Buku ini merupakan bagian kedua (lanjutan) dari buku Ilmu Gizi bagi Profesi dan Mahasiswa Bagian Pertama di Buku Bagian Kedua ini lebih mengenai hal-hal yang berhubungan dengan praktek di lapangan(masyarakat).
Ilmu Gizi adalah suatu cabang pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. HAl ini dapat dijelaskan dalam uraian berikut. Apablia kit amakan sepotong roti berarti kita telah memasukkan zat-zat atau unsur berupa zat tepung ke dalam tubuh kita. Sejak roti yang kita makan itumasuk kedalam mulut, oleh zat-zat yang dibuat oleh kelenjar ludah, akan dipecahkan ke dalam bagian-bagian yang lebih sederhana. Setelah roti itu mengalami pmecahan awal di mulut, masuk ke dalam usus, di dalam usus disederhanakan lagi sehingga akhirnya berubah menjadi molekul-molekul tunggal yang dengan mudah dapat memasuki peredaran darah untuk diangkut ke dalam hati dan kemudian disebarkan ke seluruh tubuh.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empirism dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat dipahami oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empirism dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat dipahami oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Buku ini akan memaparkan anatomi dan fisiologi sistem imunologi, gangguan-gangguan sistem imunologi beserta asuhan keperawatannya. Buku ini menggunakan konsep asuhan - asuhan keperawatan berdasarkan NANDA, NOC, NIC.rn
Biologi yang berkembang sesuai ilmu teknologi, menghasilkan ribuan penemuan dalam proses penelitiannya. dengan bantuan teknologi ruang lingkup biologi menjadi semakin luas dan melahirkan banyak cabang untuk membedakan objek kajian biologi. Beberapa cabang biologi tersebut adalah anatomi, fisiologi, biologi reproduksi, biokimia, fisika kesehatan, mikrobiologi dan lain-lain.rn<br>rn<br>rnAnatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama bagian tubuh dan susunan bagian tubuh itu dari bagian satu dengan yang lain. fisiologi dibagi mejadi fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan tetapi prinsip dari fisiologi bersifat unicersal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari.
Gizi buruk atau gizi salah (malnutrition) membawa dampak bukan hanya pada kehidupan anak-anak yang masih berusia muda, akan tetapi dapat terjadi pada semua golongan usia. Dampak buruk itu dapat termanifestasi dalam bentuk ringan dan berat. Gangguan tumbuh kembang fisik, rendahnya daya tahan terhadap penyakit, tingkat kecerdasan yang kurang dari seharusnya, prestasi kerja dan prestasi olahraga yang rendah adalah bentuk manifestasi dampak keadaan gizi, yang tidak optimal. Dengan kata lain, gizi buruk membawa dampak yang tidak menguntungkanterhadap berbagai aspek kehidupan suatu bangsa.