jarak dari titik A, dan mendapatkan jarak bladder dari titik A yang dapat
menghasilkan distribusi dosis sesuai kriteria.
Penelitian dilakukan dengan mengukur jarak bladder dari titik A pada
radiograf proyeksi lateral menggunakan penggaris, mel akukan perencanaan
brachytherapy dengan sentrasi dosis awal pada titik A. Sampel yang tidak
memperoleh distribusi dosis ideal dilakukan perubahan sentrasi dosis menuju titik
bladder. Distribusi dosis yang dihasilkan oleh setiap sentrasi dosis dilakukan
analisis untuk mengetahui prosentase keberhasilan perencanaan brachytherapy.
Untuk membuktikan terjadinya penurunan dosis akibat pertambahan jarak bladder
dari titik A dilakukan dengan plotting grafik hubungan jarak dan dosis yang