Salah satu ancaman terhadap manusia adalah penyakit, terutama penyakit infeksi yang dibawa oleh berbagai macam mikroba seperti virus, bakteri, parasit, jamur. Tubuh mempunyai cara dan alat untuk mengatasi penyakit sampai batas tertentu. Beberapa jenis penyakit seperti pilek, batuk, dan cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Dalam hal ini dikatakan bahwa sistem pertahanan tubuh (terutama pada anak-anak atau pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah) tidak mampu mencegah kuman itu berkembang biak, sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa kepada cacat atau kematian. Oleh karena itu perlulah menambah/meningkatkan daya imun dengan pemberian imunisasi. rnrn<br>rn<br>rnBuku ini berisi tentang sejarah perkembangan imunisasi, tujuan dan manfaat imunisasi serta tempat melakukan imunisasi. Konsep imunisasi dan vaksinasi serta kontraindikasi pemberian imunisasi dibahas secara detail.rn
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh United Nation Development Program (UNDP), Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index), Indonesia pada tahun 2011 menempati peringkat 124 dari 187 negara, turun dari peringkat 108 pad atahun 2010. Penurunan posisi Indonesia pada indeks tersebut mengindikasikan masih adanya masalah serius berkaitan dengan standar kehidupan bangsa ini, khususnya masalah gizi buruk di masyarakat. Indikasi ini menjadi semakin menguat dengan masih dimasukannya Indonesia sebagai negara berlevel 'serius' dalam masalah kelaparan dan gizi buruk dalam rilis tahun 2011 oleh Global Hunger Index. KOndisi tersebut masih diperparah dengan minimnya pengetahuan terhadap gejala, serta penanganan gizi buruk yang masih merupakan faktor utama tingginya angka gizi buruk di Masyarakat.rnrnrnDari kacamata tersebut, buku ini memperbincangkan masalah utama gizi buruk di Indonesia: Kekurangan Protein (KEP), Anemia, Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium (GAKY), dan kekurangan Vitamin A (KVA) dengan fokus pada : sebab masalah gizi, epidemiologi, parameter pendeteksian, akibat yang ditimbulkan, tindakan pencegahan dan penanggulangannya. Tidak hanya masalah utama yang dipaparkan dalam buku ini, tetapi juga kaitan antara gizi dengan berbagai faktor dan disiplin keilmuan lain seperti pertanian, perikanan, sosial budaya, kependudukan, dan ketahanan pangan.
Peningkatan kesehatan masyarakat merupakan tantangan bagi masyarakt berkembang. Perubahan dalam bidang itu tidak terjadi secara otomatis, meliankan secara terencana, dalam proses belajar terus menerus tentang pendidikan kesehatan.rnrnrnAnatomi atau ilmu urai mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagian-bagiannya satu sama lain. Anatomi regional mempelajari letak geografis bagian tubuh. Setiap region atau daerah, misalnya lengan, tungkai, kepala, dada, dan seterusnya ternyata terdiri atas sejumlah struktur dan susunan yang umum didapati pada semua region. Struktur itu meliputi tulang, otot, saraf, pembuluh darah, dan seterusnya.
Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang hidup pada makhluk hidup lain baik di dalam maupun di luar/permukaan tubuh, bersifat sementara atau tetap, dengan tujuan mengambil makanan baik sebagian ataupun seluruhnya dari makhluk hidup yang ditumpanginya itu. Parasitologi mempelajari tentang : dasar sejarah, taksonomi makhluk hidup penyebab penyakit (bakteri, virus, protozoa, helminth, arthropoda), gejala klinis, diagnosisi, pencegahan dan pengobatannya. Makhluk hidup di alam ini tidak mungkin hidup sendiri tetapi selalu terjadi hubungan/interaksi dengan makhluk hidup lain, interaksi itu disebut simbiosis. Dari simbiosis ini dapat menimbulkan berbagai efek baik menguntungkan maupun merugikan.
Gizi (nutrisi) adalah keseluruhan dari berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut agar menghasilkan pelbagai aktivitas penting dalam tubuhnya sendiri. Bahan-bahan tersebut dikenal dengan istilah nutrien (unsur gizi).rnrnrnNutrien (unsur gizi). Istilah ini dipakai secara umum pada setiap zat yang dicerna, diserap, dan digunakan untuk mendorong kelangsungan faal tubuh. Nutrien dapat dipilah menjadi protein, lemak, hidratarang, mineral, vitamin, dan air.
Salah satu keharusan dalam memberikan pelayanan kesehatan adalah terjaminnya mutu pelayanan sehingga pelanggan (pasien) yang dilayani akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, petugas yang memberikan pelayanan harus ramah, tanggap, handal, mempunyai kompetensi di bidangnya, bekerja dalam tim dan mampu memecahkan masalah mutu pelayanan dalam pekerjaannya berdasarkan data yang ada.rnrnBuku ini memberikan pemahaman tentang bagaimana melaksanakan penjaminan mutu dalam pelayanan kesehatan dan akseptabilitasnya. Isi yang disajikan mencakup konsep mutu dan penjaminan mutu, konsep mutu dalam pelayanan kesehatan, beberapa pendekatan dalam penjaminan mutu pelayanan, pemecahan masalah dalam penjaminan mutu pelayanan kesehatan, serta dilengkapi dengan oemanfaatan data dalam penjaminan mutu, kerja sama tim, dan kepemimpinan berwawasan mutu.
Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggaraan jaminan sosial. Asuransi sosial adalah suatu mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang mneimpa peserta dan / atau anggota keluarganya. rnrnSetiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur. untuk memberikan jaminan sosial yang menyeluruh, negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, lebih dari 70% penduduknya pernah terinfeksi virus hepatitis B (VHB). Hampir 2 miliar penghuni bumi ini pernah atau sedang terinfeksi VHB. Diperkirakan ada lebih dari 350 juta penderita hepatitis B carrier inaktif, tersebar di seluruh dunia. Apa yang ditakuti dari infeksi VHB adalah perjalanan akhir dari infeksi tersebut: kanker hati atau sirosis hati. Dilaporkan, 15-40% infeksi VHB berkembang menjadi sirosis hati dan setiap tahun 1,5 juta jiwa meninggal akibat kanker hati.rnrnSayangnya tidak semua infeksi VHB menimbulkan gejala yang jelas. Pada mereka yang terinfeksi VHB akut, 90% pada anak-anak dan 70% pada orang dewasa tidak menampakkan gejala sama sekali.
Di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, lebih dari 70% penduduknya pernah terinfeksi virus hepatitis B (VHB). Hampir 2 miliar penghuni bumi ini pernah atau sedang terinfeksi VHB. Diperkirakan ada lebih dari 350 juta penderita hepatitis B carrier inaktif, tersebar di seluruh dunia. Apa yang ditakuti dari infeksi VHB adalah perjalanan akhir dari infeksi tersebut: kanker hati atau sirosis hati. Dilaporkan, 15-40% infeksi VHB berkembang menjadi sirosis hati dan setiap tahun 1,5 juta jiwa meninggal akibat kanker hati. Sayangnya tidak semua infeksi VHB menimbulkan gejala yang jelas. Pada mereka yang terinfeksi VHB akut, 90% pada anak-anak dan 70% pada orang dewasa tidak menampakkan gejala sama sekali.
Pelayanan kesehatan masyarakat merupakan gabungan dari peningkatan (Promotive), pencegahan (Preventive), pengobatan (Currative) dan pemulihan (Rehabilitative) dimana paradigma pelayanan masa kini telah berubah. Awalnya lebih mengutamakan pelayanan pengobatan dan rehabilitasi, dan sekarang lebih mengutamakan peningkatan dan pencegahan dengan tidak melupakan pengobatan dan rehabilitasi.rnrnMasyarakat Indonesia di daerah terdiri dari banyak suku, ras, agama, dan golongan sehingga sangat unik dan memerlukan ketrampilan dan seni tersendiri dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan masyarakat, baik di daerah perkotaan dan pedesaan. Untuk memudahkan bagi kita baik para calon pemberi pelayanan maupun yang sudah berkecimpung dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas maupun swasta dan perorangan.