Kakao merupakan komoditas ekspor unggulan dari Indonesia. Harga kakao dari waktu ke waktu mengalami fluktuasi. Prediksi harga Kakao yang akurat sangat penting untuk memastikan harga di masa depan dan membantu pengambilan keputusan. Data harga kakao bersifat nonstasioner dan nonlinier, maka untuk membuat prediksi yang akuratditerapkan model Artificial Neural Network (ANN). Salah satu jenis dari ANN adalah Long Short-Term Memory (LSTM) yang. LSTM memiliki kinerja unggul untuk prediksi berbasis time series. Metode Optimasi digunakan adalah Root Mean Square Propagation, dan Adaptive Moment Estimation. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai Means Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Penelitian ini menggunakan GUI R-Shiny untuk mempermudah penggunaan LSTM bagi pengguna yang kurang menguasai bahasa pemrograman. Berdasarkan hasil, model Long ShortTerm Memory dengan metode optimasi Adaptive Moment Estimation lebih optimal dibandingkan Long Short-Term Memory dengan Root Mean Square Propagation dilihat dari nilai MSE dan nilai MAPE yang lebih kecil. Penelitian ini menggunakan 27 kombinasi hyperparameter. Hasil prediksi dengan LSTM menggunakan GUI R-Shiny memiliki tingkat akurasi yang berbeda pada setiap percobaan. Nilai akurasi yang terbaik adalah percobaan dengan nilai MSE sebesar 491505,1 dan nilai MAPE sebesar 1,739155 % . Peramalan Harga Kakao untuk periode November sampai Desember 2021 cenderung mengalami penurunan. Kata Kunci : Harga Kakao, Peramalan, Long Short-Term Memory, Root Mean Square Propagation, Adaptive Moment Estimation, GUI R-Shiny
Kasus stunting di Indonesia merupakan masalah yang sudah mengakar sejak dahulu. Salah satu upaya dalam mengatasi masalah ini adalah melalui program percepatan penurunan stunting untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan juga untuk penurunan prevalensi stunting atau balita pendek. Pada praktiknya status gizi didapatkan melalui pengukuran antropometri di posyandu atau melalui puskesmas. Umumnya indeks yang digunakan untuk menentukan status gizi balita stunting adalah indeks TB/U atau tinggi badan dibanding dengan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes Classifier dengan pengujian K-Fold Cross Validation pada klasifikasi status gizi balita stunting. Sistem pengolahan data menggunakan Graphical User Interface (GUI-R) agar dapat memudahkan proses analisis dengan mengimplementasikan Shiny Package pada program Rstudio. Hasil akurasi menggunakan Naïve Bayes Classifier dengan pengujian 10-Fold Cross Validation memperoleh akurasi tertinggi pada iterasi ke-8 dengan akurasi sebesar 95,14%, sedangkan akurasi terendah berada pada iterasi ke-3 dengan akurasi sebesar 81,73%. Secara keseluruhan rata-rata akurasi pada setiap iterasi didapat sebesar 88,53%. Kata Kunci: Stunting, Data Mining, Naive Bayes Classifier, K-Fold Cross Validation, Shiny Package
Coronavirus Disease-2019 atau yang dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu penyakit menular yang awalnya terjadi di Wuhan dan diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2). Penyakit menular ini disebabkan oleh jenis kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia yang disebut Coronavirus. Kualitas dari penanganan pasien Covid-19 dapat dilihat dari waktu yang dibutuhkan pasien hingga mengalami perbaikan klinis dan dinyatakan dapat keluar dari rumah sakit. Untuk menganalisis data dengan waktu sampai terjadinya suatu peristiwa tertentu sebagai variabel respon dapat dianalisis menggunakan analisis survival. Pada penelitian ini membahas mengenai laju perbaikan kondisi klinis penderita Covid-19 menggunakan analisis survival dengan pendekatan multiple period logit. Pendekatan logit yang disebut multiple period logit digunakan karena variabel prediktor dalam penelitian tersebut dapat berubah setiap waktu pengamatan hingga terjadi event. Data penelitian diperoleh dari rekam medis RSUD Depok yang merupakan data pasien Covid-19 yang pernah menjalani rawat inap periode September 2021. Variabel dependen terdiri dari lama waktu rawat inap dan status pasien (sembuh atau tersensor) sedangkan variabel independennya yaitu usia, jenis kelamin, gejala, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, jumlah denyut nadi, respirasi, suhu, saturasi, kondisi penyerta, dan merokok. Data tersebut terdiri dari 68 pasien dengan 53 pasien pulang dalam keadaan membaik. Hasil analisis dengan pendekatan multiple period logit diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi perbaikan laju kondisi klinis pasien Covid-19 yaitu usia, gejala, respirasi, dan kondisi penyerta. Kata Kunci: COVID-19, Multiple Period Logit, Survival
PT Taspen merupakan perusahaan negara yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun pegawai negeri sipil. Untuk memperoleh dana pensiun, para penerima taspen diwajibkan untuk melakukan absensi dengan cara otentikasi setiap awal bulan di bank atau kantor pos terdekat. Otentikasi Taspen adalah sebuah aplikasi taspen yang bertujuan untuk mempermudah penerima taspen agar tidak perlu ke bank untuk melakukan otentikasi wajah dan sidik jari guna mendapatkan tabungan. Pengujian ini dilakukan untuk mengevaluasi kepuasan pengguna yang sebagian besar merupakan orang tua atau masyarakat awam dalam menggunakan Aplikasi Otentikasi Taspen. Pengujian dilakukan dengan Usability testing menggunakan metode System Usability Scale merupakan salah satu cara untuk mengetahui nilai kegunaan suatu aplikasi dengan melibatkan partisipan pengujian. Pengujian dilakukan dengan membandingkan 2 (dua) kelompok uji yaitu kelompok pensiunan dan kelompok wali pensiun. Hasil nilai System Usability Scale pada kelompok pensiunan adalah 57. Dengan nilai tersebut, maka Aplikasi Otentikasi Taspen jika dilihat dari sisi Acceptable nya dikategorikan sebagai “marginal” yang tidak bisa diterima oleh kelompok pensiunan. Karena pada sisi Grade nya Aplikasi Otentikasi Taspen masuk ke dalam kategori “D”. Kemudian untuk hasil nilai System Usability Scale pada kelompok wali pensiun adalah 74. Dengan nilai tersebut, maka Aplikasi Otentikasi Taspen jika dilihat dari sisi Acceptable nya dikategorikan sebagai “Acceptable” yang berarti Aplikasi dapat diterima dengan Grade “B” oleh kelompok wali pensiun. Dan hasil nilai System Usability Scale secara keseluruhan dengan menggabungkan nilai dari kelompok pensiunan dan wali pensiun adalah 65,5. Dengan nilai tersebut, maka Aplikasi Otentikasi Taspen jika dilihat dari sisi Acceptable nya dikategorikan sebagai “marginal” yang bisa diterima. Karena pada sisi Grade nya Aplikasi Otentikasi Taspen masuk ke dalam kategori “C”. Maka hasil pengujian menunjukkan penggunaan Aplikasi Otentikasi Taspen efektif dapat diterima oleh pengguna, namun bagi kelompok pensiunan masih belum bisa diterima. Kata kunci: Pengujian. Usability Testing, System Usability Scale, Taspen, Aplikasi, Acceptable, Grade
Fitsoul Gym Fitness Center merupakan usaha yang bergerak dibidang jasa sebagai penyedia fasilitas olahraga yang dapat digunakan untuk melatih dan mempertahankan kebugaran jasmani. Pelayanan Fitsoul Gym yang tersedia selama ini diantaranya pendaftaran anggota, absensi anggota, pengambilan paket latihan, serta penjualan suplemen dan air minum. Pendataan pelayanan Fitsoul Gym selama masih menggunakan media tulis dalam pencatatannya yaitu pada buku anggota, buku absensi, dan buku penjualan menyebabkan pengolahan data oleh pemilik dan karyawan tidak efisien. Data terpisah ini akan memungkinkan terjadinya kehilangan dan kerusakan data serta sulitnya melakukan pemantuan perkembangan anggota dan penjualan. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi Manajemen Keanggotaan Fitsoul Gym berbasis web yang dikembangkan dengan model proses pengembangan waterfall, bahasa pemograman PHP, framework CodeIgniter, dan manajemen basis data MySQL menggunakan XAMPP yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi permasalahan pada Fitsoul Gym. Sistem dengan layanan akses secara online ini dimanfaatkan dalam proses pendaftaran anggota baru, absensi anggota, pengambilan paket latihan, penjualan suplemen dan air minum, pencatatan keuangan, serta pengunduhan laporan rekapitulasi. Sistem ini diuji menggunakan pengujian black box, berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem sudah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan fungsional sistem. Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen Keanggotaan Fitsoul Gym, waterfall, pengujian black box
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah bentuk pelayanan kepada pengguna SPBE dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Diskominfo Kabupaten Sukoharjo telah menyadari peran SPBE dalam mendukung berbagai sektor pembangunan. Dengan adanya kegiatan evaluasi tata kelola TI, maka dapat dilakukan sebuah penilaian penerapan SPBE dengan menggunakan pengukuran level kapabilitas. Dari hasil pengukuran level kapabilitas tersebut, maka dapat memberikan rekomendasi untuk mencapai penerapan SPBE secara optimal berdasarkan hasil analisa kesenjangan. Evaluasi tata kelola TI mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 yang dapat mempermudah dalam memilih domain yang digunakan dalam proses identifikasi level kapabilitas dengan menggunakan desain faktor. Tiga domain yang didapatkan dari hasil pemetaan desain faktor yaitu APO04-Managed Innovation, APO11-Managed Quality, dan DSS02- Managed Service Requests and Incidents. Nilai kesenjangan pada domain APO04 adalah 2. Kondisi domain APO04 saat ini berada di level 2 sedangkan level target adalah 4. Rekomendasi untuk domain APO04 adalah pemberian rekomendasi inisiatif lebih lanjut, pemantauan implementasi, dan penggunaan inovasi. Nilai kesenjangan pada domain APO11 adalah 4. Kondisi domain APO11 saat ini berada di level 1 sedangkan level target adalah 5. Rekomendasi untuk domain APO11 adalah peningkatan segala aspek dalam membangun sistem manajemen mutu (QMS). Nilai kesenjangan pada domain DSS02 adalah 5. Kondisi domain DSS02 saat ini berada di level 0 sedangkan level target adalah 5. Rekomendasi untuk domain DSS02 adalah peningkatan beberapa aspek dalam penanganan suatu kejadian dan permintaan layanan. Kata Kunci: Evaluasi, Tata Kelola, SPBE, Diskominfo, COBIT 2019.