Berbagai peristiwa memiliki permasalahan yang berbeda-beda sehingga perlu adanya proses pengambilan keputusan (MCDM) dalam menentukan kebijakan yang akan diambil. Terdapat berbagai metode untuk masalah MCDM salah satunya yaitu Analytical Hierarchy Process yang merupakan model pengambilan keputusan dengan menguraikan masalah multi kriteria kompleks menjadi hierarki permasalahan terstruktur dan sistematis. Fuzzy AHP-linear assignment menggabungkan tiga metode yaitu logika fuzzy untuk memecahkan masalah pemilihan dan analisis struktur hierarkis pada metode AHP, kemudian metode AHP untuk memperoleh bobot kriteria dalam pengambilan keputusan dan metode linear assignment untuk memperoleh perangkingan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses dalam pengambilan keputusan multi kriteria (MCDM) pada analisis pengambilan keputusan FAHP - linear assignment dan implementasinya sehingga didapatkan perbandingan hasil perhitungan FAHP - linear assignment dengan F-AHP. Dengan menggunakan F-AHP linear assignment akan ditentukan perangkingan pada evaluasi kinerja karyawan UD BAS dengan mengolah data penilaian karyawan UD BAS sehingga diperoleh hasil A A A A A 2 1 3 5 4 dengan alternatif terbaik A2 dan penugasannya P1 sedangkan dengan F-AHP diperoleh hasil yaitu A A A A A 2 4 5 3 1 dengan alternatifnya A2 . Hasil perangkingan sedikit berbeda dikarenakan metode perangkingan pada F-AHP dilakukan dengan mengambil bobot kriteria yang tertinggi saja sehingga bergantung pada jumlah seluruh bobot kriteria untuk setiap alternatif sedangkan dengan metode FAHP–linear assignment dapat mengurangi subjektivitas dengan menghitung secara langsung pendekatan relatif dari setiap alternatif untuk solusi yang optimal serta memberikan peringkat preferensi umum dari alternatif untuk kriteria sehingga memberikan penugasan yang optimal untuk setiap alternatif. Akan tetapi, perhitungan dengan kedua metode tersebut memberikan hasil yang sama. Kata kunci: fuzzy AHP, linear – assignment, pengambilan keputusan, penilaian kinerja karyawan, perangkingan. triangular fuzzy number
Peramalan banyak digunakan untuk meramalkan masa depan dengan data historis, salah satunya adalah peramalan fuzzy time series. Pada penelitian kali ini digunakan chen fuzzy time series dengan modifikasi subinterval menggunakan picture fuzzy clustering untuk meramalkan data indeks harga saham gabungan (IHSG). Pada tahap picture fuzzy clustering, dilakukan inisiasi parameter, pembangkitan nilai awal derajat keanggotaan, lalu menjalankan iterasi sampai nilai error tercapai dan atau melampaui. Algoritma metode tersebut dapat menghasilkan error sebesar 0.85% menggunakan average forecasting error rates (AFER). Kata kunci: AFER, chen fuzzy time series, IHSG, picture fuzzy clustering.
Berbagai peristiwa memiliki permasalahan yang berbeda-beda sehingga perlu adanya proses pengambilan keputusan (MCDM) dalam menentukan kebijakan yang akan diambil. Terdapat berbagai metode untuk masalah MCDM salah satunya yaitu Analytical Hierarchy Process yang merupakan model pengambilan keputusan dengan menguraikan masalah multi kriteria kompleks menjadi hierarki permasalahan terstruktur dan sistematis. Fuzzy AHP-linear assignment menggabungkan tiga metode yaitu logika fuzzy untuk memecahkan masalah pemilihan dan analisis struktur hierarkis pada metode AHP, kemudian metode AHP untuk memperoleh bobot kriteria dalam pengambilan keputusan dan metode linear assignment untuk memperoleh perangkingan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses dalam pengambilan keputusan multi kriteria (MCDM) pada analisis pengambilan keputusan FAHP - linear assignment dan implementasinya sehingga didapatkan perbandingan hasil perhitungan FAHP - linear assignment dengan F-AHP. Dengan menggunakan F-AHP linear assignment akan ditentukan perangkingan pada evaluasi kinerja karyawan UD BAS dengan mengolah data penilaian karyawan UD BAS sehingga diperoleh hasil A A A A A 2 1 3 5 4 dengan alternatif terbaik A2 dan penugasannya P1 sedangkan dengan F-AHP diperoleh hasil yaitu A A A A A 2 4 5 3 1 dengan alternatifnya A2 . Hasil perangkingan sedikit berbeda dikarenakan metode perangkingan pada F-AHP dilakukan dengan mengambil bobot kriteria yang tertinggi saja sehingga bergantung pada jumlah seluruh bobot kriteria untuk setiap alternatif sedangkan dengan metode FAHP–linear assignment dapat mengurangi subjektivitas dengan menghitung secara langsung pendekatan relatif dari setiap alternatif untuk solusi yang optimal serta memberikan peringkat preferensi umum dari alternatif untuk kriteria sehingga memberikan penugasan yang optimal untuk setiap alternatif. Akan tetapi, perhitungan dengan kedua metode tersebut memberikan hasil yang sama. Kata kunci: fuzzy AHP, linear – assignment, pengambilan keputusan, penilaian kinerja karyawan, perangkingan, triangular fuzzy number
Masalah transportasi merupakan proses pendistribusian suatu barang dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan. Tujuan dari masalah transportasi yaitu untuk meminimalkan biaya transportasi. Dalam menyelesaikan masalah transportasi terdapat dua tahap yaitu menentukan solusi fisibel awal dan menentukan solusi optimal. Pada skripsi ini, akan dibahas tentang solusi fisibel awal dari metode Weighted Opportunity Cost (WOC). Untuk menentukan solusi optimalnya menggunakan metode Stepping Stone. Dalam menyelesaikan Skripsi ini dilakukan study kasus dan didapatkan biaya transportasi yang lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan perusahaan. Kata kunci : Masalah Transportasi, Solusi Fisibel Awal, Solusi Optimal, Metode Weighted Opportunity Cost, Metode Stepping Stone
Metode Trapezoidal Fuzzy AHP merupakan gabungan antara metode Trapezoidal Fuzzy dengan metode AHP yang menggunakan Trapezoidal Fuzzy Number. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi pemilihan supplier dengan menggunakan metode Trapezoidal Fuzzy AHP. Evaluasi pemilihan supplier digunakan perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing, karena berkaitan dengan kemampuan memasok dan menyediakan pengiriman yang singkat, serta kontinuitas produksi. Evaluasi pemilihan supplier berdasarkan kualitas produk bahan yang ditawarkan, harga dan ketepatan waktu kirim. Penelitian ini dilakukan pada AW Frozen Food yang merupakan supplier frozen food. Dari hasil simulasi numerik, dihasilkan supplier terbaik di AW Frozen Food yaitu PT. So Good Food yang memiliki bobot prioritas sebesar 0,477 (47,7%).
Jaringan saraf tiruan merupakan teknik dalam machine learning yang menirukan cara kerja sistem neuron pada otak manusia. Dengan bantuan algoritma backpropagation dan pengoptimal gradient descent, model jaringan saraf tiruan mampu belajar dari data untuk menghasilkan prediksi yang lebih baik. Tugas akhir ini membahas tentang jaringan saraf tiruan yang belajar menggunakan algoritma backpropagation dengan pengoptimal gradient descent. Model jaringan saraf tiruan diterapkan pada kasus klasifikasi biner yang mengklasifikasikan antara pasien rawat inap dan pasien rawat jalan dan menghasilkan model dengan 76% akurasi. Kata Kunci: Jaringan Saraf Tiruan, Algoritma Backpropagation, Gradient Descent, Klasifikasi Biner
Pada era globalisasi ini, saham merupakan investasi yang dapat memberikan keuntungan tinggi namun meberikan resiko yang tinggi pula karena harga saham mengalami perubahan setiap harinya atau bersifat fluktuatif. Pergerakan harga saham yang naik serta turun dalam kurun waktu yang cepat ini dinamakan volatilitas. Pada penelitian ini akan menganalisis peramalan volatilitas harga saham menggunakan model Maximal Overlap Discrete Wavelet Transform – Generalized Autoregressive Conditionally Heteroskedasticity (MODWT-GARCH). MODWTGARCH merupakan gabungan model MODWT dan model GARCH. Proses MODWT digunakan untuk pre-processing yaitu mendekomposisikan data runtun waktu dengan menggunakan Tranformasi Wavelet Daubechies 4 (db4) sedangkan proses GARCH digunakan dalam meramalkan data runtun waktu pada data hasil dekomposisi MODWT. Tujuan dari penelitian ini guna menunjukkan bahwa penggunaan dalam menggabungkan model untuk meramalkan data dengan MODWT-GARCH memberikan hasil peramalan yang lebih akurat dibandingkan mengunakan model GARCH. Hasil peramalan data IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada periode Januari 2016 – Desember 2020 diperoleh peramalan MODWT-GARCH(1,1) lebih akurat yang memiliki rata-rata 99,99% mendekati nilai aktual dengan nilai MSE sebesar 4,227127 dan MAPE yaitu 0,091533 lebih kecil dari MSE GARCH(1,1) yaitu sebesar 38,75482 dan MAPE yaitu 0,700310. Kata kunci: GARCH, IHSG, MODWT-GARCH, Volatilitas
Masalah penugasan fuzzy merupakan salah satu permasalahan khusus dari pemograman linier dengan tujuan mengalokasikan pekerja pada pekerjaan secara satusatu. Pada Tugas akhir ini membahas jika terjadi masalah penugasan fuzzy tidak seimbang menggunakan metode Rabbani dan metode Ones Assignment dengan mengonversikan bilangan fuzzy triangular menggunakan metode Robust’s Ranking terlebih dahulu. Lalu akan ditunjukkan juga perbedaan antara metode Rabbani dan Ones Assignment pada masalah penugasan fuzzy tidak seimbang. Kata kunci: Masalah Penugasan Fuzzy, Masalah Penugasan Fuzzy Tidak Seimbang, Bilangan Triangular Fuzzy, Robust’s Ranking, Metode Rabbani, Metode Ones Assignment.
Masalah inventori merupakan salah satu hal penting dalam suatu instansi atau individu yang bergerak dalam distribusi. Masalah yang ada di dunia nyata adalah sering terjadinya jumlah permintaan secara acak sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengestimasi biaya inventori. Skripsi ini membahas tentang model persediaan untuk multi-product dengan permintaan tiap jenis barang bersifat probabilistik yaitu terjadi secara tidak pasti dan tidak dapat ditentukan sebelumnya serta menggunakan sistem backorder dan diskon. Model inventori multi-product diselesaikan menggunakan metode pemesanan secara periodik. Metode ini bertujuan untuk memperoleh periode pemesanan dan jumlah persediaan yang optimal serta menentukan total biaya persedian yang minimal. Simulasi numerik diberikan untuk mengilustrasikan model. Model persediaan ini diaplikasikan pada Toko CK dan diperoleh hasil bahwa terjadi penghematan total biaya inventori sebesar 0,3% per bulan atau 2,8% per tahunnya. Kata kunci : Model Inventori, Probabilistik, Multi-Product, Backorder.Masalah inventori merupakan salah satu hal penting dalam suatu instansi atau individu yang bergerak dalam distribusi. Masalah yang ada di dunia nyata adalah sering terjadinya jumlah permintaan secara acak sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengestimasi biaya inventori. Skripsi ini membahas tentang model persediaan untuk multi-product dengan permintaan tiap jenis barang bersifat probabilistik yaitu terjadi secara tidak pasti dan tidak dapat ditentukan sebelumnya serta menggunakan sistem backorder dan diskon. Model inventori multi-product diselesaikan menggunakan metode pemesanan secara periodik. Metode ini bertujuan untuk memperoleh periode pemesanan dan jumlah persediaan yang optimal serta menentukan total biaya persedian yang minimal. Simulasi numerik diberikan untuk mengilustrasikan model. Model persediaan ini diaplikasikan pada Toko CK dan diperoleh hasil bahwa terjadi penghematan total biaya inventori sebesar 0,3% per bulan atau 2,8% per tahunnya. Kata kunci : Model Inventori, Probabilistik, Multi-Product, Backorder.
Masalah transportasi adalah masalah khusus yang diformulasikan sebagai prosedur khusus untuk mendapatkan biaya transportasi minimum. Setiap perusahaan memiliki tujuan yaitu mendapatkan keuntungan, khususnya perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian. Faktor distribusi berkaitan erat dengan permasalahan biaya, karena kegiatan tersebut adalah sarana yang digunakan untuk mendistribusikan barang. Oleh karena itu dengan menggunakan metode transportasi akan ditentukan pengalokasian barang dan didapatkan biaya minimum transportasi yang dikeluarkan. Metode Weighted Arithmetic Mean (WAM) merupakan salah satu metode baru dalam masalah transportasi untuk mendapatkan solusi optimal. Penelitian ini mengembangkan salah satu metode statistika untuk menemukan solusi optimal pada masalah transportasi yaitu dengan menggunakan Weighted Arithmetic Mean (WAM). Metode WAM dapat digunakan untuk menentukan solusi fisibel awal dan solusi optimal. Konsep metode WAM dalam menentukan solusi fisibel awal adalah dengan menggunakan perhitungan rata-rata dengan memberikan bobot yang berbeda pada data yang ada pada tabel transportasi. Uji optimalisasi yang dilakukan dengan metode WAM prinsipnya mirip dengan metode Stepping Stone, yaitu menggunakan jumlah bobot yang ditetapkan dalam matriks biaya transportasi dan menemukan selisih bersih bobot sel kosong untuk memeriksa apakah solusinya optimal atau tidak. Kata Kunci : Masalah Transportasi, Solusi Fisibel Awal, Solusi Optimal, Weighted Arithmetic Mean (WAM), Stepping Stone