Kejadian penyakit yang terjadi dalam sebuah komunitas pada sebuah wilayah pada hakekatnya merupakan babak akhir dari sebuah proses. Sebuah proses dinamik hubungan interaktif antara manusia dengan komponen lingkungannya. Manusia dengan peradaban, budaya, perilaku, dan status pekerjaan yang dimilikinya, telah membangun lingkungannya sedemikian rupa sehingga penuh potensi bahaya penyakit. Lingkungan buatan manusia seperti penggunaan berbagai senyawa kimia toksis, berbagai bahan yang mengandung bahaya radiasi, mutasi berbagai mikro organisme penyebab penyakit menular baru, serta berbagai hobi, perilaku pamajanan pada akhirnya merugikan manusia itu sendiri. Manusia memaksa membuka pemukiman di atas rawa-rawa yang merupakan habitata nyamuk. Manusia menggali, menambang, mengeruk berbagai 'simpanan' alam yang pada akhirnya menimbulkan penumpukan bahan beracun. Manusia membakar energi demi sesuap nasi yang pada akhirnya menimbulkan polusi udara, air, dan pangan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh aggota keluarga. Semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakt merupakan pengertian lain PHBS.Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip kesehatn inilah yang menjadi dasar dari pelaksanaan PHBS. Kegiatan PHBS tidak dapat terlaksana apabila tidak ada kesadaran dari seluruh anggota keluarga itu sendiri. Pola hidup sehat harus diterapkan sedini mungkin agar menjadi kebiasaan positif dalam memelihara kesehatan.
Epidemiologi sebagai salah satu disiplin ilmu yang relatif masih baru, walaupun telah digunakan secara luas, tetapi masih diliputi oleh berbagai selisih pendapat maupun perbedaan penegrtian. Selisih pendapat atau perbedaan tersebut bukan saja dalam hal definisi epidemiologi secara umum, melainkan juga dalam hal pengertian terhadap berbagai istilah dan pengukuran (rate dan ratio).rnrnEpidemiologi telah banyak mengalami perubahan sejak awal penggunaannya secara tradisional, baik yang bersifat perubahan filosofis maupun perubahan dalam teknis penggunaannya. Namu denikian, dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak mendorong para ahli epidemiologi untuk mengembangkan diri dan sekaligus berusaha mengembangkan disiplin ilmu epidemiologi agara dapat sejajar dengan berbagai ilmu dasar lainnya.