Kata kunci : Bryoflora epifit, Gunung Ungaran, zona tropik
Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV) merupakan penyakit viral yang mengakibatkan kekerdilan pada tubuh udang vaname. Teknik Random Amplified Polymorphisms DNA (RAPD) merupakan teknik perbanyakan DNA menggunakan marka molekuler tertentu melalui reaksi Polymerase Chain Reaction (PCR). Teknik tersebut dapat digunakan untuk memprediksi resistensi suatu spesies terhadap suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi marka RAPD pembeda udang vaname resisten atau rentan terhadap IHHNV serta untuk memprediksi resistensi udang vaname yang dipelihara di tambak intensif dan semi intensif terhadap IHHNV. DNA cetakan L. vannamei diamplifikasi dengan PCR menggunakan 5 jenis primer RAPD yaitu OPA-06, OPA-08, OPA-19, OPD-02 dan OPZ-15. Hasil penelitian menunjukkan hanya primer OPA-19 dan OPZ-15 yang mampu menghasilkan pita polimorfik 100% dengan ukuran berkisar 400-1.700 pb. Kedua primer tersebut mampu menunjukkan resistensi udang vaname terhadap IHHNV. Udang vaname yang dipelihara di tambak intensif memperlihatkan resistensi yang lebih tinggi terhadap IHHNV dibandingkan dengan tambak semi intensif.
Kata kunci : RAPD, udang vaname, IHHNV, tambak intensif , semi intensif,
Kematian massal udang vannamei (Litopenaeus vannamei Boone.)
karena serangan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) telah terjadi di
Indonesia beberapa tahun terakhir ini dan belum dapat ditangani secara