Kata Kunci : Database , frekuensi, periode, gravitasi
Area geotermal X berada di Indonesia sebelah Barat dengan seismisitas yang tinggi. Data microearthquake (MEQ) dalam eksplorasi geotermal biasanya digunakan sebagai salah satu alat untuk memperkirakan struktur permeabel pada reservoir geotermal, yaitu untuk memonitor pola aliran fluida dan untuk menentukan batasan-batasan reservoir yaitu cap rock yang merupakan lapisan batuan di atas reservoir dan bersifat impermeabel. Selain itu, kekayaan informasi mengenai gempa menarik untuk struktural geologis yang bekerja pada struktur aktif.Rekaman gempa pada periode Oktober 2011 hingga Desember 2011 terekam oleh lima stasiun perekam. Dari 35671 data rekaman yang tersimpan, hanya 68 event microearthquake (MEQ) yang merupakan gempa lokal dan dapat diinversi untuk mendapatkan hiposenter dengan metode Single Event Determination (SED) dan dilakukan relokasi hiposenter dengan metode Joint Hypocenter Determination (JHD). Focal mechanism Solution (FMS) dilakukan untuk identifikasi jenis patahan. Hasil inversi kedua metode menunjukkan bahwa zona permeabel area geotermal X berada pada koordinat sumbu X 10000 hingga 22000 dan pada koordinat sumbu Y 5000 hingga 12000. Distribusi kedalaman hiposenter memberikan dugaan bahwa cap rock berada pada ketinggian 580 meter hingga 1100 meter dari permukaan laut. Letak reservoir diduga berada pada ketinggian kurang 100 meter hingga kedalaman 1220 meter. Solusi focal mechanism dari pergerakan awal waktu tiba gelombang P menunjukkan bahwa terdapat patahan left-lateral strike-slip dengan nilai sudut strike (ɸ) 215.7°, sudut dip (δ) 31.82° dan sudut rake (λ) 9.47° di bagian selatan area geotermal X.
Kata kunci: microearthquake (MEQ), hiposenter, SED, JHD, focal mechanism
Telah dilakukan penelitian dengan radiacwash sebagai bahan dekontaminan dari tumpahan Tc 99m dan I 131
pada tiga permukaan daerah kerja yaitu keramik, kaca dan vinyl untuk mengetahui efektivitas bahan dekontaminan radiacwash dan mengetahui bahan permukaan daerah kerja yang penurunan laju kontaminasinya paling cepat. Sumber Tc
99m dan I 131 diteteskan pada ketiga permukaan, kemudian radiacwash diteteskan pada permukaan tersebut. Proses dekontaminasi dilakukandengan teknik penyapuan memakai tissue. Laju kontaminasi diukur dengan alat monitor kontaminasi permukaan. Sampai tahap proses dekontaminasi kesepuluh, kontaminasi Tc 99m pada bahan permukaan keramik 221,10 cpm, 96,03 cpm pada kaca dan 1713,69 cpm pada vinyl. Sementara untuk kontaminan I 131, pada permukaan keramik 52,14 cpm, 38,94 cpm pada kaca dan 335,94 cpm pada vinyl. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pembersih radioaktif radiacwash lebih efektif untuk mengurangi kontaminan I 131 pada semua sampel permukaan daerah kerja. Selain itu didapatkan bahwa permukaan daerah kerja yang paling cepat mengurangi laju kontaminasi zat radioaktif adalah permukaan kaca.