Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung senyawa kurkuminoid yang berfungsi untuk memperbaiki sel dalam tubuh sedangkan tepung ikan mengandung protein tinggi untuk pertumbuhan sel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tepung kunyit dan tepung ikan dapat mempengaruhi panjang, bobot oviduk yang didukung dengan data tambahan konsumsi pakan, jumlah telur dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan dianalisis dengan ANOVA. Puyuh 60 ekor dibagi dalam empat kelompok, masing-masing terdiri atas tiga ekor puyuh dengan lima kali ulangan. Perlakuan, yaitu P0 kelompok kontrol: pakan standar; P1 puyuh diberikan pakan standar dan tepung kunyit 54 mg/ekor/hari saat berumur 7 bulan selama 1 bulan; P2 puyuh diberikan pakan standar 85% dan tepung ikan 15%; P3 puyuh diberikan pakan standar, tepung ikan dan tepung kunyit 54 mg/ekor/hari saat berumur 7 bulan selama 1 bulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kombinasi pemberian tepung ikan dan tepung kunyit memicu peningkatan konsumsi pakan, bobot oviduk, yaitu 39,288 g, 9,444 g tetapi menurunkan panjang oviduk 26,100 cm. Data tambahan baik jumlah telur maupun konversi pakan didapatkan hasil yang tidak signifikan. Simpulan dari penelitian bahwa penambahan tepung ikan lebih efektif terhadap konsumsi pakan, panjang dan bobot oviduk untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan Coturnix coturnix japonica
Kata kunci: Kunyit, Tepung ikan, Puyuh (Coturnix coturnix japonica), Oviduk
Rusa Timor Cervus timorensis Blainville, merupakan satwa liar yang dilindungi dan dikhawatirkan akan punah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan rusa dengan teknik penangkaran rusa adalah pakan. Pakan rusa selain dari rerumputan atau hijauan lainnya, sebagai tambahannya dapat berupa konsentrat dan limbah pertanian. Penelitian mengenai pemberian konsentrat dan kulit ari kedelai pada pakan hijauan terhadap somatometri rusa timor di Taman Margasatwa Mangkang Semarang dilakukan selama 45 hari pada bulan Oktober sampai Desember 2012. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi bahan tambahan pakan berupa konsentrat dan kulit ari kedelai dalam meningkatkan pertambahan somatometri rusa timor. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan T test untuk menentukan rata-rata tertinggi antar perlakuan. Pemberian bahan tambahan pakan berupa konsentrat terhadap hijauan pada rusa timor berpengaruh lebih positif terhadap panjang tubuh, tinggi tubuh, panjang radius, metacarpal anterior, panjang femur, dan panjang tibia, panjang metacarpal posterior, serta konsumsi pakan dibandingkan dengan kulit ari kedelai. Berdasarkan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa pakan konsentrat lebih berpotensi sebagai bahan pakan tambahan dalam meningkatkan pertambahan somatometri rusa timor.
Kata kunci : Somatometri, pakan konsentrat, kulit ari kedelai, rusa timor (Cervus timorensis)
Stolon adalah perpanjangan tunas strawberry yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah (menjalar), yang merupakan organ perbanyakan vegetatif. Adanya stolon yang tumbuh pada tanaman strawberry mengakibatkan terjadinya persaingan hasil asimilat untuk pembentukan akar, batang dan daun, sehingga menghambat proses pembentukan bunga. Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati pengaruh perbedaan waktu pemotongan stolon terhadap pertumbuhan strawberry dan mengetahui waktu pemotongan stolon yang menghasilkan pertumbuhan paling baik untuk tanaman strawberry. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara dan Laboratorium Biologi dan Struktur Fungsi Tumbuhan FSM UNDIP. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan faktor tunggal, yaitu faktor waktu pemotongan stolon. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji beda nyata Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95 %. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah stolon, berat basah, berat kering dan waktu munculnya bunga. Hasil penelitian menunjukkan pemotongan stolon tanaman strawberry tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif berupa tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman, namun berpengaruh terhadap jumlah stolon tanaman induk. Waktu pemotongan umur 5 minggu setelah tanam dapat menghasilkan bunga lebih cepat dibandingkan dengan pemotongan pada umur 8 minggu setelah tanam dan tanaman yang tidak dipotong stolonnya.