Kata kunci : Pelabelan Prime Cordial, graf cycle, path union, graf friendship
Perusahaan manufaktur khususnya pada sektor makanan dan minuman merupakan jenis perusahaan yang paling banyak jumlahnya di Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun 2009 tidak kurang dari 100 perusahan manufaktur sektor makanan dan minuman yang beroperasi di Indonesia dengan rentang usia perusahaan antara 5-40 tahun. Dengan lama usia demikian, dapat dikatakan bahwa perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang dapat bertahan dan tumbuh seiring dengan perkembangan zaman. Dalam segi kemajuan suatu perusahaan, perusahaan manufaktur ini merupakan salah satu sektor perusahaan dengan tingkat pertumbuhan laba tertinggi disamping pada perusahaan pertambangan dan properti. Hal ini dikarenakan Perusahaan manufaktur memegang kunci kebutuhan dasar manusia akan makanan dan minuman. Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa sektor perusahaan ini banyak diminati oleh para investor baik dari dalam maupun luar negeri.
Laba sebagai faktor kunci dalam kemajuan suatu perusahaan nyatanya tidak mudah ditentukan dengan pasti penyebabnya. Banyak pihak menduga bahwa laba perusahaan dipengaruhi oleh rasio keuangan. Namun dugaan ini harus ditelusuri kembali mengingat banyaknya jenis rasio keuangan yang ada. Tugas akhir ini mengkaji bagaimana hubungan rasio keuangan terhadap persentase laba perusahaan manufaktur di BEI. Hubungan tersebut dicari dengan menggunakan metode dekomposisi Lower-Upper (LU) Gauss dan metode Backward. Hasil perhitungan dengan kedua metode menghasilkan model regresi linear berganda yang dianggap dapat menjelaskan hubungan rasio keuangan terhadap persentase laba di perusahaan manufaktur. Perkiraan Laba dari Model regresi yang diperoleh dengan metode dekomposisi LU Gauss dan metode Backward secara bersamaan dibandingkan laba perusahaan manufaktur yang sesunguhnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perkiraan laba berdasarkan model regresi yang diperoleh dengan metode dekomposisi LU Gauss dan Backward hampir mendekati dengan besarnya laba perusahaan manufaktur sesungguhnya. Dengan demikian model regresi dari kedua metode dapat dijadikan rujukan dalam memperkirakan laba ditahun-tahun mendatang.
Kata kunci : Perusahaan Manufaktur, Rasio Keuangan, Persentase Laba,
Dekomposisi LU Gauss, Metode Backward,