INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 2368 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 121 122 123 124 125 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Audit Energi Detail pada PLTU Batubara dengan Membandingkan Parameter Operasi Aktual dengan Komisioning
By Jaka Windarta ; Berkah Fajar TK ; WIBOWO, Suriyan Arif
-- Semarang : Magister Energi, 2021

Sebagai pengguna energi primer yang dominan hingga tahun 2050 di Indonesia, upaya konservasi energi PLTU batubara perlu ditingkatkan melalui audit energi secara rinci. Indikator kinerja energi pembangkit listrik dinyatakan dengan Net Plant Heat Rate (NPHR) sebagai energi yang dibutuhkan pembangkit untuk menghasilkan satu kWh listrik neto. Audit energi dilakukan dengan membandingkan nilai NPHR antara kondisi aktual dengan komisioning pada beban 61 MW gros melalui prosedur performance test berdasarkan standar ASME PTC. NPHR aktual meningkat karena beberapa faktor yang telah diidentifikasi dengan membandingkan parameter operasi dan kinerja peralatan utama antara nilai aktual dengan nilai komisioning. Selanjutnya deviasi dari masing-masing parameter dengan satuan yang berbeda diubah menjadi satuan heat rate dengan menggunakan referensi dari faktor koreksi NPHR manufaktur dan Southern Company Heat Rate Handbook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPHR aktual meningkat sebesar 511,91 kkal/kWh dibandingkan nilai komisioning dan berpotensi meningkatkan biaya bahan bakar hingga Rp 17.841.280.000 per tahun. Faktor signifikan yang menyebabkan peningkatan NPHR adalah peningkatan tekanan kondensor, penurunan efisiensi turbin isentropik, dua LPH tidak beroperasi, penurunan efektivitas primary dan secondary air heater, peningkatan kebocoran primary dan secondary air heater. Studi ini menyarankan beberapa rekomendasi untuk mengurangi kerugian tersebut melalui pengendalian operasi dan perbaikan peralatan. Kata kunci: audit energi, NPHR, efisiensi boiler, turbine heat rate

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Peran Petugas dan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Rabies di Kota Ambon
By Bagoes Widjanarko ; Dwi Sutiningsih ; WURITIMUR, Pollan Versilia
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar belakang : Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat menyebabkan kematian. Sesuai dengan perkembangan sejarah kota Ambon menjadi daerah bebas rabies, pada tahun 2014-2018 di Kota Ambon populasi anjing sebanyak 62.613 dan ditemukan 3.444 kasus gigitan dan spesimen positif sebanyak 747 spesimen otak anjing.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui peran petugas dan masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan rabies. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Terdapat dua kelompok responden yaitu populasi pemilik anjing dan populasi petugas kesehatan. Populasi pemilik anjing sebanyak 4.509 dan sampel pemilik anjing sebanyak 113. Populasi dan sampel petugas kesehatan sebanyak 22. Alur penelitian dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penulisan. Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer data yang didapat pada saat penelitian dan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Ambon, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, dan Puskesmas se-Kota Ambon. Hasil : Hasil analsis statistik bivariat menunjukan bahwa vaksinasi mempunyai hubungan dengan tidakan pencegahan dengan nilai p = 0,009 ; perilaku pemeriksaan kesehatan mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan dengan nilai p = 0,001; partisispasi pemilik anjing mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan dengan nilai p = 0,000; pengetahuan tentang penyakit rabies mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan dengan nilai p = 0,000; dan pengetahuan tentang regulasi rabies mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan dengan nilai p = 0,000. Hasil Analisis statistik regresi logistik menunjukan bahwa variabel yang lebih dominan berhubungan dengan tindakan pencegahan rabies adalah partisipasi masyarakat dengan nilai p = 0,002 dan pengetahuan tentang penyakit rabies dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan : berdasarkan hasil uji statistik bivariat variabel yang mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan adalah vaksinasi, pemeriksaan kesehatan anjing peliharaan, partisipasi pemilik anjing, pengetahuan tentang penyakit rabies dan pengetahuan tentang regulasi rabies. Sedangkan, berdasarkan hasil uji statistik bivariat variabel yang tidak mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan adalah perilaku menjaga kebersihan anjing peliharaan, pemberian pakan, manfaat pemeliharaan anjing, dan kebiasaan konsumsi daging anjing. Bedsarkan uji regresi logistik variabel yang lebih dominan mempunyai hubungan dengan tindakan pencegahan adalah partisipasi masyarakat dan pengetahuan mengenai penyakit rabies. Kata Kunci : Kota Ambon, perilaku, partisipasi, pengetahuan, rabies

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Beberapa Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-36 Bulan: Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Woha Kabupaten Bima
By Martini ; Apoina Kartini ; JASMAN
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang:Stunting merupakan indikator adanya masalah kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Angka prevalensi stunting di Kecamatan Woha Kabupaten Bima (39,6%) lebih tinggi dari angka prevalensi nasional (30,8%). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor penyebab kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan di Puskesmas Woha Kabupaten Bima Metode Penelitian: Penelitian menggunakan rancangan kasus kontrol dengan pendekatan retrospektif pada 96 sampel di wilayah kerja Puskesmas Woha. Penentuan sampel dengan teknik simplerandomsampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan atau panjang badan anak per umur dan tingi badan orang tua menggunakan alat ukur stadiometer. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik dengan metode enter. Hasil Penelitian:Hasil analisis bivariatterdapat 9 variabel yang terbukti signifikan secara statistik terhadap kejadian stunting antara lain berat badan lahir rendah (p=0,018), panjang badan lahir (p=0,011), tingkat asupan energi (p=0,011), tingkat asupan protein (p=0,005), riwayat penyakit infeksi (0,002), tinggi badan ayah (p=0,012), tinggi badan ibu (0,002), riwayat paparan pestisida (0,004), tingkat pendidikan ibu (0,025). Hasil analisis multivariat yang terbukti signifikan diantaranya asupan energi OR= 3,81 (95% CI= 1,28-11,30), penyakit infeksi OR= 4,837 (95% CI= 1,64-14,27), paparan pestisida OR= 3,47 (95% CI= 1,214-9,95), Tinggi badan ayah OR= 2,484 (95% CI= 1,02-7,95), tinggi badan ibu OR= 5,03 (95% CI= 1,75-14,40). ASI tidak eksklusif, riwayat imunisasi, akses pelayanan kesehatan, pendapatan keluarga dan pemberian makanan papahan tidak terbukti sebagai faktor risiko kejadian stunting. Kesimpulan:Tinggi badan orang tua (genetik) merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting Kata Kunci: Kejadian stunting, paparan pestisida, pemberian makanan papahan

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Efektivitas Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Terhadap Perkembangan Lesi Aterosklerosis
By Suhartono ; Ari Suwondo ; DURI, Iin Desmiany
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang: Parameter penyebab aterosklerosis adalah stres oksidatif. Salah satu cara untuk mencegah atau mengatasi kejadian aterosklerosis adalah mengoptimalkan bahan makanan yang mengandung antioksidan. Ekstrak buah mengkudu diharapkan mampu menghambat stres oksidatif pada kejadian aterosklerosis. Tujuan Penelitian: Membuktikan pengaruh ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap stres oksidatif pada tikus Rattus Norvegicus Strain Wistar yang diberi kuning telur (diet aterogenik). Metode Penelitian:Randomized post test with control group design dilakukan pada hewan coba sebanyak 25 tikus Rattus Norvegicus Strain Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok. Satu kelompok hanya diberi aquades (P1), Satu kelompok hanya diberi kuning telur (P2), tiga kelompok diberi kuning telur dan ekstrak buah mengkudu 26 mg/KgBB/Hari (P3), 52 mg/KgBB/hari, dan 104 mg/KgBB/hari selama 28 hari. Stres oksidatif diukur dengan parameter MDA dan status aterosklerosis dengan penebalan tunika intima dan jumlah sel busa. Pemeriksaan variabel dilakukan dengan metode thiobarbituric acid reactive substances (TBARS) dan pewarnaan HE. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan oneway Anova dilanjutkan Uji ManWhitneydanPost Hoc. Hasil Penelitian:Kadar MDA pada akhir penelitian berbeda bermakna pada setiap kelompok. Perbedaan kadar MDA pada akhir penelitian antar kelompok (p=0,000)dengan kadar terendah pada kelompok perlakuan P3 (104 mg/KgBB/hari). Jumlah sel busa dan ketebalan tunika intima mulai berkurang pada kelompok perlakuan 3 (104 mg/KgBB/hari). Simpulan: status stres oksidatif dapat diturunkan atau dihambat dengan pemberian ekstrak buah mengkudu sebesar 104 mg/KgBB/hari. Kata kunci: aterosklerosis, ekstrak, mengkudu, stres oksidatif

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Beberapa Karakteristik Kebiasaan Merokok Sebagai Faktor Risiko Kejadian Ulkus Diabetikum pada Laki-Laki Penderita Diabetes Melitus (Studi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kab. Kudus dan RSI Sunan Kudus)
By K. Heri Nugroho HS ; M. Sakundarno Adi ; HIDAYATILLAH, Shofia Aji
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang:Laki-laki dengan menderita Diabetes Melitus (DM) yang mempunyai kebiasaan merokok berisiko untuk mengalami komplikasi Ulkus Diabetikum. Penelitian tentang factor risiko Ulkus Diabetikum dengan variable berbagai karakteristik kebiasaan merokok masih jarang dilakukan terutama variable jenis rokok yang dihisap dan jumlah batang rokok yang dihisap per hari. Tujuan:Membuktikan beberapa karakteristik kebiasaan merokok sebagai faktor risiko terhadap kejadian ulkus diabetikum di RSUD dr. Loekmono Hadi Kab.Kudus dan RSI Sunan Kudus Metode:Penelitian observasional analitik menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 70 sampel terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol yang diambil secara simple random sampling. Variabel bebas adalah riwayat merokok, lama merokok, jenis rokok yang dihisap, jumlah batang rokok yang dihisap per hari, lama menderita DM, status IMT (Indeks Massa Tubuh), tingkat aktivitas fisik, riwayat hipertensi, dan control gula darah. Variabel terikat adalah kejadian ulkus diabetikum. Analisa data menggunakan uji chi square dengan metode regresilogistik Hasil:Faktor risiko yang berpengaruh yakni jumlah batang rokok yang dihisap ≥ 10 batang per hari(p=0,010;OR=9,377; 95% CI=1,716-51,247), jenis rokok yang dihisap berjenis kretek (p=0,084; OR=0,141; 95% CI=0,015-1,297), tingkat aktivitas fisik ≤600 MET (p=0,008; OR=4,072; 95% CI=1,432-11,575) dan control gula darah tidak terkendali (p=0,066; OR=2,899; 95% CI=0,933-9,008). Faktor risiko yang tidak berpengaruh riwayat merokok, lama merokok, status IMT, dan riwayat hipertensi. Kesimpulan:faktor yang berpengaruh terhadap kejadian Ulkus Diabetikum pada laki-laki penderita DM adalah jumlah batang rokok yang dihisap ≥ 10 batang per hari, jenis rokok yang dihisap berjenis kretek, tingkat aktivitas fisik ≤600 MET dan control gula darah tidak terkendali. Kata Kunci:Ulkus Diabetikum, Diabetes Melitus, Laki-laki, Merokok Kepustakaan: 92 (1994-2018)

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Status Glikemik Buruk Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Studi pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) RS Panti Wilasa Citarum Kota Semarang
By K. Heri Nugroho HS ; M. Sakundarno Adi ; PUTRI, Marisa Gita
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Penyakit DM tidak dapat disembuhkan tetapi kadar gula darah dapat dikontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status glikemik buruk pasien DM tipe 2 peserta JKN. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain case control yang dilakukan di RS Panti Wilasa Citarum Kota Semarang. Sampel diambil dari pasien DM tipe 2 rawat jalan dengan 43 kasus dan 43 kontrol menggunakan teknik pengambilan sampel yakni simple random sampling. Variabel bebas meliputi tingkat pendidikan, status bekerja, obesitas, riwayat hipertensi, riwayat dislipidemia, lama menderita DM, frekuensi olahraga, aktivitas fisik, tingkat kecukupan kalori, kontrol berobat, dan kepatuhan minum obat. Hasil: Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa faktor yang terbukti merupakan faktor yang berpengaruh terhadap status glikemik buruk adalah riwayat hipertensi (OR = 5,587; 95%CI = 1,848-16,886; p-value = 0,002), lama menderita DM > 5 tahun (OR = 4,245; 95%CI = 1,535-11,741; p-value = 0,005), dan ketidakpatuhan minum obat (OR = 2,960; 95%CI = 1,094-8,007; p-value = 0,033) . Simpulan: Faktor yang terbukti sebagai faktor yang berpengaruh terhadap status glikemik buruk pada pasien DM tipe 2 adalah riwayat hipertensi, lama menderita DM, dan kepatuhan minum obat. Kata Kunci: status glikemik buruk, DM tipe 2, faktor berpengaruh Kepustakaan: 109 (2001-2019)

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Penilaian Risiko Masuk dan Menyebarnya Rabies di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat
By M. Sakundarno Adi ; Dwi Sutiningsih ; ANIQ, Lubabul
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang: Rabies adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar. Namun belum diketahui jalur penularan rabies di Kabupaten Dompu. Tujuan: Melakukanpenilaian risiko masuk dan menyebarnya rabies di Kabupaten Dompu. Metode: Penilaian risiko pelepasan rabies di Kabupaten Dompu menggunakan standar analisis risiko Office International des Epizooties (OIE). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dibuat dalam pohon skenario. untuk mengetahui risiko perhitungan yang digunakan yang merujuk pada Biosecurity Australia. Hasil:Lalu lintas anjing melalui kapal – kapal yang keluar dan masuk menunjukan penilaian pelepasan: rendah, penilain paparan: tinggi, penilaian dampak sangat tinggi dan estimasi risiko: tinggi. Sedangkan penilaian melalui jalur darat menunjukan bahwa; penilaian pelepasan: tinggi, penilain paparan: tinggi, penilaian dampak sangat tinggi dan estimasi risiko sangat tinggi. Kesimpulan: Peluang penyebaran rabies di Kabupaten Dompu menunjukkan bahwa kurangnya pengawasan pelabuhan dan pergerakan transmiter rabies ilegal melalui jalur darat merupakan faktor risiko masuknya rabies. Estimasi risiko memiliki nilai sangat tinggi. Kata Kunci: rabies, lyssavirus, penilaian risiko, Biosecurity Australia,pohon skenario

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Berbagai Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas Jayapura: Studi di Pos Lintas Batas Darat Negara Indonesia di Skouw
By Martini ; AWOM, Erwin Livenston Stepanus ; Muclish AU Sofro
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang : Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh plasmodium.Provinsi Papua (insiden 9,8 % dan Prevalensi 28,6 %) tertinggi tertinggi di Indonesia.Belum ada Kajianperilaku manusia dan lingkungan dalam program perencanaan penangananan malaria di Pos Lintas Batas Darat Negara Indonesiadi Skouw. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, sampel diambil dengan teknik Purposive sampling, Total Sampel 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah Rapid Diagnostic Test malaria dan kuisioner. Tujuan : Membuktikan faktor determinan karakteristik manusia dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian malaria di Pos Lintas Batas Darat Negara Indonesia di Skouw Hasil : Faktor yang terbukti berpengaruh terhadap malaria jenis pekerjaan(p-value 0,028),Penghasilan Perbulan (p-value 0,003),Tingkat Pengetahuan (p-value 0,027), Kebiasaan keluar malam hari (p-value 0,035), Keberadaan genangan air (p-value 0,000) dan Keberadaan kandang ternak (p-value 0,000). Faktor yang tidak terbukti berpengaruh adalah Tingkat Pendidikan, Sikap, kebiasaan menggunakan kelambu dan Kebiasaan menggunakan lotion anti nyamuk. Simpulan :Faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian malaria adalah Jenis pekerjaan, Penghasilan perbulan, Tingkat pengetahuan, Kebiasaan keluar malam hari, keberadaan genangan air dan keberadaan kandang ternak. Kata Kunci : Malaria,Lingkungan,Faktor Pengaruh

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan Kepadatan Larva dan Infeksi Transovarial pada Nyamuk Aedes aegypti dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD): Analisis Spasial Kejadian DBD di Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang
By Martini ; NOVITA, Irneta Bela ; Mochamad Hadi
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latarbelakang: Sampai saat ini Demam Berdarah Dengue muncul sebagai Kejadian Luar Biasa. Kejadian DBD di 2 tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2018 IR 14,01/100.000 penduduk ke tahun 2019 IR 70,03/100.000 penduduk. Kemampuan Virus Dengue bertahan hidup di alam oleh dua mekanisme yaitu horizontal dan transovarial. Tujuan: Bertujuan mengetahui hubungan kepadatan larva dan infeksi transovarial pada nyamuk Aedes aegypti kejadian DBD dengan pendekatan analisis spasial. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan observasional analitik yang dilakukan pada bulan Agustus – Oktober dengan total sampel 363 rumah yang dilaksanakan 11 RW di wilayah Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang. Pemeriksaan survei jentik dan pemasangan ovitrap, setelah hasil ovitrap terkumpul dilakukan rearing dan pemeriksaan imunohistokimia pada Aedes aegypti betina umur ≥5 hari. Hasil: Penularan transovarial virus Dengue pada nyamuk Aedes aegypti betina ditemukan di 8 RW dengan index transmisisi transovarial (ITT) berkisar 5-20%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan kepadatan larva dengan kejadian DBD namun ada hubungan infeksi transovarial pada kejadian DBD (p Value 0,04). Kesimpulan: Ada hubungan infeksi transovarial pada kejadian DBD dan analisis spasial pada sebaran kasus DBD memiliki berkaitan secara spasial dengan infeksi transovarial. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, DBD, Infeksi transovarial, Analisis spasial, Aedes aegypti

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Berbagai Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Filariasis Pasca Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA): Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Bonang I Kabupaten Demak
By Suharyo Hadisaputro ; M. Sakundarno Adi ; NOVALYA
-- Semarang : Magister Epidemiologi, 2020

Latar Belakang: Kasus baru filariasis selalu ditemukan setiap tahun, sedangkan POPM di Kabupaten Demak telah dilaksanakan sejak tahun 2016, hal ini menunjukkan 2 tahun pertama setelah minum obat masih terjadi penularan filariasis, sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut. Tujuan : Untuk membuktikan berbagai faktor apakah yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis pasca bulan eliminasi kaki gajah. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan kualitatif (mix method), dengan pendekatan case control design dan indepth interview dengan tehnik pengambilan sampel secara non probability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bonang I yang diperiksa darahnya dengan metode survey darah jari. Sampel dalam penelitian ini 26 kasus dan 26 kontrol . Data kuantitatif dianalisis dengan chi-square dan regresi logistic sedangkan data kualitatif dianalisis dengan analisis content. Hasil : Variabel yang terbukti berpengaruh yaitu tidak menggunakan kelambu saat tidur malam hari (OR= 4,43) 95%CI =1,119-17,545 , dan tidak meminum obat saat POPM (OR= 4,20) 95%CI =1,109-15,938. Variabel yang tidak terbukti berpengaruh yaitu keberadaan breeding place, penggunaan kawat kasa pada ventilasi rumah, adanya nakes pengawas minum obat saat POPM, adanya sosialisasi/ atau penyuluhan oleh TPE sebelum pengobatan massal, kebiasaan penggunakan obat anti nyamuk/repellent, kebiasaan menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah malam hari, jenis pekerjaan, tingkat pengetahuan dan riwayat tinggal di dekmah penderita. Simpulan : Berbagai faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis pasca bulan eliminasi kaki gajah adalah keberadaan kelambu, dan praktik minum obat. Kata Kunci : Filariasis, Bulan Eliminasi Kaki Gajah, Mix Method

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 121 122 123 124 125 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?