INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 3694 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 346 347 348 349 350 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik& Riwayat Kesehatan=Bates' guide to physical examination & history taking
By Lynn S. Bickley ; Frederica Ian Liana
-- : EGC, 2015

Pembahasan pada buku ini terbagi atas, 3 unit. Unit 1, membahas dasar-dasar penilaia kesehatan. Terdiri atas 3 bab pembahasa. Bab pertama membahas, gambaran umum mengenai anamnesis dan pemeriksaan fisik , bab dua, logika klinis, penilaian serta pencatatan temuan anda. Pada bab terakhir membahas, anamnesis dan riwayat kesehatan. Unit 2 membahas pemeriksaan regional pembahasan dari bab4 sampai bab 17. Unit 3 dibahas mengenai, populasi khusus adapun pembahasan pada bab 18 memeriksa anak, bayi dan remaja. Bab 19 membahas wanita hamil. Pada bab 20 dibahas mengenai pasien usia lanjut. 16 april 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Harrison Kardiologi dan Pembuluh darah=Harrison's cardiovascular medicine
By Joseph Loscalzo
-- Jakarta : EGC, 2015

Buku ini sebagai buku pendamping klinis, topk ysng dibahas dalam buku ini adalah: gangguan kardiovaskular, gangguan irama jantung, gangguan jantung, dan penyakit pembuluh darah. Dibahas dalam 6 bagian.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Atlas Histologi di fiore dengan Korelasi Fungsional=Difiore's atlas of histology with functional correlations
By Victor P. Eroschenko
-- Jakarta : EGC, 2015

Buku ini menjelaskan konsephistologi dasar dengan menggunakan panduan tata letak yang berwarna dan ilustrasi untuk semua truktur histologi, dengan tujuan struktur histologi dan fungsi utamanya dapat dipelajari sexcara efiaien. Pembahsan bab baru tentang biologi sel yang dilengkapi dengan gambar dan foto. Isi buku dirangkai dalam empat bagian, mulai dari metode, mikroskopi hingga jaringan dan sistem. 19 April 2018

Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Prometheus, Atlas Anatomi Manusia: Organ Dalam=Prometheus LernAtlas der Anatomie: Innere Organe
By Michael Schunke
-- Jakarta : EGC, 2016

Buku ini merupakan penuntun yang didaktis, bertujuan menciptakan atlas belajar yang membantu mahasiswa menguasai mata kuliah ana tomi. Prometheus diharapkan menjadi sebuah petunjuk yang kontruktif dan edukatif. Adapun materi yang dibahas adalah: rongga tubuh, sistem peredaran darah, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem urin, sistem kelamin, sistem getah bening, sistem endokrin, sistem saraf vegetatif

Ketersediaan5
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbedaan nilai kapasitas aerobik maksimal (VO2max) pada atlet 10-13 tahun antar cabang olahraga (Studi pada cabang olahraga bola voli, sepak bola, renang dan taekwondo)
By Yosef Purwoko ; Endang Kumaidah ; Maria Anindya Krishnasari
-- Semarang : FK Undip, 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan penggunaan amiodarson terhadap perpanjangan interval QT pada pasien aritmia di RSUP dr. Kariadi Semarang
By Ilham Uddin ; Endang Mahati ; M. Reza Adityo
-- Semarang : FK Undip, 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian trombositopenia pada pasien HIV/AIDS
By Teguh Tri Wardana ; Catharina Suharti ; Muchlis Achsan Udji Sofro
-- Semarang : FK Undip, 2017

Latar Belakang: Pada penyakit infeksi HIV, trombositopenia merupakan gangguan hematologi yang sering terjadi dan bahkan dapat muncul sebagai tanda awal pada pasien yang terinfeksi HIV. Trombositopenia sendiri merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan pengobatan pasien HIV. Patofisiologi yang mendasari terjadinya trombositopenia pada penderita HIV antara lain terjadinya percepatan penghancuran trombosit di perifer dan penurunan produksi trombosit. Penyebab sekunder umumnya merupakan akibat infeksi oportunistik, hipersplenisme, infiltrasi sumsum tulang akibat infeksi atau keganasan, kondisi komorbiditas (misalnya, sirosis pada penyakit hati), dan mielosupresi akibat obat-obatan. Tujuan: Membuktikan pengaruh beberapa faktor dengan kejadian trombositopenia pada pasien HIV/AIDS Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif/kasus-kontrol. Dilakukan pengambilan data yang termasuk dalam kriteria inklusi yang berasal dari catatan medik pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Data sampel pasien HIV/AIDS dengan trombositopenia selanjutnya dilakukan analisis menggunakan chi-square terhadap variabel bebas yaitu nilai CD4, status terapi ARV, faktor resiko tertular HIV, Stadium klinis HIV, status infeksi hepatitis B, status hepatitis C, status koinfeksi tuberkulosis, dan status komorbid keganasan. Hasil: Pada penelitian ini selama periode tahun 2015-2017 dari 1.147 pasien HIV/AIDS didapatkan 77 (6,7%) pasien mengalami trombositopenia dengan median usia pasien 36,5 tahun dan frekuensi terbanyak terdiri dari jenis kelamin laki-laki 71,4%, faktor risiko terinfeksi HIV adalah heteroseksual 79%, jumlah nilai CD4 < 200 sebesar 79,2%, dan status dalam terapi HAART 76,6%. Pada analisis antara beberapa variabel yang diteliti didapatkan hasil bermakna pada variabel jumlah status nilai CD4 < 200 dengan p = 0,003 dan stadium klinis HIV-WHO 2 dan 3 dengan p = 0,001 dan p = 0,001. Kesimpulan: Di era penggunaan HAART kejadian trombositpenia meskipun jarang masih merupakan salah satu komplikasi dari infeksi HIV/AIDS yang perlu diperhatikan. Pada penelitian ini, beberapa faktor seperti nilai jumlah CD 4 rendah dan stadium klinis HIV tahap awal didapatkan hubungan bermakna terhadap kejadian trombositopenia. Perlunya tetap dilakukan pemantauan pemeriksaan hematologi pada pasien HIV/AIDS guna memberikan terapi lebih baik. Kata kunci: HIV, AIDS, trombositopenia, HAART, hepatitis B, hepatitis C, tuberkulosis, keganasan

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan derajat skala postif BTA sputum dengan kadar CA-125, C-reactive protein dan plateletcrit pada tuberkulosis paru aktif
By Dian Widyaningrum ; MA Lisyani Budipradigdo Suromo ; Inge Kusumaningdiyah
-- Semarang : FK Undip, 2017

Latar belakang. Pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam pada sputum untuk menunjang diagnosis tuberkulosis paru kadang memberikan hasil negatif palsu. Penelitian-penelitian tentang manfaat biomarker lain seperti carbohydrate antigen -125 (CA-125), C-reactive protein (CRP) dan indeks trombosit sebagai piranti mendukung diagnosis tuberkulosis paru aktif masih diperdebatkan. Tujuan. Membuktikan adanya hubungan antara kadar CA-125, CRP dan plateletcrit dengan derajat positif BTA sputum menurut skala International United Against Tuberculosis (IUATLD) pada penderita tuberkulosis paru aktif. Metode. Penelitian belah lintang dilakukan dengan melibatkan 41 orang laki-laki yang didiagnosis tuberkulosis paru aktif berusia 18 – 60 tahun di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) wilayah Semarang. Diagnosis dan kategori skala IUATLD ditegakkan berdasarkan BTA sputum. Kadar CA-125, CRP dan plateletcrit dihitung menggunakan alat secara otomatis. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Enam belas dari 41 penderita tuberkulosis paru aktif (39%) menunjukan BTA 1+, 14 orang (34%) BTA 2+ dan 11 orang (27%) BTA 3+. Hasil uji korelasi antara kadar CA-125, CRP dan plateletcrit dengan derajat skala positif BTA sputum masing-masing menunjukkan hubungan dengan nilai r=0,836;p=0,000 untuk CA-125, r=0,472;p=0,002 untuk CRP dan r=0,358,p=0,022 untuk plateletcrit. Simpulan. Terdapat hubungan positif antara derajat skala positif BTA sputum dengan kadar CA-125, CRP dan plateletcrit. Kata kunci: Tuberkulosis paru aktif, skala IUATLD, CA-125, C-reactive protein, plateletcrit.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Nilai persen reticulated platelet, kadar procalcitonin dan kadar laktat sebagai faktor risiko kematian pada pasien sepsis di Instalasi Rawat Intensif
By Louisa M. ; MA Lisyani Budipradigdo Suromo ; MI Tjahjati DM
-- Semarang : FK Undip, 2017

Latar belakang. Sepsis merupakan salah satu keadaan dengan angka kematian yang sangat tinggi meskipun protokol penanganan telah sedemikian berkembang. Berbagai penelitian menunjukkan patofisiologi yang sangat kompleks dari sepsis; meliputi inflamasi, koagulasi dan disfungsi organ. Pemeriksaan biomarker dari ketiga proses tersebut berpotensi memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap patogenesis sepsis, termasuk kemampuannya untuk memprediksi kematian pasien sepsis secara efektif dan efisien, dalam rangka pemberian intervensi yang lebih agresif. Tujuan. Membuktikan bahwa parameter nilai persen reticulated platelet (%rP), kadar procalcitonin (PCT) dan kadar laktat merupakan faktor risiko kematian pada pasien sepsis di Instalasi Rawat Intensif. Metode. Penelitian kohort terhadap pasien sepsis di Instalasi Rawat Intensif (IRIN) RSUP Dr. Kariadi periode Desember 2016-Maret 2017. Ketiga biomarker diperiksa dalam 24 jam pertama pasien dinyatakan sepsis di IRIN, kemudian dilakukan analisis bivariat (mann-whitney dan chi-square). Nilai cut-off optimal ditentukan menggunakan metode ROC. Hasil. Subyek penelitian sebanyak 84 dibagi menjadi kelompok meninggal (56%) dan bertahan hidup (44%). Nilai %rP, kadar PCT dan kadar laktat pada kelompok meninggal lebih tinggi dibandingkan kelompok bertahan hidup (p < 0,0001; masing-masing). Area under curve untuk kematian dalam 28 hari nilai %rP (0,916) ditemukan lebih tinggi dari kadar PCT (0,890) dan kadar laktat (0,891). Risiko relatif nilai %rP 14,559 (3,786-55,990 IK 95%; p < 0,0001), kadar PCT 4,286 (2,178-8,433 IK95%; p < 0,0001) dan kadar laktat 6,613 (2,909-15,031 IK95%; p < 0,0001) terhadap status kematian pasien sepsis. Simpulan. Nilai %rP, kadar PCT dan kadar laktat merupakan faktor risiko terhadap status kematian pasien sepsis di IRIN. Kata kunci: Sepsis, %rP, PCT, laktat, kematian, Instalasi Rawat Intensif.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
The Indonesian Biomedical Journal
-- Jakarta : The Prodia Edcaton and Research Institute, 2013

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 346 347 348 349 350 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?