Perkembangan industri pengolahan pati menyebabkan peningkatan hasil
sampingan berupa limbah sagu. Limbah sagu merupakan biomassa lignoselulosa
yang mengandung 44,13% selulosa, 21,09% hemiselulosa dan 23,30% lignin.
Potensi biomassa lignoselulosa limbah sagu dapat dimanfaatkan sebagai penghasil
gula fermentasi. Pretreatment limbah sagu perlu dilakukan untuk menghancurkan
lignin dan memecah polisakarida. Proses hidrolisis lignoselulosa secara
mikrobiologis menggunakan mikroba menggunakan jamur tunggal untuk
mendegradasi lignoselulosa kurang efektif, karena hanya senyawa tertentu saja
dari penyusun lignoselulosa yang dapat didegradasi, menggunakan konsorsium