Kegiatan-kegiatan penelitian sosial dan psikologis hampir tidak pernah dapat melepaskan diri dari penggunaan instrumen pengukuran data nonfisik. Data nonfisik yang harus diungkap dalam diri subjek penelitian seringkali tidak hanya berupa data objektif seperti data identitias nama, usia, jumlah anggota keluarga dan sebagainya akan meliputi pula data mengenai berbagai aspek psikologis seperti data mengenai prestasi belajar, intelegensia, sikap terhadap sesuatu, minat, motivasi beperestasi, semangat kerja, dan semcamnya.rnrnrnPengukuran terhadap aspek psikologis seperti termaksud tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan hanya dapat silakukan melalui pengukuran terhdap indikator-indikator perilaku yang merupakan refleksi ada-tidaknya aspek yang hendak diungkap dalam diri subjek, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Pelaksanaan Sepuluh Langkah Keberhasilan Menyusui di fasilitas kesehatan melindungi para ibu untuk mendapatkan segala bantuan dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyusui, dimulai pada saat pelayanan ibu hamil hingga setelah melahirkan. Dampak penerapan Sepuluh Langkah dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif telah terbukti, dan fakta-fakta yang mendukung semakin banyak. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2007, 46 persen kelahiran terjadi di fasilitas kesehatan, dan 79 persen dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih. Apabila Sepuluh Langkah Keberhasilan Menyusui diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia termasuk rumah sakit, klinik bersalin, fasilitas pelayanan kesehatan umum maupun swasta, sekitar dua juta bayi atau separuh dari jumlah bayi yang lahir setiap tahun di Indonesia akan mendapatkan hak mereka terhadap Inisiasi menyusui dini dan ASI eksklusif.
Buku ini merupakan pedoman teknis bagi tenaga nutrisionis/ahli hizi atau tenaga pelaksana gizi di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Desa dalam menggiatkan kembali surveilans gizi berbabsis masyarakat, melaksanakan pelacakan kasus dan penanganan sedini mungkin kasus gizi buruk termasuk pelaporannya. Langkah-langkah yang diuraikan secara rinci dalam buku pedoman ini perlu dilaksanakan secara sistematis dan terintegrasi sehingga semua balita yang berat badannya tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut, balita dengan berat badan dibawah garis merah (BGM) pada KMS, balita gizi kurang dan balita gizi buruk dapat terlacak dan tertangani secara komprehensif, baik promotif dan preventif maupun kuratif (perawatan dan pengobatan) maupun rehabilitatif (pemulihan gizi)
Buku ini merupakan pedoman teknis bagi tenaga nutrisionis/ahli gizi di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Desa dalam menggiatkan kembali surveilans gizi berbasis masyarakat, melaksanakan pelacakan kasus dan penanganan sedini mungkin kasus gizi buruk termasuk pelapoannya. Langkah-langkah yang diuraiakan secara rinci dalam buku pedoman ini perlu dilaksnakan secara sistematis dan terintegrasi sehingga semu balita yang berat badannya tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut, balita dengan berat badan di bawah garis merah (BGM) pada KMS, balita gizi kurang dan balita gizi buruk dapat terlacak dan tertangani secara komprehensif, baik promotif dan preventif maupun kuratif (perawatan dan pengobatan) maupun rehabilitatif (pemulihan gizi).
Suplementasi kapsul vitamin A pada anak umur 6-59 bulan dan ibu nifas bertujuan tidak hanya untuk pencegahan kebutaan tetapi juga untuk penanggulangan Kurang Vitamin A (KVA). Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang berdaya ungkit tinggi bagi pencegahan kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kejadian kesakitan dan kematian pada balita.
Suplementasi kapsul Vitamin A pada anak umur 6-59 bulan dan ibu nifas bertujuan tidak hanya untuk pencegahan kebutaan tetapi juga untuk penanggulangan Kurang Vitamin A (KVA. Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang berdaya ungkit tinggi bagi pencegahan kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kejadian kesakitan dan kematian pada balita.