jerami padi ≤ 30%.
Kata kunci : Serabut kelapa, Jerami padi, H2SO4, Perlakuan pendahuluan
Telah dilakukan distilasi uap rimpang temu kunci dari daerah Bandungan, Jawa Tengah dan identifikasi minyak atsiri yang dihasilkan menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrometer (GC-MS). Komponen minyak atsiri temu kunci daerah Bandungan dibandingkan dengan komponen minyak atsiri temu kunci daerah Karanganyar dan Wonogiri. Penelitian diawali dengan distilasi uap rimpang temu kunci yang telah dipotong-potong selama 5 jam. Identifikasi sifat fisis minyak atsiri meliputi indeks bias, berat jenis, dan putaran optik. Identifikasi minyak atsiri menggunakan GC-MS menunjukkan adanya 18 komponen minyak atsiri. Dalam penelitian ini, ada enam puncak komponen yang diidentifikasi, yaitu α-pinene, camphene, 1,8-cineole, trans-β-ocimene, linalool, dan camphor. Komponen minyak atsiri camphene, 1,8-cineole, trans-β-ocimene, dan camphor juga ditemukan dalam temu kunci daerah Karanganyar dan Wonogiri, seperti tertulis dalam penelitian Arniputri. Komponen minyak atsiri α-pinene dan linalool hanya terdapat dalam temu kunci daerah Bandungan saja.
Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks Co(II)-
EDTA dan Co(II)-sulfanilamide. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan senyawa
kompleks dari logam kobal dengan ligan EDTA dan sulfanilamide dan mengetahui karakter
antara senyawa kompleks Co(II)-EDTA dan Co(II)-sulfanilamide. Sintesis senyawa kompleks
meramalkan data sesuai dengan kebutuhan dan perlu membandingkan metode