"Panduan penerapan pharmaceutical care adalah buku panduan pelaksanaan pharmaceutical care yang mencakup tahap persiapan, penerapan, dan evaluasi. Buku ini ditulis secara praktis juga dilengkapi dengan contoh studi kasus yang umum ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan serta beberapa contoh formulir, seperti formulir pengumpulan data pasien dan formulir evaluasi data pasien yang diperlukan dalam penerapan pharmaceutical care. Contoh studi kasus dibuat sedetail mungkin dan sistematis agar mudah dipahami. Buku ini ditujukan untuk mahasiswa farmasi, mahasiswa apoteker, atau apoteker yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan agar mudah memahami cara memulai pharmaceutical care terutama di rumah sakit, klinik, dan apotek. Buku ini terdiri dari 8 bab, yang meliputi: Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Klasifikasi masalah obat Bab 3 Pengumpulan data pasien dan dokumentasi Bab 4 Identifikasi masalah obat pasien berdasarkan data subjektif dan objektif Bab 5 Rencana pengobatan Bab 6 Sumber literatur Bab 7 Medication error Bab 8 Studi kasus evaluasi masalah pengobatan pasien rawat inap di rumah sakit"
"Kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang lulusan pendidikan tinggi teknologi laboratorium medik adalah mampu melakukan analisis cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perseorangan dan masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undanganyang berlaku. Kemampuan tersebut dpat diperoleh apabila lulusan memehami teori dan praktik teknologi laboratorium medik. Buku ini terdiri dari 11 bab, yang meliputi: Bab 1 Pengantar Sitohistoteknologi Bab 2 Persiapan Sampel Sel dan Jaringan untuk Pengamatan Bab 3 Mikroskop Cahaya dan Mikroskop Elektron Bab 4 Konsep dan Klasifikasi Jaringan Bab 5 Jaringan Epitel dan Kelenjar Aksesori Bab 6 Jaringan Ikat Bab 7 Jaringan Otot Bab 8 Jaringan Saraf Bab 9 Morfologi Sel Normal dan Abnormal Bab 10 Kultur Sel dan Jaringan Bab 11 Visualisasi Molekul Spesifik."
"Pengembangan riset in vivo merupakan satu faktor pendukung yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap suatu teori, implementasi metode, dan menghasilkan produk farmasi/kesehatan untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara khusus dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Dalam pelaksanaan riset in vivo yang berkaitan dengan ilmu farmasi dan kesehatan, hewan kecil yang sering digunakan sebagai model adalah Rattus (tikus). Penggunaan tikus sebagai hewan uji didasarkan pada kesamaan anatomi dan fisiologis susunan organ tubuh tikus dengan manusia sehingga dapat digunakan untuk mempelajari pola penyakit khusus dengan menciptakan tikus model, intervensi obat baru, serta penentuan dosis dan efek subkronik obat atau zat kimia tertentu. Buku Pedoman Penggunaan Tikus Sebagai Hewan Uji Laboratorium ini membahas mengenai pengembangbiakan tikus, aplikasinya dalam riset, metode intervensi, metode sampling, serta induksi dan tata cara penggunaan hewan transgenik sebagai hewan uji. Buku ini disusun untuk memperkaya informasi dan mempermudah pemahaman tentang hewan uji serta aplikasinya dalam penelitian. Selain itu, buku ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi mahasiswa kedokteran, farmasi, biologi, kedokteran hewan, dan keilmuan terkait dalam melakukan praktikum/penelitian serta menjadi acuan bagi dosen di bidang keilmuan terkait dalam memberikan materi untuk praktikum. Buku terdiri dari 7 bab, yang meliputi : Bab 1 : Pendahuluan Bab 2 : Mengenal tikus dan cara perawatannya Bab 3 : Sistem reproduksi tikus Bab 4 : Pengembangbiakan dan pertumbuhan tikus Bab 5 : Penanganan tikus dalam penelitian Bab 6 : Golongan obat yang digunakan dalam penelitian Bab 7 : Uji fungsional pada tikus"
"Penyuluhan kesehatan sama dengan pendidikan kesehatan masyarakat (public health education), yaitu suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan adanya pesan tersebut, individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Akhirnya, pengetahuan tersebut berpengaruh terhadap perilakunya. Adanya pendidikan tersebut berdampak terhadap perubahan perilaku individu atau masyarakat sasaran. Pendidikan kesehatan gigi (dental health education) merupakan satu di antara program kesehatan gigi dengan tujuan menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan metode untuk memotivasi pasien agar membersihkan mulut mereka dengan efektif, Pendekatan ini ditujukan sedini mungkin pada anak-anak dan orang dewasa yang belum memiliki pemahaman yang benar. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat: Teori dan Praktik Penyuluhan ini difokuskan pada memberikan pemahaman dan mempersiapkan mahasiswa atau penyuluh agar mampu dan terampil dalam praktik penyuluhan kesehatan gigi. Buku terdiri dari 14 bab, yang meliputi : Bab 1 : Pendahuluan Bab 2 : Penyuluh (Educator) Bab 3 : Promosi kesehatan Bab 4 : Penyuluhan Kesehatan gigi masyarakat Bab 5 : Komunikasi penyuluhan Bab 6 : Metode penyuluhan Bab 7 : Teknik dan strategi penyuluhan Bab 8 : Media penyuluhan kesehatan Bab 9 : Latihan artikulasi berbicara Bab 10 : Langkah-langkah penyuluhan kesehatan Bab 11 : Evaluasi dalam penyuluhan kesehatan Bab 12 : Penyusunan materi penyuluhan Bab 13 : Kiat penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut Bab 14 : Contoh rencana penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut"
"Buku Ajar Bedah Mulut dan Maksilofasial: Teori dan Praktik Dasar dirancang untuk memenuhi tuntutan kompetensi mahasiswa kedokteran gigi masa kini. Seluruh isinya merupakan hasil karya para dosen fakultas kedokteran gigi dari lintas institusi yang mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk kemajuan pendidikan kedokteran gigi terutama dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial. Buku terdiri dari 12 bab, yang meliputi : Bab 1 : Pengisian status pasien dan rekam medis Bab 2 : Penatalaksanaan pasien kompromi medis pada Tindakan bedah mulut Bab 3 : Kontrol infeksi Bab 4 : Instrumen dan armamentarium Bab 5 : Nyeri Bab 6 : Sinusitis maksilaris odontogenik Bab 7 : Anestesi dalam kedokteran gigi Bab 8 : Medikasi dalam Tindakan bedah mulut Bab 9 : Prinsip-prinsip pembedahan Bab 10 : Pencabutan gigi Bab 11 : Tata laksana komplikasi pencabutan gigi Bab 12 : Pembedahan gigi impaksi"
"Peran fisioterapi dalam neonatal care, kompetensi klinis sudah ditetapkan lama oleh World Confederation for Physical Therapy (WCPT) dan juga ditetapkan sebagai kompetensi standar oleh Perhimpunan Fisioterapi Anak Indonesia (PFAI), fisioterapi berperan sebagai bagian dari tim kolaborasi professional dalam penanganan neonatus. Buku terdiri dari 8 bab, yang meliputi : Bab 1 : Perkembangan normal masa prenatal Bab 2 : Nenoatus normal Bab 3 : Neonatus dengan risiko tinggi Bab 4 : Kompetensi dasar fisioterapi neonatus Bab 5 : Pengenalan lingkungan praktik neonatus Bab 6 : Pemeriksaan fisioterapi pada neonatus Bab 7 : Diagnosis fisioterapi dengan ICF-CY pada neonatus Bab 8 : Intervensi fisioterapi pada neonatus"
"Dinamika terjadi karena adanya keberagaman pelaksanaan praktik kefarmasian di Indonesia merupakan kenyataan yang tersaji bagi insan Apoteker sebagai sebuah tantangan. Keberagaman itu mencakup himpunan pekerjaan kefarmasian yang berbeda dalam frasa PRAKTIK KEFARMASIAN, meliputi praktik pengadaan, praktik pembuatan, praktik distribusi, praktik pelayanan, dan praktik pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional. Kenyataan yang terjadi adalah ranah kefarmasian ini dibanjiri pemain dari banyak latar belakang profesi, baik dari profesi kesehatan maupun non-kesehatan. Kenyataan itu faktanya berhasil menenggelamkan ruh profesi kefarmasian yang sesungguhnya sebagai bagian dari kesehatan strategis di bidang kefarmasian yaitu ""PRAKTIK PELAYANAN KEFARMASIAN"". Buku ini menghadirkan dinamika penting kenyataan dari dunia farmasi Indonesia disertai dasar dan penjelasannya, antara lain rancunya antara peraturan perundang-undangan kefarmasian,hubungan Apoteker-TTK, praktik 3-SIPA, praktik kefarmasian oleh tenaga kesehatan non-farmasi, pengaturan pendirian apotek, dan dinamika lainnya. Buku terdiri dari 8 bab, yang meliputi : Bab 1 : Pendahuluan Bab 2 : Landasan praktik kefarmasian di Indonesia Bab 3 : Upaya kesehatan Bab 4 : Tenaga kefarmasian Bab 5 : Kendali mutu tenaga kefarmasian Bab 6 : Pengelolaan sediaan farmasi Bab 7 : Kesehatan tradisional Bab 8 : Sarana layanan kefarmasian"
"Buku ini berisi soal-soal kefarmasian tahun 2022 disertai dengan pembahasan yang bisa digunakan oleh mahasiswa untuk berlatih tentang kefarmasian dalam menghadapi ujian kompetensi bagi apoteker. Isi dalam buku ini adalah mengenai : 1. Praktik dan layanan kefarmasian 2. Farmakoterapi - Gangguan kardiovaskular - Gangguan pernafasan - Gangguan pencernaan - Gangguan ginjal, saluran kemih, dan obstetric-ginekologi - Gangguan endokrin dan metabolic - Penyakit infeksi - Gangguan saraf dan Kesehatan jiwa - Gangguan tulang dan persendian - Gangguan mata dan THT - Gangguan kulit - Gangguan imunologi, nutrisi, onkologi dan kondisi gawat darurat"