Suplementasi kapsul Vitamin A pada anak umur 6-59 bulan dan ibu nifas bertujuan tidak hanya untuk pencegahan kebutaan tetapi juga untuk penanggulangan kurang Vitamin A (KVA). Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang berdaya ungkit tinggi bagi pencegahan kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kejadian kesakitan dan kematian pada balita.
Suplementasi kapsul vitamin A pada anak Umur 6-59 bulan dan ibu nifas bertujuan tidak hanya untuk pencegahan kebutaan tetapi juga untuk penanggulangan Kurang Vitamin A(KVA). Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang berdaya ungkit tinggi bagi pencegahan kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kejadian kesakitan dan kematian pada balita.
Suplementasi kapsul Vitamin A pada anak umur 6-59 bulan dan ibu nifas bertujuan tidak hanya untuk pencegahan kebutaan tetapi juga untuk penanggulangan
Salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang Kesehatan 2010-2014 adalah menurunkan prevalensi balita gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 15% dan menurunkan pravelelnsi balita pendek menjadi setinggi-tingginya 32%. Upaya Kementrian Kesehatan untuk meningkatkan status gizi balita menunjukkan hasil yang menggembirakan, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita gizi kurang yang berhasil diuturunkan dari 18,4% tahun 2007 menjadi 17,9% tahun 2010 dan prevalensi balita pendek turun dari 36,8% tahun 2007 menjadi 35,6 tahun 2010. Hasil tersebut secara nasional telah mendekati pencapaian target prevalensi gizi kurang yang ditetapkan dalam Milenium Development Goals (MDGs) yaitu 15,5% pada tahun 2015.
During the last decades, use of ultrasonography became increasingly common in medical practice and hospitals around the world, and a large number of scientific publications reported the benefit and even the superiority of ultrasonography over commonly used X-ray techniques, resulting in significant changes in diagnostic imaging procedures.rnWith increasing use of ultrasonography in medical settings, the need for education and training became essential. WHO took up this challenge and in 1995 published its first training manual in ultrasonography. Soon, however, rapid developments and improvements in equipments and indications for the extension of medical ultrasonography into therapy indicated the need for a totally new ultrasonography manual.
Penyakit infeksi tropik pada anak masih merupakan masalah di negara berkembang pada umumnya. Buku ini menguraikan tentang penyakit-penyakit infeksi tropik anak, mengenai sejarah, etiologi, epidemiologi, patogenesis, manifestasi klinik, diagnosis banding, komplikasi, penanganan/pengobatan, dan pencegahannya.rnPenyakit-penyakit yang masih merupakan masalah antara lain : demam tifoid, difteri, morbili, malaria, demam berdarah dengue, hepatitis virus B, sindrom imunodefisiensi dapatan (AIDS), dan lain-lain.
Lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, yaitu hubungan yang bersifat memberi dukungan terhadap kehidupan, sebaliknya juga terjadi penurunan kualitas lingkungan yang dipengaruhi oleh suatu konsekuensi kegiatan manusia yang tidak dapat dihindari yaitu timbulnya limbah dan residu, maupun kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan bahaya/gangguan bagi manusia, seperti karena lokasi, keadaan fisik, biologi, kemis, sosial maupun psikologis.rn
WHO's Health in the Green Economy series reviews the evidence about expected health impacts of climate change mitigation in key economic sectors. The sries identifies how investments and policies in areas such as housing, transport, and energy could yield significant health "co-benefits" and help prevent the growing burden of non-communicable disease. Exploring development options from this health perspective can help policymakers to better identify "win-win" strategies.
Hingga saat ini, Posyandu masih menjadi sarana penting di dalam masyarakat yang mendukung upaya pencapaian keluarga sadar gizi (KADARZI), membantu penurunan angka kematian bayi dan kelahiran, serta mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kegiatan di dalamnya meliputi kegiatan pemantauan pertumbuhan yang diintegrasikan denga pelayanan seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare, pelayanan kesehatan itu dan anak, pelayanan kontrasepsi, hingga penyuluhan dan konseling.rnrnBuku in berisi pedoman pelaksanaan kegiatan pada hari buka di Posyandu dan di luar hari buka Posyandu,serta materi yang dapat digunakan untuk penyuluhan kepada masyarakat.rn