Schistosomasis merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, Lembah Napu, Lindu dan Bada di Propinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah endemis schistosomiasis. Untuk meningkatkan program pengendalian schistosomiasis yang merupakan salah satu penyakit terabaikan maka Kementerian Kesehatan RI membuat buku saku schistosomiasis untuk meningkatkan public awareness melalui petugas kesehatan dan kader.rn<br>rn<br>rnPenyakit demam keong adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing schistoma. Di Indonesia disebabkan oleh cacing Schistoma japonicum dan ditularkan melalui keong Oncomelania hupensis lindoensis
Leptospirosis termasuk penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah berdasarkan Permenkes RI No. 1501/Menkes/PerX/2010. Dengan adanya era desentralisasi dan otonomi daerah, pemetintah daerah dituntut agar dapat berperan aktif dalam upaya pengendalian penyakit Leptospirosis. Peranan pemerintah daerah antara lain dalam hal pengorganisasian, pembiayaan dan logistik, pelaporan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di masing-masing kabupaten/kota.rn
rn
rnSesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, yaitu UU No. 36 TAhun 2009 tentang Kesehatan agar pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya.rn
Buku ini disusun untuk memberikan pengalaman belajar kepada setiap pembaca dalam memberikan PEndidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR). Buku ini terdiri dari 3 (tiga) subbagian, yaitu : (1) perkembangan remaja, (2) anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, dan (3)permasalahan reproduksi remaja. rn<br>rn<br>rnBuku ini memiliki ciri khas, yaitu dalam setiap kajian diawali dengan suatu paragraf berupa permasalahan riil tentang kesehatan reproduksi remaja atau pengalaman nyata terkait materi yang akan dikaji. Hal tersebut bertujuan melatih para pembaca menganalisis permasalahn yang ada di lungkungan sekitar tentang kesehatan reproduksi atau yang dialaminya.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empirism dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat dipahami oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Tidak semua makanan yang dimakan oleh Ibu hamil adalah makanan yang mengandung gizi. Bisa saja seorang ibu berpikiran bahwa makanan yang dimakannya adalah makanan yang bergizi namun ternyata makanan itu tidak bergizi. Padahal makanan bayi tergantung pada makanan ibunya. Semua makanan yang dimakan oleh ibu juga diserap sarinya oleh bayi. BAnyak orang berpendapat bahwa placenta merupakan pelindung bayi dari zat-zat berbahaya yang dibawa oleh sang ibu. Pendapat ini salah sebab apapun yang dimakan ibu diserap pula oleh sang bayi. Gizi yang tidak baik tentu akan berpengaruh buruk pada bayi. Sebab makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil merupakan nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Semakin buruk nutrisi untuk sang buah hati semakin buruk pula nutrisi yang diterima janin.
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut terdapat empat hal yang perlu difahami lebih lanjut yaitu : cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. rn
rn
rnPenelitian merupakan cara ilmiah, berarti penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu, rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya kegiatan penelitian ini dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya cara-cara yang digunakan dalam penelitian ini teramati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang akan digunakan.
Penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat kekerapannya di Indonesia dan sekarang telah menjadi pembunuh utama seperti halnya di negara-negara industri. Banyak sekali kemajuan dalam bidang pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pada penyakit jantung dan pembuluh darah, namun belum ada yang sempurna. Banyak manfaat tapi masih ada kelemahan.rn<br>rn<br>rnMasyarakat juga dibaniri oleh informasi mengenai pengobatan alternatif untuk penyakit jantung dan pembuluh darah sehingga stent atau operasi jantung menjadi sangsi. Banyak pula pesakit yang sudah menjalani tindakan merasa sudah pulih seratus persen dan merasa aman sehingga tidak lagi menjalankan upaya-upaya preventif.
Buku ini disusun atas dorongan semakin banyaknya pencemar lingkungan akibat beragamnya kegiatan manusia, yang menggunakan bahan baku sintetis yang beracun. Limbah ini akan mencemari lingkungan air, udara, tanah, dan lain-lain. Selama di dalam lingkungan, pencemar akan mengalami transportasi dan transformasi di berbagai komponen lingkungan. Pada akhirnya pencemar akan masuk ke badan manusia melalui udara, air, makanan sehingga menyebabkan keracunan.rn<br>rn<br>rnselama ini masyarakat beranggapan bahwa keracunan menyebabkan gejala akut muntaber. Sementara itu keracunan akibat pencemar lingkungan lebih banyak bersifat kronis, misalnya Pb dapat menurunkan IQ pada anak-anak, Hg menimbulkan cact bawaan, Cd menimbulkan penyakit ginjal dan meningkatkan kadar kolesterol.
patologi merupakan ilmu yang mempelajari penyakit, meliputi pengetahuan dan pemahaman dari perubahan fungsi dan struktur pada penyakit, mnulai tingkat molekuler sampai pengaruhnya pada setiap individu. patologi bertujuan utama untuk mengidentifikasi sebab suatu penyakit, untuk program pencegahan suatu penyakit. secara harfiah patologi adalah biologi apnormal, studi mengenai proses-proses biologis yang tidak sesuai, atau studi mengenai individu yang sakit atau yang terganggu. dalam kontes kedokteran manusia, patologi tidak hanya merupakan ilmu dasar atau teoritik, tetapi juga merupakan spesialis kedoteran klinis. patologi adalah kajian dan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan organ, jaringan, cairan,tubuh, dan seluruh tubuh (autopsi).
Dalam penyusunan dokumen AMDAL salah satu aspek yang sangat penting dan perlu pengkajian yang mendalam adalah Aspek Kesehatan Masyarakat. Untuk menghasilkan dokumen yang berkualitas diperlukan wawasan yang memadai khususnya yang terkait dengan kesehatan masyrakat di sekitar proyek, dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan tersebut dan bagaimana hubungannya dengan pola penyakit yang diprediksi akan terjadi saat proyek berjalan sehingga bisa dilakukan upaya pengelolaan yang tepat dan diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sejalan dengan Konsep Pembangunan berwawasan lingkungan yang berpedoman kepada Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengeoaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.