alternative Planning System. Proyeksi kebutuhan energi yang dilakukan meliputi pemakaian listrik, pemakaian LPG (liquified Petroleum gas), dan pemakaian bahan bakar kendaraan (premium, solar, dan pertamax). Periode simulasi adalah tahun 2018-2036. Hasil simulasi menunjukkan bahwa proyeksi kebutuhan listrik tahun 2018-2036 selalu mengalami kenaikan. Pada tahun 2036 kebutuhan listrik pada skenario BAU sebesar 32.484 MWh dan skenario kebijakan Pemerintah sebesar 37.307 MWh. Proyeksi kebutuhan pemakaian bahan bakar kendaraan tahun 2018-2036 selalu mengalami kenaikan. Pada tahun 2036 kebutuhan pemakaian bahan bakar pada skenario BAU sebesar 306.284 kL dan skenario kebijakan Pemerintah sebesar 15.721.688 kL. Proyeksi kebutuhan pemakaian LPG (liquified Petroleum gas) pada tahun 2036 untuk skenario BAU sebesar 46 tabung LPG 3 kg per rumah tangga dan skenario kebijakan sebesar 0 SBM, nilai 0 SBM tersebut dikarenakan adanya kebijakan pemerintah yang mengganti LPG dengan Bright Gas. Kebutuhan pemakaian Bright Gas pada tahun 2036 sebesar 25 tabung 5,5 kg per rumah tangga. Kata Kunci: Kebutuhan Energi, LEAP, proyeksi, BAU

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Faktor Waktu Tidak Produktif Pengeboran Sumur Produksi Panas Bumi di Lokasi MKD Indonesia
By Gatot Yuliyanto ; Singgih Saptadi ; KANDARI, Mokh
-- Semarang : Magister Energi, 2020

Penelitian ini menganalisis waktu tidak produktif atau non productive time (NPT) pada operasi pengeboran panas bumi. Dalam operasi pengeboran panas bumi, waktu tidak produktif dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pengambilan keputusan, faktor perencanaan operasi, faktor geologi, dan faktor kegagalan peralatan. Penelitian dilakukan pada proyek pengeboran sumur panas bumi di 3 sumur lokasi MKD, wilayah Indonesia. Setiap operasi dan aktivitas yang menyebabkan waktutidakproduktifakan dicatat dan dihitung waktunya sebagai waktu tidak produktif. Data tersebut kemudian akan diidentifikasi penyebab terjadinya waktu tidak produktif dalam operasi pengeboran apakah disebabkan oleh faktor pengambilan keputusan, faktor perencanaan operasi, faktor geologi, atau disebabkan oleh faktor kegagalan peralatan rig. Analisis data pada penelitian ini menggunakan pareto dan monte carlo. Hasil analisis didapatkan perbandingan waktu antara waktuoperasi dan NPT, probabilitas faktor penyebab NPT dan probabilitas tingkat resiko masing-masing faktor penyebab waktu tidak produktif. Hasil analisis akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukanrespon resiko pada pengeboran sumur panas bumi. Kata kunci: nonproductive time, pengeboran panas bumi, rig  

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisis Peluang Penghematan Konsumsi Energi Listrik Melalui Sistem Pencahayaan (Studi Kasus: gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro)
By Jaka Windarta ; WIJAYANTI, Ratih Wahyu ; Eddy Prianto
-- Semarang : Magister Energi, 2020

Konservasi energi berdasarkan PP No. 70 tahun 2009 menganjurkan penggunaan energi secara efektif dan efisien yang harus dilaksanakan di seluruh sektor kehidupan tidak terkecuali pada lingkungan akademik. Ruang kuliah sebagai tempat belajar mengajar membutuhkan pencahayaan yang baik untuk mendukung kegiatan sehari-hari dengan tetap memperhatikan kebijakan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi sistem pencahayaan dan konsumsi energinya pada Gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro dan mencari peluang penghematan yang dapat dilakukan. Penghematan pada sistem pencahayaan dipilih karena mudah dilakukan serta dapat dilakukan dengan tanpa mengeluarkan biaya hingga rendah biaya. Penghematan diamati melalui penurunan konsumsi energi dari obyek penelitian. Penelitian ini mengambil 15 sampel ruang yang digunakan untuk kuliah dan sidang/seminar yang berada di Gedung A dan B Pascasarjana Universitas Diponegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasi, pengukuran intensitas pencahayaan, perhitungan konsumsi energi, dan analisa data serta simulasi menggunakan software Ecotect untuk menemukan peluang penghematan. Pencahayaan dalam ruang kuliah harus memenuhi standar minimal intensitas pencahayaan sebesar 350 lux sesuai SNI 6197:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 33,3% ruangan yang memiliki intensitas pencahayaan sesuai standar. Terdapat 15 sampel ruangan dengan kondisi awal ruang-ruang tersebut memiliki 76 buah lampu tipe CFL 18 Watt yang beroperasi mulai Senin-Sabtu pukul 08:00-18:00 sehingga memiliki konsumsi energi dalam 1 tahun sebesar 5.909.760 Wh/tahun yang setara dengan Rp 5.318.784,-. Peluang upaya penghematan dilakukan diantaranya dengan manajemen penggunaan ruang dan manajemen penggunaan lampu. Manajemen penggunaan ruang meliputi pengaturan letak media pembelajaran dan pemilihan ruang dengan orientasi jendela di sisi selatan. Pada manajemen penggunaan lampu digunakan dua skenario, skenario pertama adalah ketika hasil pengukuran intensitas pencahayaan alami pada suatu ruangan bernilai ≥ 350 lux, maka lampu pada ruangan tersebut dapat dimatikan. Skenario kedua adalah ketika hasil pengukuran intensitas pencahayaan alami < 350 lux, maka semua lampu dinyalakan sehingga intensitas pencahayaan > 350 lux. Agar intensitas pencahayaan mendekati 350 lux, maka dilakukan simulasi pengurangan jumlah lampu yang menyala dalam skenario dua. Upaya perbaikan ruangan yang intensitas pencahayaannya tidak memenuhi standar ternyata memerlukan biaya Rp 3.776.026,- per tahun dan bahkan konsumsi energi meningkat hingga 70,99%. Rekomendasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah penghematan dengan manajemen ruangan dan gabungan dua skenario dengan tanpa memperbaiki ruangan agar tercapai penghematan sebesar 15,26% atau sebesar Rp 811.814,- pertahun. Kata Kunci : sistem pencahayaan, peluang penghematan, SNI 6197:2011

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Analisa Konsumsi Energi Coldstorage Berteknologi Plasma untuk Memperpanjang Masa Simpan Ikan Segar
By Muhammad Nur ; HARTADI, Yusuf ; Berkah Fajar TK
-- Semarang : Magister Energi, 2020

Mempertahan kualitas ikan segar dalam penyimpanan diatas suhu beku memerlukan perlakuan khusus agar penurunan kualitas dapat ditunda dan masa simpan dapat diperpanjang. Penggunaan ozon sebagai desinfektan dapat memberikan solusi dari permasalahan penurunan kualitas ikan segar tersebut. Aplikasi mesin plasma pembangkit ozon pada coldstorage memberikan keutungan yang besar dalam penyimpanan ikan dalam kondisi segar. Penyimpanan ikan segar mencapai masa simpan 15 hari dan memperpanjang masa ekonomis ikan segar tersebut. Penggunaan teknologi plasma pembangkit ozon pada coldstorage menunjukan peningkatan efisiensi konsumsi energi sekaligus dapat meningkatkan masa simpan. Dari hasil pengukuran dan perhitungan dapat diketahui konsumsi daya penggunaan coldstorage untuk menyimpan ikan bandeng selama 15 hari menunjukkan penurunan konsumsi energi dari 133,22 kWh menjadi 129,62 kWh atau penurunan sebesar 2,7 %. Pola manajemen operasional coldstorage sangat berpengaruh terhadap konsumsi daya, yaitu sistem buka tutup pintu yang dapat menyebabkan terjadinya intrusi kalor dari lingkugan ke dalam ruang coldstorage. Kata kunci : coldstorage, plasma, ozon, intensitas konsumsi energi, konsumsi daya

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 126 127 128 129 130 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?