konsentrasi NaOH. Morfologi zeolit hasil sintesis dengan konsentrasi NaOH 1,67 M cukup
homogen dengan ukuran grain kristal rata-rata lebih kecil dari pada 8,3 M. Nilai KTK dan Uji
deterjensi mencapai hasil optimal pada konsentrasi NaOH 1,67 M yaitu 121,14 mek/100 gram
Kata kunci: builder, zeolit, hidrotermal, sol-gel, deterjen
Masalah transportasi merupakan proses pendistribusian barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan untuk meminimalkan biaya pengiriman. Penyelesaian masalah transportasi umumnya diselesaikan dengan dua tahap, yaitu menemukan solusi fisibel awal kemudian mencari solusi optimal. Modifikasi ATCM (Average Transportation Cost Method) merupakan modifikasi dari metode baru yang bernama ATCM yang menetapkan bentuk perbaikan ATCM yang lebih efisien dibandingkan dengan ATCM untuk menghitung solusi fisibel awal. Untuk menguji keoptimalan menggunakan metode Modified Distribution (MODI), dalam penyelesaian Tugas Akhir ini melakukan studi kasus di UD Padi Jaya Gusna dan didapatkan biaya transportasi minimum dengan modifikasi ATCM sebesar Rp. 28.158.200. Setelah dioptimalkan dengan MODI diperoleh biaya transportasi sebesar Rp. 28.093.600. Berdasarkan perhitungan metode Modifikasi ATCM diperoleh hasil yang mendekati optimal dengan tahap penyelesaian yang lebih sederhana. Kata kunci : Masalah Transportasi, Solusi Fisibel Awal, ATCM (Average Transportation Cost Method), Modifikasi ATCM, MODI, dan Solusi Optimal.
Hyptis pectinata Poit merupakan salah satu tanaman Lamiaceae, tanaman ini tumbuh subur dan mudah diperoleh pada tempat yang cukup sinar matahari . Tanaman ini mengandung senyawa tak jenuh--lakton seperti hiptolida dan pektinolida. Telah dilakukan p enelitian yang berhubungan dengan isolasi senyawa dari fraksi non polar usaha memperoleh senyawa selain hiptolida. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa bioaktif dari fraksi non polar dan semi polar dari tanaman Hyptis pectinata Poit dan usulan struktur yang berhasil diisolasi dari tanaman tersebut . Hasil uji aktivitas dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol memperoleh nilai LC
50 135,168 ppm, fraksi n-heksana memperoleh nilai LC50 116,660 ppm dan fraksi diklorometana yaitu memperoleh nilai LC50
113,316 ppm. Hasil yang diperoleh pada fraksi n-heksana berupa kristal dengan titik leleh 87-880C dan Fraksi diklorometana pada fraksi B dari dengan titik leleh 88,5-890C. Hasil identifikasi pada spektrofotometer FTIR kristal dari fraksi n-heksan dan fraksi diklorometana memiliki serapan bilangan gelombang 1735 cm-1 menunjukkan adanya gugus α., β lakton tak jenuh sebagai kerangka dasar dari senyawa hiptolida. Hasil pada fraksi A dan C berupa padatan, dan fraksi D berupa cairan. Hasil analisis GC-MS dari fraksi D terdapat 1 senyawa dengan waktu retensi