Semikonduktor ZnO telah banyak digunakan sebagai material fotokatalis yang mampu mendegradasi polutan organik. Pada penelitian ini lapisan ZnO:Ag telah berhasil dideposisi di atas substrat kaca menggunakan teknik spray coating dengan variasi doping persen Ag sebanyak 2%, 3%, 4% dan 5%. Lapisan tipis ZnO:Ag selanjutnya digunakan untuk mendegradasi pewarna methylene blue 10 ppm dengan bantuan dari cahaya ultraviolet.
Larutan ZnO:Ag disintesis dengan melarutkan Zinc acetate dehydrate (Zn(COOCH3)2.2H2O ke dalam larutan isopropanol ((CH3)2CHOH) lalu ditambahkan monoethanolamine (MEA: HOCH2CH2NH2) dan silver nitrat pada temperatur ruang dengan konsentrasi dari Zinc acetate 0,3 M dan perbandingan molar dari MEA dan ZnAc yaitu 1:1. Kemudian larutan diaduk menggunakan pengaduk magnetik pada temperatur 70oC selama 60 menit hingga didapatkan larutan yang jernih dan homogen. Selanjutnya gel ZnO:Ag disemprotkan pada substrat kaca yang telah dipanasi sampai temperatur 400oC.
Sifat optik lapisan ZnO:Ag dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doping perak yang diberikan pada ZnO dapat meningkatkan aktifitas fotokatalis karena akan menahan laju kombinasi. Selain itu, semakin besar konsentrasi Ag yang di doped, maka semakin kecil celah pita energi yang membuat semakin mudahnya eksitasi elektron dari pita valensi ke pita konduksi. Hasil uji aktifitas fotokatalis ZnO:Ag telah mampu mendegradasikan Methylene blue hingga 91,37%.
Kata kunci : Fotokatalis, Spray coating, ZnO:Ag , Celah pita energi, Methylene blue.
Penelitian tentang pemanfaatan teknologi plasma untuk menghambat pertumbuhan populasi bakteri dan jamur dalam beras telah dilakukan. Teknologi plasma digunakan untuk memproduksi ozon dengan konsentrasi yang diharapkan. Ozon yang dihasilkan dimanfaatkan untuk eksposur (pemaparan) pada beras.
Reaktor plasma penghasil ozon merupakan reaktor Dielectric Barrier Discharge (DBD) dengan konfigurasi multi point bidang. Tegangan operasi High Voltage (HV) AC sebesar 13kV dan frekuensi 6.25 kHz. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan pada setiap perlakuan. Variasi waktu eksposur (pemaparan) yang digunakan adalah 0, 30, 60, 90, dan 120 menit. Total bakteri dan kapang (jamur) dihitung menggunakan metode uji TPC (Total Plate Count) dengan media tanam nutrient broth untuk bakteri dan Potato Dextrose Agar untuk kapang (jamur).
Ozon yang dihasilkan dengan teknologi plasma dapat mengurangi populasi bakteri dan kapang (jamur) dalam beras. Paparan selama 90 menit dapat menghilangkan 58.41% populasi bakteri, dan 26.23% populasi kapang (jamur). Melalui analisis sidik ragam diketahui bahwa, perlakuan ozon berpengaruh nyata terhadap total bakteri baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1% (P<0.05). Namun sebaliknya, perlakuan terhadap kapang (jamur) tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, bahkan pada taraf signifikansi 5 % (P>0.05).