Telur puyuh merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan manusia dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan peningkatan produktivitas pada budidaya puyuh. Vitamin ditambahkan dalam air minum yang diberikan secara ad libitum dengan dosis yang ditentukan. Peran vitamin?vitamin tersebut diharapkan dapat meningkatkan metabolisme puyuh yang berdampak pada kualitas telur. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif dalam manajemen budi daya dan tata laksana pemberian tambahan vitamin untuk mengetahui potensi dan efektivitas vitamin terhadap kualitas telur. Penentuan kualitas telur dinilai secara kualitatif, yaitu dengan nilai indeks kuning telur dan nilai Haugh Unit. Metode yang digunakan adalah perlakuan pemberian empat macam vitamin, yaitu vitamin A, B12, C, dan kombinasi ketiganya yang dihaluskan kemudian dilarutkan dalam air minum puyuh. Perlakuan dimulai pada puyuh usia 4 sampai 8 minggu. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan Analysis of Varian (ANOVA), jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf uji 95% menggunakan program Statistical Analytic System (SAS). Pemberian vitamin secara nyata berpengaruh (P<0,05) pada konsumsi air minum yang meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan vitamin memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) pada nilai Haugh Unit dan indeks kuning telur, kedua parameter tersebut tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa larutan vitamin A, B12, C dan kombinasi sebagai air minum tidak berpotensi dan tidak efektif untuk meningkatkan kualitas internal telur.
Kata kunci : vitamin A, B12, C, telur puyuh, puyuh, air minum
Hutan Wisata Akar Seribu terletak di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah merupakan obyek wisata dan daerah resapan air, oleh karena itu vegetasi disekitarnya harus tetap dipertahankan. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan adanya data atau informasi mengenai struktur dan komposisi vegetasi sebagai landasan pengelolaan hutan. Struktur dan komposisi vegetasi dapat diketahui dengan melakukan analisis vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji struktur dan komposisi vegetasi Hutan Wisata Akar Seribu antara lain jenis - jenis tumbuhan yang dijumpai, jumlah jenis tumbuhan berdasarkan bentuk hidupnya dan indeks nilai penting (INP) setiap jenis tumbuhan penyusunnya. Penelitian dilaksanakan bulan Juli - Oktober 2011. Kawasan Hutan Wisata Akar Seribu dibagi menjadi 5 stasiun penelitian. Metode transek digunakan dalam pengambilan sampel. Masing - masing stasiun memiliki jarak sama yaitu 200 meter. Setiap stasiun dibuat plot sebanyak 3 kali di kanan dan kiri garis transek. Ukuran plot untuk pohon 10m x 10m, semak 5m x 5m dan herba serta rumput 1m x 1m. Berdasarkan data yang diperoleh dihitung INP setiap jenis. Di Hutan Wisata Akar Seribu dijumpai 39 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 29 famili, tersusun atas 16 spesies pohon, 7 spesies semak dan 16 spesies herba dan rumput. Tumbuhan yang memiliki peranan penting untuk ekosistem Hutan Wisata Akar Seribu antara lain Albazia falcataria Back. (109,57%), Swietenia mahagoni (L.) Jacq. (129,52%), Melastoma polyanthum BI. (200%), dan Andropogon aciculatus Retz. (141,67%).
Kata kunci: Vegetasi, indeks nilai penting, Hutan Wisata Akar Seribu, Jepara