Masalah kesehatan ditentukan oleh dua faktorutama, yakni faktor perilaku dan faktor non perilaku (lingkungan dan pelayanan). Oleh sebab itu, upaya untuk memecahkan masalah kesehatan juga ditujukan atau diarahkan kepada kedua faktor tersebut. Perbaikan lingkungan fisik dan peningkatan lingkungan sosio-budaya, serta peningkatan pelayanan kesehatan adalah merupakan intervensi atau pendekatan terhadap faktor non-perilaku. Sedangkan pendekatan (intervensi) terhadap perilaku dalah promosi atau pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatn, yang dewasa ini lebih dikenal dengan promosi kesehatan adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuasn masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Mengingat tujuan akhir promosi kesehatan bukan sekedar masyarakat mau (<i>willingness</i> hidup sehat, tetapi jug mampu <i>ability</i> untuk hidup sehat.
Ranah kebijakan kesehatan menempatkan posisi strategis dalam upaya kesehatan di Indonesia. Banyaknya masalah kesehatan yang semakin kompleks dan disparitas status ekonomi sosial semakin menyulitkan penyelesaian salah satu masalah bangsa ini. Diharapkan dengan adanya kebijakan kesehatan yang tepat, kompleksitas masalah kesehatan dapat dituntaskan lebih cepat dan merata. Akan tetapi, kebiajkan kesehatan yang tepat tidak dapat dihasilkan dari sumber daya manusia yang tidak paham dengan prinsip dan praktik yang perlu diterapkan dalam penegmbangan kebijakan. rn<br> rn<br> rnSaat ini di era globalisasi, manusia menghadapi tantangan dan ancaman kesehatan yang serius yang tidak hanya bersifat kewilayahan tetapi juga bersifat global tanpa ada sekat-sekat wilayah ataupun kenegaraan.
Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil (diameter kurang dari 0,1 mm) yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan suatu peralatan. Makhluk ini, yang disebut jasad renik atau mikroorganisme, terdapat dimana-mana. Diantaranya ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetapi banyak pula yang merugikan seperti misalnya yang menimmbulkan berbagai penyakit. rn<br>rn<br>rnMikrobiologi meliputi berbagai disiplin ilmu seperti bakteriologi, imunologi, virologi, mikologi dan parasitologi. Ilmu-ilmu ini telah berkembang dengan pesatnya dari tahun ke tahun, sehingga merupakan disiplin-disiplin yang terpisah dan berdiri sendiri.
Dalam sebuah penelitian, kita perlu menguasai berbagai komponen metodologis. Kita mengenal desain, pengukuran, pemilihan subjek, perhitungan besar sampel, pengolahan data, dana pemilihan uji hipotesis. Fokus pembahasan buku ini adalah pada dua komponen terakhir yaitu pengolahan data dan pemilihan uji hipotesis. rn<br> rn<br> rnPertanyaan yang sering muncul saat melakukan analisis data adalah : Uji hipotesis apa yang kita pakai untuk menguji set data yang kita miliki? Jawabannya tentu saja : Kita menggunakan uji hipotesis yang sesuai. Uji hipotesis yang sesuai akan membawa kita pada pengambilan kesimpulan yang sahih. Akan tetapi, untuk mencapai keputusan untuk menggunakan uji tertentu, tentu saja harus didasari berbagai pertimbangan.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empirism dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat dipahami oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empirism dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat dipahami oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut terdapat empat hal yang perlu difahami lebih lanjut yaitu : cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. rn
rn
rnPenelitian merupakan cara ilmiah, berarti penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu, rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya kegiatan penelitian ini dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya cara-cara yang digunakan dalam penelitian ini teramati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang akan digunakan.
Statistika memegang peran penting dalam kehidupan kita. Dari aktivitas di laboratorium sampai riset pasar ataupun dalam kegiatan pengelolaan pemerintahan, semua memerlukan proses pembangkitan data dan analisis yang benar secara statistika. Bahkan, seluruh organisasi modern memerlukan statistika untuk menganalisis kinerja dan mengembangkan bisnisnya. Pendeknya, statistika menjadi kunci sukses di era K-economy atau knowledge-based economy.rn
rn
rnBerdasarkan keperluan lapangan kerja di era K-economy ini, pemahaman dasar calon sarjana terhadap statistika menjadi sangat penting dan mendasar.
Penelitian merupakan bagian dari kegiatan ilmiah yang berperan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kemajuan bidang pendidikan dan kesehatan. Penelitian tidak cukup hanya dipikirkan, tetapi seharusnya dapat dipahami dan dilaksanakan sesuai bidangnya masing-masing. Khusus bidang kesehatan, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan melalui penelitian untuk peningkatan sumber daya dan derajat kesehatan masyarakat. rn
rn
rnPermasalahan yang muncul adalah belum optimalnya pelaksanaan penelitian di perguruan tinggi, termasuk di perguruan tinggi bidang kesehatan. Banyak daktor yang berkontribusi, misalnya lemahnya penguasaan metodologi penelitian, keterbatasan biaya, waktu dan lain-lain.
Perubahan dewasa ini berlangsung dengan cepat, bahkan Denis Whiteley mengatakan perubahan saat ini seperti seolah-olah meledak. Perubahan tentu juga terjadi pada perumahsakitan baik menyangkut paradigma, sikap, maupun berbagai prosedur operasional. Perubahan yang terjadi berasal dari eksternal rumah sakit seperti perubahan peraturan dan perundang-undangan, perubahan kebijakan pemerintah, perubahan sistem pembayaran dan lain sebagainya. Sedangkan perubahan internal bisa berasal dari perubahan kepemilikan, perubahan badan hukum, perubahan operasional yang menyesuaikan dengan perubahan eksternal.