Ditinjau dari asal kata, epidemiologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu epi yang berarti pada atau tentang, demos berarti penduduk, dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.rnrnBanyak ahli yang mengartikan epidemiologi, di antaranya adalah Last (2001), menyatakan bahwa epidemiologi adalah studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk pengendalian masalah-masalah kesehatan. Menurut Omran, epidemiologi adalah studi tentang terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk serta determinan dan akibat yang terjadi pada penduduk. Sedangkan menurut Azwar (1995), epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Tekanan darah tinggi adalah salah satu kondisi yang paling umum di begara Barat. Diperkirakan satu dari empat orang dewasa mempunyai tekanan darah yang lumayan tinggi dan satu dari tiga belas orang tingkatannya parah.rnrnMeskipun banyak orang membayangkan bahwa tekanan darah tinggi adalah kondisi yang tidak terlalu berbahaya, membiarkannya tidak dirawat dapat mengakibatkan beberapa masalah medis yang serius. Penelitian menunjukkan bahwa kegagalan mengontrol tekanan darah adalah penyebab utama stroke. Hal ini jug amemperbesar risiko angina atau serangan jantung, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. PAda orang-orang penderita diabetes, hal ini dapat menimbulkan masalah penglihatan parah yang dapat menjadi kebutaan.
Salah satu masalah kesehatan akibat perubahan tatanan dunia dan menjadi isu penting bersama masyarakat dunia adalah penyakit menular Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV/AIDS merupakan penyakit infeksi menular yang telah menyebar secara luas di masyarakat. Faktor risiko yang ada pada populasi penderita AIDS (ODHA) bisa meningkatkan angka kematian, kesakitan atau kecelakaan.rnrnODHA mengalami tahapan berduka ketika terdiagnosis AIDS. Perasaan terstigma muncul dalam bentuk sorotan berlebihan, pemberian cap atau labelling, perasaan malu bergaul, menutup status, takut dikucilkan dan diusir. Perasaan terstigma ini muncul sebagai respon terhadap persepsi masayarakat yang salah terhadap penyakit HIV/AIDS. Implikasi dukungan sosial mempengaruhi ODHA untuk melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempertahankan status kesehatannya.
Peningkatan kesehatan masyarakat merupakan tantangan bagi masyarakat berkembang. Perubahan dalam bidang itu tidak terjadi secara otomatis, melainkan secara terencana, dalam proses belajar terus menerus tentang pendidikan kesehatan.rnrnrnAnatomi atau ilmu urai mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagian-bagiannya satu sama lain. Anatomi regional mempelajari menurut letak geografis bagian tubuh. Dan setiap region atau daerah, misalnya lengan, tungkai, kepala, dada, dan seterusnya ternyata terdiri atas sejumlah struktur atau susunan yang umum didapati pada semua region. Struktur itu ialah tulang, otot, saraf, pembuluh darah dan seterusnya. Dengan dasar penelaahan seperti itu maka dijumpai sejumlah sistem jaringan yang berbeda-beda.
Ada 2 (dua) bidang yang termasuk dalam fisika kedokteran yaitu : bidang kedokteran dan bidang fisika. Oleh karena itu fisika kedokteran berperan dalam dalam 2 hal, meliputi : rn1. Penggunaan ilmu fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi kesehatan dan penyakit. Dalam hal ini dapat pula disebut faa fisika.rn2. Penggunaan fisika dalam praktek kedokteran meliputi pengetahuan tentang benda/alat yang dipergunakan dalam bidang kedokteran yaitu alat ultrasonik, laser, radiasi, dan sebagainya.rnrnPada generasi terdahulu di Inggris, seorang profesor ahli dalam bidang fiska juga merupakan seorang dokter. Kata ahli fisika "physicist" dan dokter "physician" mempunyai asal kata yang sama dalam bahasa Yunani yaitu "Physike" (ilmu alam).rnrnDalam perkembangan selanjutnya fisika kedokteran merupakan cabang dari ilmu kedoteran dan merupakan salah satu bidang dalam biofisik. Di Amerika Serika para fisika kedokteran bekerja pada bidang fisika radiologi, meliputi proteksi radiasi, penggunaan radiasi dalam diagnostik dan pengobatan penderita dengan radiasi.rnrnFisika kedokteran dibagi dalam beberapa sub divisi yaitu :rna. Fisika kesehatanrnb. Kedokteran enginering
Kita tidak tahu pasti apakah nenek moyang manusia prasejarah mengetahui bahwa mereka hidup dalam suatu masyarakat, tetapi menurut perkiraan kita mereka mengetahuinya. Dari penggalian gua-gua dan dari lukisan-lukisan pada batu, dapat kita ketahui bahwa mereka hidup dalam kelompok-kelompok keluarga, emnguburkan mayat anggota yang mati dan tampaknya mereka juga percaya adanya kehidupan di alam baka. Lebih dari itu kita tidak mengetahui apapun tentang kehidupan sosial mereka lainnya. Setidak-tidaknya setelah memiliki bahasa tertulislah dapat berspekulasi tentang hakikat makhluk manusia dan masyarakat yang dibangunnya.
Epidemiology is an old scientific discipline that dates back to the middle of the nineteenth century. It is a discipline that aims at identifying the determinants of diseases and health in populations. It uses a population approach like demography, perhaps the scientific discipline that most closely resembles epidemiology. Epidemiology is defined by the object of research, ?to identity determinants that change the occurence of health phenomena in human populations?.rnrnEpidemiology is often associated with infectious diseases because an epidemic of a disease originally refrred to an unexpected rise in the incidence of infectious diseases. Epidemiologic methods were first used to study diseases like cholera and measles. Now all diseases or health events are studied by means of epidemiologic methods and these methods that are constantly changing to meet these new needs. Even the term ?epidemic? is used to describe an unexpected increase in the frequency of any disease such as myocardial infarction, obesity, or asthma.rn
By far the majority of women presenting with a breast complaint will be diagnosed as having a benign rather than malignant condition. Despite this, clinical and research interest has always favoured breast cancer, and few publications and ahve attempted to cover benign breast disorders as an independent entity, focusing instead on benign breast disease in relation to breast cancer, and none provides the complete and pragmatic and coverage text. rnrnBenign breast disease comprises a wide range of conditions which worry patients, which vex physicians, which are vastly more common than breast cancer, and yet which have to date received relatively little attention in the medical literature.rn
Despite enormous advances in diagnosis, treatment, and prevention during the twentieth century, physicians caring for patients with infectious diseases today must cope with extraordinary new challenges, including a never ending deluge of new information, the rapid evaluation of the microorganism responsible for these diseases, and formidable time and cost contraints. In no other area of medicine is the differential diagnosis so wide, and often the narrowing of the differential to a precise infectioncaused by a specific organism with established antimicrobial susceptibilities is a matter of great urgency.rnrnrnTo inform crucial decisions about management, today?s care providers are typically turning to a variety of sources, including colleagues, print publications, and online services. rn
Microbiology ? the study of microbes ? is a fascinating and extremely important subject. We are surounded by microscopic critters that impact our daily lives in a variety of ways. In addition to the numerous beneficial aspects of microbes, many of them cause disease. In recent years, the public has been bombarded by news reports about microbes-associated medical problems such as bird flu, SARS, monkeypox, flesh-eating bacterial, mad cow disease, superbugs, black mould in buildings, West Nile virus, Ebola virus, bioterorism, anthrax, smallpox, food recalls due to the presence of bacterial pathogens, and epidemics of meningitis, hepatitis, influenza, tuberculosis, and diarrheal diseases.rnrnrnImagine how rewarding it would be to play a mojor role in the diagnosis of microbial diseases. Laboratory Diagnosis of Infectious Diseases is intended for both teaching and learning about diagnostic microbiology. Although laboratory professionals do not actually diagnose diseases, they provide valuable assistance to clinicians by furnishing them with accurate and timely laboratory observations and test results. rn