2,17% dan 3,10% dari penambahan 5% dan dari 10% polydimetilsiloksan. Hasil
analisis BET menunjukkan penurunan luas permukaan katalis akibat adsorpsi
senyawa SiO2 yakni 8% untuk 5% polydimetilsiloksan dan 21% untuk 10%
polydimetilsiloksan pada katalis A. Sementara katalis B sebesar 4% untuk 5%
polydimetilsiloksan dan 10% polydimetilsiloksan. Analisa TPR tampak bahwa suhu
reduksi kedua katalis meningkat setelah adsorpsi SiO2
hingga mencapai suhu 570oC (5% polydimetilsiloksan) dan 572oC (10% polydimetilsiloksan) untuk katalis A serta 584oC (5% polydimetilsiloksan) dan 586oC (10% polydimetilsiloksan) untuk katalis B. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penurunan luas permukaan katalis A setelah adsorpsi senyawa SiO2 lebih besar daripada katalis B. Suhu reduksi katalis A
dan B meningkat akibat adsorpsi senyawa SiO2. Katalis A lebih stabil terhadap efek
dekomposisi polydimetilsiloksan daripada katalis B. Perubahan struktur permukaan
katalis diduga disebabkan adanya pembentukan ikatan kovalen antara