Sampai saat ini, sangat sedikit publikasi dan informasi tentang binatang penyebar dan penular penyakit, baik binatang piaraan/domestik maupun peridomestik/seilvatik (binatang liar). Seperti diketahui, banyak binatang dapat berpotensi sebagai penular penyakit kepada manusia. Binatang piaraan dan liar memang sering dibicarakan dalam buku dunia binatang, tetapi interaksi dan perannya sebagai penular/penyebar penyakit, serta habitat aslinya, boleh dikata sangat jarang atau tidak ada publikasinya. Kalaupun ada, maka referensinya tidaklah spesifik Indonesia.
SPSS atau Statistical Product and Service Solution merupakan program komputer yang digunakan untuk melakukan perhitungan statistik. Kelebihan program ini adalah Anda dapat melakukan semua perhitungan statistik secara cepat dan tepat, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat rumit sekalipun. Dengan program ini, Anda tidak perlu melakukan perhitungan secara manual karena akan memakan waktu lama. Tugas dari Anda hanyalah mendesain variabel yang akan dianalisis, memasukkan data, dan melakukan perhitungan dengan menggunakan tahapan yang ada pada menu yang tersedia. Setelah perhitungan selesai, tafsir angka-angka yang dihasilkan oleh SPSS. Proses penafsiran inilah yang jauh lebih penting daripada memasukkan angka dan menghitungnya. dalam melakukan penafsiran, Anda harus dibekali dengan statistik dan metodologi penelitian.
Saat ini perkembangan Information Technology (IT) cukup pesat di berbagai bidang dan disiplin ilmu. maka dari itu, buku ini mencoba mengupas dan memadukan antara manajemen dan pelayanan di bidang kesehatan dengan teknologi informasi, yang saat ini lebih dikenal dengan Health Information system (HIS). Dalam buku ini, penulis berusaha mengupas istilah sistem informasi kesehatan atau informatika kesehatan, dengan memadukan sudut pandang manajemen kesehatan dan teknologi informasi, sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah bagaimana proses implementasi sistem informasi di bidang kesehatan.
Saat ini perkembangan Information Technology (IT) cukup pesat di berbagai bidang dan disiplin ilmu. maka dari itu, buku ini mencoba mengupas dan memadukan antara manajemen dan pelayanan di bidang kesehatan dengan teknologi informasi, yang saat ini lebih dikenal dengan Health Information system (HIS). Dalam buku ini, penulis berusaha mengupas istilah sistem informasi kesehatan atau informatika kesehatan, dengan memadukan sudut pandang manajemen kesehatan dan teknologi informasi, sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah bagaimana proses implementasi sistem informasi di bidang kesehatan.
Perilaku kesehatan merupakan elemen yang paling penting bagi kesehatan dan keberadaan manusia. Ada tujuh perilaku penting yang baik untuk kesehatan antara lain, tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam, tidak merokok, sarapan setiap hari, tidak mengonsumsi minuman beralkohol satu kali atau lebih setiap hari, berolah raga secara teratur, tidak mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dan berat badan tidak lebih dari 10% dari berat badan ideal. Peran perilaku kesehatan mendapat perhatian yang tinggi karena kebiasaan perilaku kesehatan mempengaruhi kecenderungan berkembangnya penyakit yang kronis dan fatal seperti hepatitis, kanker, dan AIDS.
Perilaku kesehatan merupakan elemen yang paling penting bagi kesehatan dan keberadaan manusia. Ada tujuh perilaku penting yang baik untuk kesehatan antara lain, tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam, tidak merokok, sarapan setiap hari, tidak mengonsumsi minuman beralkohol satu kali atau lebih setiap hari, berolah raga secara teratur, tidak mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dan berat badan tidak lebih dari 10% dari berat badan ideal. Peran perilaku kesehatan mendapat perhatian yang tinggi karena kebiasaan perilaku kesehatan mempengaruhi kecenderungan berkembangnya penyakit yang kronis dan fatal seperti hepatitis, kanker, dan AIDS.
Epidemiologi merupakan ibunya ilmu Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi juga merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa kesehatan terutama mahasiswa kesehatan masyarakat. Buku ini membantu mahasiswa dan praktisi kesehatan dalam memahami konsep epidemiologi dasar dan lanjutan mengenai epidemiologi, meliputi epidemiologi dasar, ukuran-ukuran perhitungan epidmeiologi (angka kematian, kesakitan, rasio dan rate), perhitungan epidmeiologi lanjutan (Standardisasi, identifikasi faktor perancu/confoundings, penapisan/skrining, serta perhitunagn sampel), memahami konsep surveilans, studi desai epidmeiologi dan telaah kritis penelitian dengan berbagai desai studi.
Selama ini banyak persepsi yang keliru dari beberapa pihak mengenai manajemen risiko, misalnya saja persepsi mengenai banyaknya risiko yang ada di suatu perusahaan menunjukkkan bahwa pengelolaan atau manajemen risiko di perusahaan tersebut kurang baik. rn<br> rn<br> rnDalam ilmu manajemen risiko yang dikatakan kurang baik pengelolaannya yaitu apabila risiko-risko yang ada tersebut tidak dieliminir dan dikurangi dengan tindak lanjut melaksanakan pengendalian atau mitigasi terhadap risiko tersebut, sehingga perusahaan-perusahaan yang mempunyai jumlah risiko yangs edikit tidak serta merta menjadi perusahaan yang pengelolaan atau manajemen risikonya baik.
Selama ini banyak persepsi yang keliru dari beberapa pihak mengenai manajemen risiko, misalnya saja persepsi mengenai banyaknya risiko yang ada di suatu perusahaan menunjukkkan bahwa pengelolaan atau manajemen risiko di perusahaan tersebut kurang baik. rn<br> rn<br> rnDalam ilmu manajemen risiko yang dikatakan kurang baik pengelolaannya yaitu apabila risiko-risko yang ada tersebut tidak dieliminir dan dikurangi dengan tindak lanjut melaksanakan pengendalian atau mitigasi terhadap risiko tersebut, sehingga perusahaan-perusahaan yang mempunyai jumlah risiko yangs edikit tidak serta merta menjadi perusahaan yang pengelolaan atau manajemen risikonya baik.
Sektor kesehatan sedang diuji dengan tiga permasalahan besar dalam penanggulangan penyakit menular, yaitu belum tuntasnya penyakit lama misalnya kusta, demam berdarah dengue (DBD) dan lain-lain, kini muncul penyakit baru (new emerging disease) seperti flu burung dan flu baru H1N1, serta meningkatnya penyakit-penyakit lama (re-emerging disease) seperti tuberkulosis. Mengetahui epidemiologi, sifat penyebab penyakit, model dan mekanisme penularan, sert aprogram pemberantasannya adalah pengetahuan yang bermanfaat untuk menurunkan penyakit menular di Indonesia.