Dilema penelitian kualitatif dan kuantitatif, terutama di bidang pendidikan, sebenarnya terpusat kepada masalah apakah ada hubungan antara paradigma penelitian dan tipe metodologi kedua jenis penelitian tersebut.rnrnJika penelitian kualitatif biasanya lebih menekankan kepada cara pikir yang lebih positivistis yang bertitik tolak dari fakta sosial yang ditarik dari realitas objektif, disamping asumsi teoritis lainnya, maka penelitian kualitatif bertitik tolak dari paradigma fenomenologis yang objektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati oleh individu atau kelompok sosial tertentu dan relevan dengan tujuan dari penelitian itu.
Setiap disiplin ilmu selalu memiliki kata atau istilah-istilah asing yang masih belum akrab di telinga kita. Termasuk ilmu Biologi yang memiliki banyak istilah 'Asing' dan harus di mengerti maknanya.rnrnIStilah Biologi dari hari ke hari selalu bertambah. Oleh karena itu pihak-pihak yang terkait dengan ilmu tersebut haruslah senantiasa mengikuti perkembangannya.rnrnUntuk memudahkan masalah itu maka dibutuhkan kamus lengkap. Buku kamus ini dianggap layak untuk dimiliki dan membantu kesulitan kita dalam rangka memahami istilah-istilah Biologi.
Bank, Pembangunan dan Lingkungan, merupakan tiga unsur penting yang kualitasnya selalu diharapkan untuk terus meningkat. Kualitas dan kinerja bank tentulah akan ikut menentukan kondisi perekonomian negara ini, lebih khusus lagi dapat memberi kontribusi yang besar terhadap pembangunan dalam arti yang luas, karena bank adalah agen pembangunan (<i>agent of development</i>. Denga begitu pembangunan diharapkan dapat terus berjalan sesuai dengan target-target yang diharapkan oleh seluruh <i>stakeholder</i> bangsa ini. Tentunya yang diharapkan adalah pembangunan yang berkelanjutan (<i>sustainable development</i>). Ironisnya, antara bank, pembangunan dan lingkungan sering berada dalam stigma yang kontradiktif.
Buku ini sangat tepat untuk menjadi orangtua pintar dalam menjag akesehatan anak-anak, sekaligus menjadi konsumen yang cerdas di masyarakat. Tanpa kita sadari, ketika anak kita sakit, pasti kita akan memikirkan jenis obatnya. Kita memang sangat tergantung pada obat, bahkan mendewakannya. Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan obat. Dari sekian penyakit yang kerap diderita pada masa kanak-kanak, hanya sebagian kecil yang membutuhkan obat.rnrnBuku ini merupakan panduan penanganan penyakit yang diderita anak-anak, yang diambil dari berbagai sumber,s eperti buku, <i>website</i>, dan pakar kesehatan terpercaya. Penulis berharap, kita dapat menjadi orangtua yang bertanggungjawab dan lebih bijak terhadap pemakaian obat maupun fasilitas kesehatan. hal ini bukan berarti bahwa kita harus memusuhi obat ataupun dokter, melainkan supaya kita bisa meminimalisisr efek negatif penggunaan obat.
Gizi buruk atau gizi salah (malnutrition) membawa dampak bukan hanya pada kehidupan anak-anak yang masih berusia muda, akan tetapi dapat terjadi pada semua golongan usia. Dampak buruk itu dapat termanifestasi dalam bentuk ringan dan berat. Gangguan tumbuh kembang fisik, rendahnya daya tahan terhadap penyakit, tingkat kecerdasan yang kurang dari seharusnya, prestasi kerj dan prestasi olahraga yang rendah adalah bentuk manifestasi dalam keadaan gizi, yang tidak optimal. Dengan kata lain, gizi buruk membawa dampak yang tidak menguntungkan terhadap berbagai aspek kehidupan suatu bangsa.rnrnrnGizi buruk atau gizi salah yang dapat terjadi pada manusia sejak masih dalam kandungan sampai mencapai usia lanjut itu, sesungguhnya dapat dicegah apabila setiap orang memahami penyebab dan cara menangkalnya. Dalam buku ini dibahas berbagai masalah gizi pada setiap kurun usia dalam daur hidup manusia, penyebab dan cara menangkalnya. rn
Pada zaman serba maju seperti sekarang, kita semakin disibukkan dengan berbagai rutinitas sehingga kita lupa terhadap kesehatan tubuh. Seolah-olah tiada sekat antara waktu makan, tidur, istirahat, bekerja, berolahraga, dan sebagainya. Dengan jadwal yang kacau balau, organ tubuh kita tentu akan berontak. Tapi ternyata organ-organ tubuh kita bekerja pada waktunya sendiri-sendiri. Atau dengan kata lain semua organ itu memiliki jam piket.rnrnJam piket organ-organ vital tubuh kita meliputi lambung, limpa, ginjal, hati, paru-paru, usus besar, dan jantung, yang akan dibahas secara lengkap. Sehingga kita bisa membuat pengaturan dalam menentukan aktivitas keseharian kita. Akhirnya tubuh sehatlah yang akan kita dapatkan.rnrn
Buku ini memberikan gambaran yang luas tentang Manajemen Kesehatan dan Rumah Sakit, KEsehatan dan Pengelolaan Kesehatan, Pengertian Manajemen Kesehatan, Pengelolaan Rumah Sakit, Organisasi Rumah Sakit, Kepemimpinan dalam Manajemen KEsehatan dan Rumah Sakit.rnrnDalam setiap organisasi mempunyai persamaan dasar dalam pengelolaan, walaupun dapat berbeda satu dengan yang lain dalam gaya pengelolaan. Misalnya, sebuah organisasi rumah sakit akan dikelola dengan gaya formal atau serius untuk menghasilkan pendapatan dibandingkan dengan organisasi kemahasiswaan yang dikelola dengan gaya informal atau tidak untuk menghasilkan pendapatan.
Membaca adalah bagian tidak terpisahkan dari budaya bangsa maju. Bangsa maju, adalah bangsa yang masyarakatnya memiliki kesejahteraan dan peradaban bangsa yang masyarakatnya memiliki kesejahteraan dan peradaban dengan kualitas hidup yang tinggi. Kita semua tahu bahwa bangsa atau negara maju, diantaranya adalah negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Cina, Jepang, Korea Selatan, dan lain-lainnya. Berbagai penelitian yang dilakukan bauik oleh organisasi internasional maupun nasional, menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memprihatinkan, bahkan di lingkup Asia Tenggara sekalipun Indonesia menduduki peringkat relatif rendah.rnrnrnBuku ini memotivasi setiap insan untuk gemar membaca dan menuju masyarakat literasi. Sesungguhnya disinilah peran pustakawan menggerakkan minta membaca (<i>reading interest</i> sampai pada tahap ketrampilan membaca (<i>reading skill</i>) sehingga memiliki kemampuan memaknai apa yang dibaca (literasi informasi). Membaca menyehatkan jiwa dan raga, karena banyak hal dapat dipelajari dan diaplikasikan untuk menjalani kehidupan dengan kualitas lebih baik.rn
Membaca adalah bagian tidak terpisahkan dari budaya bangsa maju. Bangsa maju, adalah bangsa yang masyarakatnya memiliki kesejahteraan dan peradaban bangsa yang masyarakatnya memiliki kesejahteraan dan peradaban dengan kualitas hidup yang tinggi. Kita semua tahu bahwa bangsa atau negara maju, diantaranya adalah negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Cina, Jepang, Korea Selatan, dan lain-lainnya. Berbagai penelitian yang dilakukan bauik oleh organisasi internasional maupun nasional, menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia memprihatinkan, bahkan di lingkup Asia Tenggara sekalipun Indonesia menduduki peringkat relatif rendah.rnrnrnBuku ini memotivasi setiap insan untuk gemar membaca dan menuju masyarakat literasi. Sesungguhnya disinilah peran pustakawan menggerakkan minta membaca (<i>reading interest</i> sampai pada tahap ketrampilan membaca (<i>reading skill</i>) sehingga memiliki kemampuan memaknai apa yang dibaca (literasi informasi). Membaca menyehatkan jiwa dan raga, karena banyak hal dapat dipelajari dan diaplikasikan untuk menjalani kehidupan dengan kualitas lebih baik.rn
Sering kita dengar keluhan para tokoh bangsa, kalangan akademisi, maupun wakil rakyat yang mengeluhkan tentang rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia. Ada berbagai macam penyebab, alasan, dan solusi yang disampaikan saat membahas topik yang satu ini. Seringkali yang terdengar justru nada-nada pesimis atau nada-nada yang menyalahkan perpustakaan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab ata kondisi yang ada. Benarkah demikian? Bagaiamana halnya dengan tanggung jawab para pendidik kita, yang seharusnya lebih berperan strategis dalam mengembangkan minat baca generasi muda kita?rnrnrnPerpustakaan sebagai sumber informasi ilmiah, yang didalamnya banyak tersedia bahan pustaka seperti buku, dapat didayagunakan oleh siapapun utamanya mahasiswa untuk melengkapi referensi dalam menunjang proses pembelajarn. Perpustakaan yang nyaman seperti kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam menelusur koleksi, dan ruang baca/belajar yang sejuk dapat dijadikan <i>second home </i> bagi mahasiswa. Berbagai perpustakaan perguruan tinggi, banyak yang telah memberikan fasilitas semacam, bahkan akses untuk informasi mutakhir seperti <i>hotspot area</i> juga tersedia 24 jam. Sambil menunggu waktu kuliah berikutnya, atau daripada langsung pulang ke rumah atau kos-kosan setelah kuliah, mahasiswa dapat mendayagunakan perpustakaan.rn