Bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam pasal 28H Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahwa pembangunan ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Bahwa semangat otonomi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah membawa perubahan hubungan dan kewenangan antara Pemerintah dan pemerintah daerah, termasuk di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Walaupun langkah-langkah penelitian antara metode kuantitatif, kualitatif, dan R&D berbeda,tetapi semuanya sistematis.
Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merdeka, bersatu, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dilaksanakan pembangunan nasional berdasarkan atas demokrasi ekonomi. rn
rn
rnPembangunan nasional di bidang ekonomi dilaksanakan dalam rangka menciptakan struktur ekonomi yang kukuh melalui pembangunan industri yang maju sebagai motor penggerak ekonomi yang kukuh melalui pembangunan industri yang maju sebagai motor penggerak ekonomi yang didukung oleh kekuatan dan kemampuan sumber daya yang tangguh.
Buku ini berisi tentang konsep sosiologi dan antropologi yang diaplikasikan dalam bidang kesehatan. Buku ini memuat tentang pengertian sosiologi, sosiologi kesehatan, antropologi kesehatan, konsep perilaku, konsep sehat sakit, perilaku sehat dan perilaku sakit serta berbagai hal yang berkaitan dengan perilaku manusia sehubungan dengan kesehatan. Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakt baru lahir kemudian di Eropa.
Biopestisida dapat diartikan sebagai semua bahan hayatu, baik berupa tanaman, hewan, mikroba, atau protozoa yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Penggunaannya memberikan banyak manfaat. Selain efektif mengendalikan hama dan penyakit, ternyata biopestisida juga terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Disamping itu, bila dibandingkan dengan pestisida kimia yang seringkali menimbulkan dampak residu, penggunaan biopestisida pun cenderung lebih efektif pada dosis rendah dan cepat terurai. Dalam buku ini diulas tuntas tentang cara membuat tiga jenis biopestisida, yaitu biofungisida, bioinsektisida; lengkap dengan petunjuk [enggunaannya pada berbagai tanaman.
Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Dengan demikian, promosi kesehatan adalah suatu disiplin yang dibangun oleh berbagai teori dari berbagai disiplin lain (Psikologi pendidikan, sosial budaya, komunikasi, dan lain-lain). Untuk mendapatkan pemahaman yang baik terhadap promosi kesehatan, diperlukan pemahaman pula terhadap berbagai teori yang membangunnya tersebut.
Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan (herediter). Karena itu upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus ditujukan pada keempat faktor utama tersebut secara bersama-sama. rn<br>rn<br> rnPendidikan atau promosi kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi yang ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya tiga faktor yang lain perlu intervensi pendidikan atau promosi kesehatan juga, karena perilaku juga berperan pada faktor-faktor tersebut. Apabila lingkungan baik dan sikap masyarakat positif maka lingkungan dan fasilitas tersebut niscaya akan dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat.
Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan (herediter). Karena itu upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus ditujukan pada keempat faktor utama tersebut secara bersama-sama. rn<br>rn<br> rnPendidikan atau promosi kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi yang ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya tiga faktor yang lain perlu intervensi pendidikan atau promosi kesehatan juga, karena perilaku juga berperan pada faktor-faktor tersebut. Apabila lingkungan baik dan sikap masyarakat positif maka lingkungan dan fasilitas tersebut niscaya akan dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat.
International Organization for Standardization atau ISO sebagai sebuah standar bertaraf internasional memang telah menjadi kebutuhan bagi kalangan, khususnya para pebisnis atau pelaku usaha. Bagaimana tidak, ISO menawarkan sesuatu yang laik dan memang seharusnya disadari secara penuh karena menyangkut khalayak ramai, baik lokal maupun mancanegara. Adanya keseragaman dan kebakuan dalam sebuah produk dan layanan tentu akan membikin para pengguna (konsumen) lebih percaya untuk terus dan tetap menggunakannya. rn<br> rn<br> rnDemikian pula bahwa ISO bisa diterapkan dalam pelbagai lini, misal kesehatan, pendidikan, barang-barang hasil produksi, pun standar layanan. Tanpa ISO niscaya standar kebakuan dan kompetensi layanan akan cenderung amburadul.
ASI (Air Susu Ibu) mengandung banyak zat penting yang tidak terdapat dalam makanan dan minuman apa pun, termasuk susu formula termahal dan terbaik sekalipun. ASI sangat besar manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, secara fisik dan mental. ASI tak tertandingi oleh produk makanan dan minuman apapun.rn
rn
rnMaka sepatutnya, setiap ibu harus berupaya mendapatkan informasi yang benar tentang seluk beluk ASI dan tata cara penyusuan. Apalagi masih sangat banyak ibu yang tidak menyadari atau mengabaikan pentingnya ASI bagi pertumbuhan bayinya, terutama ibu yang bekerja di luar rumah.