Alcaligenes, namun isolat AA2 belum dapat diidentifikasi. Hasil uji resistensi
paling disukai oleh panelis dan sudah memenuhi kriteria Standar Nasional
ndonesia (SNI) untuk yoghurt dengan aroma yang cukup disukai, rasa asam/khas
dan tekstur yang cukup kental dengan jumlah total BAL 2,4 x 108
CFU/ml, kadar asam laktat 1,3% dan pH 4,2.
Kata kunci : prebiotik, probiotik, inulin, umbi dahlia, yoghurt sinbiotik, lactobacillus bulgaricus,
streptococcus termophilus, lactobacillus acidopilus
Polychaeta merupakan biota yang menjadi salah satu komponen rantai makanan di laut. Memiliki perbedaan toleransi, sehingga sering dijadikan sebagai indikator perubahan kualitas perairan. Penelitian ini mengkaji komposisi polychaeta yang meliputi, kelimpahan, dominasi, keanekaragaman, keseragaman dan juga pola sebarannya pada dua lokasi yang berbeda yaitu vegetasi mangrove dan kawasan budidaya tambak. Lokasi dipilih dengan melihat perbedaan penggunaan lahan di pesisir Mangkang Kulon Kecamatan Tugu, Semarang. Selanjutnya ditetapkan masing-masing lokasi menjadi dua stasiun. Lokasi vegetasi mangrove terdiri atas satasiun satu (MS01) berada pada tepi sungai irigasi dan stasiun dua (MS02) tidak dialiri sungai dan terisolir oleh tanggul pantai. Lokasi budidaya ikansistemtambak terdiri dari stasiun satu (BS01) tidak terkena pasang surut air laut secara langsung dan stasiun dua (BS02) berada di bibir pantai dan terkena pasang surut air laut secara langsung. Pelaksanaan pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2012. Analisis parameter fisika-kimia terhadap sampel air dan substrat dilakukan langsung di lapangan dan di laboratorium. Sampel polychaeta diperoleh melalui penyaringan substrat menggunakan saringan bentos berukuran 1 mm. Identifikasi dilakukan sampai tingkat genus. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah genus, kelimpahan, dominasi, keanekaragaman, keseragaman dan juga pola sebarannya dalam tiap stasiun. Secara keseluruhan ditemukan 15 genus yang berasal dari 8 famili polychaeta yaitu Capitellidae, Nereididae, Spionidae, Dorvillidae, Lumbrineridae, Cirratulidae, Oenoidae dan Sabellidae. Indeks kelimpahan polychaeta diatas 500 ind./m2. Indeks keanekaragaman (H') relatif sedang (1,332-2,073). Nilai indeks keseragaman (E) tinggi (>0,6) dan tidak ada genus dominan dengan indeks dominasi (D) rendah (<0,5). Pola sebaran bersifat seragam (Id: <1). Perbedaan lokasi pengambilan sampel berpengaruh terhadap komposisi dan pola sebaran polychaeta dan juga terhadap nilai pH, turbiditas, temperatur, salinitas dan DO. Sedangkan rentang waktu ulangan pengambilan sampel tidak mempengaruhi komposisi dan pola sebaran polychaeta maupun faktor fisika-kimia perairan tersebut. Capitellidae merupakan polychaeta oportunistik yang lebih banyak ditemukan pada kawasan budidaya tambak (70-81%) dibandingkan pada kawasan vegetasi mangrove (59-72%).