Mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Sektor Industri Kecil dan Informal pada hakikatnya adalah upaya pembelajaran kepada mahasiswa semester II Magister Promosi K3 FKM UNDIP yang berisi pengenalan konsep-konsep dalam pengembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Sektor Industri Kecil dan Informal maupun penerapannya. Pada matakuliah ini mahasiswa dapat memperoleh pemahaman bagaimana mengkaitkan ilmu dan program K3 sektor informal, baik dengan perkembangan K3 sektor informal di berbagai negara, maupun di berbagai sektor informal di Indonesia sehingga mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan suatu program yang terkait dengan aplikasi K3 sektor industri kecil dan informal dengan pengkayaan diskusi kebijakan dan implementasinya.
Mata kuliah Higiene Lingkungan Industri adalah mata kuliah yang diberikan pada mahasiswa di semester V. Higiene Lingkungan Industri memberikan pengetahuan dan penjelasan pada mahasiswa tentang pengelolaan higiene dan sanitasi lingkungan industri dari mulai antisipasi hingga pengendalian bahaya di lingkungan kerja. Mata kuliah ini berisi tentang pengertian dan ruang lingkup higiene lingkungan industri, identifikasi bahay di lingkungan kerja, menganalisis dan mengevaluasi paparan bahaya fisika dan kimia di tempat kerja, menganalisis dan mengevaluasi paparan bahaya fisika dan kimia di tempat kerja, menganalisis tentang ventilasi industri, menganalisis pemilihan dan pemakaian APD serta bagaimana pengendalian bahaya di lingkungan industri.
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular pada hakekatnya adalah suatu upaya pembelajaran kepada mahasiswa semester III FKM UNDIP agar memperoleh kelanjutan pemahaman dari mata kuliah sebelumnya yaitu Biomedik I/II dan dasar epidemiologi. Pada mata kuliah ini mahasiswa dapat memperoleh pemahaman bagaimana mengkaitkan ilmu dan metode Epidemiologi, baik dengan perkembangan penyakit tidak menular, maupun dengan perkembangan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular sehingga mahasiswa mampu memberikan rekomendasi tentang tantangan pemecahan suatu masalah kesehatan yaitu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan terkait teknologi serta gaya hidup.
Buku ajar ini memberikan pengetahuan bagi mahasiswa, kalangan industri, serta masyarakat agar dapat mengetahui tentang ruang lingkup toksikologi, proses absorbsi, ekskresi toksin dalam tubuh, efek toksin terhadap tubuh, faktor yang emmepngaruhi, Nilai Ambang Batas, indeks pemaparan biologis, toksikologi logam, pestisida, pemantauan dan pengendalian.rnrnToksikologi adalah ilmu yang memepelajari tentang mekanisme kerja dan efek yang tidak diinginkan dari behan kimia yang bersifat racun serta dosis yang berbahaya terhadap tubuh manusia.
Buku ajar ini memberikan pengetahuan bagi mahasiswa, kalangan industri, serta masyarakat agar dapat mengetahui tentang ruang lingkup toksikologi, proses absorbsi, ekskresi toksin dalam tubuh, efek toksin terhadap tubuh, faktor yang emmepngaruhi, Nilai Ambang Batas, indeks pemaparan biologis, toksikologi logam, pestisida, pemantauan dan pengendalian.rnrnToksikologi adalah ilmu yang memepelajari tentang mekanisme kerja dan efek yang tidak diinginkan dari behan kimia yang bersifat racun serta dosis yang berbahaya terhadap tubuh manusia.
Setiap wanita pasti menginginkan payudara yang canti, indah, dan sehat. Oleh karena itu, organ tersebut perlu dijaga agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Sebagian besar masyarakat kita masih menganggap payudara merupakan hal tabu, sehingga tidak boleh dibicarakan. Kurangnya perhatian serius dari masyarakat ini termasuk alasan kanker payudara menjadi kanker terganas nomor dua pada wanita dewasa ini. Minimnya pengetahuan tentang cara perawatan yang baik dan sehat juga menjadi salah satu indikasi risiko kanker payudara. rn<br> rn<br> rnKesadaran terhadap pentingnya perawatan payudara menjadi salah satu faktor utama dalam upaya pencegahan kanker payudara.
Diseluruh dunia terdapat 1,25 miliar perokok usia 15 tahun ke atas dan dari jumlah tersebut sebanyak 250 juta adalah perempuan, perbandingan perokok laki-laki dan perembuan adalah 5 : 1. Prevalensi perokok usia 15 tahun ke atas di dunia sebesar 24%, perokok usia 13-15 tahun sebesar 9,5%. Sekitar 65% perokok di dunia berada di 10 negara dengan kontribusi terbesar adalah China, India, Indonesia, Rusia, dan USA, sisanya dari 5 negara lain seperti Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman dan Turki (WHO, 2008)rn<br>rn<br>rnData dari WHO 2008, menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga (4,8%) setelah China (35%) dan India (11,2%). Data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011, menunjukkan bahwa prevalensi perokok sebesar 36,1%.
Ilmu gizi merupakan kombinasi antara ilmu dan seni. Seorang konselor gizi harus dapat menggabungkan keahliannya berdasarkan teori ilmiah di bidang gizi dan seni dalam menyusun diet sesuai dengan kondisi klien. Selaian harus menguasai ilmu gizi dan kesehatan, seorang konselor juga mmebutuhkan pengetahuan tentang fisiologi, psikologi, erta komunikasi. rn<br> rn<br> rnPada masa lalu, fungsi konselor adalah sebagai penasehat yang cenderung melakukan komunikasi satu arah. Saat ini, peran konselor adalah membantu klien untuk memahami masalahnya, memberikan alternatif pemecahan masalah, danmembantu klien memecahkan masalahnya sesuai kondisi klien. Akhir dari suatu proses konseling gizi adalah pengaturan diet yang hendaknya ditaati dan dilaksanakan oleh klien.
Masa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Menghadapi remaja memang bukan pekerjaan mudah. Untuk memahami jiwa remaja dan mencari solusi yang tepat bagi permasalahannya, maka penting bagi kita memahami remaja dan perkembangan psikologinya, yaitu konsep diri, intelegensi, emosi, seksual, motif, sosial, moral, dan religi. rn<br> rn<br> rnKonsep tentang remaja, bukanlah berasal dari bidang hukum, melainkan berasal dari bidang ilmu-ilmu sosial lainnya seperti Antropologi, Sosiologi, Psikologi, dan Paedogogi. Kecuali itu, konsep remaja juga merupakan konsep yang relatif baru, yang muncul kira-kira setelah era industrialisasi merata di negara-negara Eropa, Amerika Serika dan negara-negara maju lainnya. Dengan perkataan lain, masalah remaja baru menjadi pusat perhatian ilmu-ilmu sosial dalam 100 tahun yang terakhir ini saja.
Kesehatan Lingkungan menurut WHO (World Health Organization) adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar bisa menjamin keadaan sehat dari manusia. Ruang lingkup kesehatan lingkungan diantaranya penyediaan air bersih/air minum, pengolahan dan pembuangan limbah, cair, gas dan padat, pencegahan kebisingan, pencegahan penyakit bawaan air, udara, dan makanan, dan vektor, pengelolaan kualitas lingkungan air, udara, makanan, peukiman dan bahan berbahaya. Kualitas lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan di masyarakat. Untuk itu perlu adanya pengelolaan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan. Kesehatan lingkungan merupakan salah satu program dari enam usaha kesehatan dasar kesehatan masyarakat. KEsehatan lingkungan ini sangat erat sekali hubungannya dengan kesehatan masyarakat.