pusat divalen logam transisi deret pertama d8, yaitu Ni2+dengan perbandingan mol
ion pusat dengan ligan adalah 1:3. Senyawa kompleks bisasetilasetonatodiaquonikel (II) dibuat dengan memodifikasi metode Pawlikowski. Ion pusat Ni2+bersumber dari senyawa NiCl2.6H2O dan menggunakan ligan
asetilasetonato.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gugus O pada asetil aseton yang terkoordinasi pada ion pusat Ni2+
membentuk kompleks [Ni(acac)2(H2O)2]. Spektra UV-Vis menghasilkan serapan maksimum untuk kompleks
[Ni(acac)2(H2O)2] dalam pelarut metanol pada 294,5 nm, dengan energi transisi
sebesar 406,7150 KJmol-1, dan rendemen 19,26 %, kompleks [Ni(acac)2(H2O)2]
dalam pelarut etanol pada 294,5 nm, dengan energi transisi sebesar 406,7150
KJmol-1, dan rendemen 18,69 % sedangkan kompleks [Ni(acac)2(H2O)2] dalam
pelarut aseton pada 293 nm, dengan energi transisi sebesar 408,7972 KJmol-1, dan