Buku ini memberikan pemahaman dan penghayatan arti etika profesi, pentingnya etika profesi dan isi profesi perekam kesehatan. Buku ini menjadikan pembaca dapat membedakan apa yang baik/benar dan apa yang tidak baik/salah dalam menjalankan profesi rekam medis dan informasi kesehatan, serta mampu berkomunikasi dengan tenaga profesi kesehatan lain.rnrnMateri pembahasan meliputi tentang etika dasar, etika dan kode etik profesi rekam medis dan informasi kesehatan, pengorganisasian rekam medis, aspek hukum pelayanan rekam medis, hospital by laws, kompetensi rekam medis dan informasi kesehatan, standar penilaian mutu pelayanan rekam medis, akreditasi rumah sakit, standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan, serta rahasia jabatan perekam medis.
Kanker leher rahim atau kanker serviks telah menempati urutan terbanyak kedua setelah kanker payudara. Datangnya sulit terdeteksi, dan begitu terdeteksi seringkali sudah berada pada stadium lanjut sehingga sulit untuk ditangani. rnrnBuku ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para wanita tentang apa itu kanker serviks. Apa saja yang menjadi penyebabnya, bagaimana mengenali gejalanya, bagaimana mengatasi jika sudah terdiagnosis positif terkena kanker serviks, dan yang terpenting bagaimana cara mencegahnya.
Rahim adalah harta paling berharga bagi wanita! Tanpa rahim, wanita tidaklah sempurna! Maka, tidaklah mengherankan bila rahim menjadi "anak emas" yang senantiasa diperhatikan. Kepedulian terhadap rahim menjadikan semua wanita berhati-hati sejak dini agar tidak terkena kanker serviks (kanker leher rahim). Perlu diketahui, jika kepedulian itu diberikan sejak dini, penyakit yang termasuk kategori <i>silent killer</i> ini masih bisa disembuhkan secara total.rnrnSebagai langkah konkret, kepedulian itu juga bisa mewujud dalam pencarian informasi sebanyak-banyaknya tentang kanker serviks. Salah satunya melalui buku ini. Buku ini memberikan informasi komplet seputar kanker serviks, serta bebrbagai seluk beluk mengenai kanker serviks, mulai dari penyebab hingga upaya pengobatan dan pencegahannya.
Masalah sensus pasien rawat inap hingga grafik Barber-Johnson yang diangkat sebagai topik bahasan merupakan hal yang paling sering ditanyakan dalam forum dan konsultasi yang berkaitan dengan statistik rumah sakit. Selain itu, dalam buku ini juga membahas tentang statistik kematian dan statistik otopsi sehingga semakin melengkapi lingkup pembahasan statistik rumah sakit untuk pelayanan rawat inap.rnrnMateri pembahasan meliputi ; pengatar statistik rumah sakit, <i>review</i> matematika, sensus pasien rawat inap, efisiensi hunian tempat tidur, statistik kematian (mortalitas), statistik otopsi.
Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan dan perkembangan balita, status gizi sampai pada kebutuhan akan imunisasi. Dewasa ini orangtua dan tenaga kesehatan sangat fokus terhadap kondisi balitanya. Berdasarkan penelitian masa depan orang akan sangat ditentukan kondisi pada saat balita.rnrnBuku ini mengupas berbagai hal yang berkaitan dengan balita sejak pertumbuhan dan perkembangannya, status gizi serta imunisasi dasar yang harus diberikan pada balita beserta efek samping yang ditimbulkannya. Buku ini juga membahas tentang tumbuh kembang anak.
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah utama bagi kesehatan masyarakat. Dilaporkan penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dikalangan penyakit infeksi, termasuk penyumbang meningkatnya angka kematian ibu. Oleh karena itu pemerintah lebih berupaya membernatas penyakit ini namu belum berhasil secara tuntas. Sejak tahun 1995 setelah kesepakatan global, pemerintas RI sepakat untuk memberantas penyakit ini dipendekatan strategi DOTS (directly observed tratment short). Setelah lima belas tahun program ini, menunjukkan adanya kemajuan dibandingkan dengan program pemberantasan penyakit tuberculosis pada masa-masa silam. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, strategi DOTS belum optimal menurunkan incident tuberculosis sebagai besar program diprioritaskan pada tahapan penanganan dan pengobatan penderita tuberkulosis dengan baik, benar dan tuntas.
Biologi Insekta atau Entomologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari hal ihwal serangga, dari struktur morfologi, anatomi, fisiologi, reproduksi dan siklus hidup serangga. Entomologi juga mempelajarai tentang serangga fitofagus, serangga entofamaga dan patogen serangga. Disamping itu juga mempelajari tingkah laku serangga, klasifikasi serangga dan juga ekologi serangga. Biologi insekta juga mempelajari ketahanan tumbuhan terhadap serangga serta penyerbukan tumbuhan oleh serangga. Peranan pokok bahasan tersebut sering dipakai dalam mempelajari serangga bidang biologi, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang kehutanan dan lain sebagainya.rnrnrnPeranan serangga telah dikembangkan sebagai jasad yangs ecara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan ekosistem alami maupun ekosistem binaan, mengingat serangga adalah jasad hidup yang paling banyak jumlahnya dan paling besar keanekaragamannya. Serangga adalah jasad hidup yang dapat dijumpai di hampir semua habitat, di lingkungan yang sangat dekat dengan manusia. Pemanfaatan serangga sebagai parameter alami atau indikator alami terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan telah banyak digunakan, khususnya tingkat kualitas lingkungan.rn
Biologi Insekta atau Entomologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari hal ihwal serangga, dari struktur morfologi, anatomi, fisiologi, reproduksi dan siklus hidup serangga. Entomologi juga mempelajarai tentang serangga fitofagus, serangga entofamaga dan patogen serangga. Disamping itu juga mempelajari tingkah laku serangga, klasifikasi serangga dan juga ekologi serangga. Biologi insekta juga mempelajari ketahanan tumbuhan terhadap serangga serta penyerbukan tumbuhan oleh serangga. Peranan pokok bahasan tersebut sering dipakai dalam mempelajari serangga bidang biologi, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang kehutanan dan lain sebagainya.rnrnrnPeranan serangga telah dikembangkan sebagai jasad yangs ecara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan ekosistem alami maupun ekosistem binaan, mengingat serangga adalah jasad hidup yang paling banyak jumlahnya dan paling besar keanekaragamannya. Serangga adalah jasad hidup yang dapat dijumpai di hampir semua habitat, di lingkungan yang sangat dekat dengan manusia. Pemanfaatan serangga sebagai parameter alami atau indikator alami terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan telah banyak digunakan, khususnya tingkat kualitas lingkungan.rn
Biologi Insekta atau Entomologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari hal ihwal serangga, dari struktur morfologi, anatomi, fisiologi, reproduksi dan siklus hidup serangga. Entomologi juga mempelajarai tentang serangga fitofagus, serangga entofamaga dan patogen serangga. Disamping itu juga mempelajari tingkah laku serangga, klasifikasi serangga dan juga ekologi serangga. Biologi insekta juga mempelajari ketahanan tumbuhan terhadap serangga serta penyerbukan tumbuhan oleh serangga. Peranan pokok bahasan tersebut sering dipakai dalam mempelajari serangga bidang biologi, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang kehutanan dan lain sebagainya.rnrnrnPeranan serangga telah dikembangkan sebagai jasad yangs ecara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan ekosistem alami maupun ekosistem binaan, mengingat serangga adalah jasad hidup yang paling banyak jumlahnya dan paling besar keanekaragamannya. Serangga adalah jasad hidup yang dapat dijumpai di hampir semua habitat, di lingkungan yang sangat dekat dengan manusia. Pemanfaatan serangga sebagai parameter alami atau indikator alami terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan telah banyak digunakan, khususnya tingkat kualitas lingkungan.rn
Biologi Insekta atau Entomologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari hal ihwal serangga, dari struktur morfologi, anatomi, fisiologi, reproduksi dan siklus hidup serangga. Entomologi juga mempelajarai tentang serangga fitofagus, serangga entofamaga dan patogen serangga. Disamping itu juga mempelajari tingkah laku serangga, klasifikasi serangga dan juga ekologi serangga. Biologi insekta juga mempelajari ketahanan tumbuhan terhadap serangga serta penyerbukan tumbuhan oleh serangga. Peranan pokok bahasan tersebut sering dipakai dalam mempelajari serangga bidang biologi, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang kehutanan dan lain sebagainya.rnrnrnPeranan serangga telah dikembangkan sebagai jasad yangs ecara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi kestabilan ekosistem alami maupun ekosistem binaan, mengingat serangga adalah jasad hidup yang paling banyak jumlahnya dan paling besar keanekaragamannya. Serangga adalah jasad hidup yang dapat dijumpai di hampir semua habitat, di lingkungan yang sangat dekat dengan manusia. Pemanfaatan serangga sebagai parameter alami atau indikator alami terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan telah banyak digunakan, khususnya tingkat kualitas lingkungan.rn