INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 3694 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 311 312 313 314 315 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Health Science Journal of Indonesia
-- Jakarta : Badan Litbangkes, 2017

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Health Science Journal of Indonesia
-- Jakarta : Badan Litbangkes, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
-- Jakarta : Badan Litbangkes, 2017

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
-- Jakarta : Badan Litbangkes, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
-- Jakarta : Badan Litbangkes, 2017

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
-- : Badan Litbangkes, 2016

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Indonesian Journal of Urology
-- Surabaya : Ikatan Ahli Urologi Indonesia, 2017

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Indonesian Journal of Rheumatology
-- Jakarta : Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 2017

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh adjuvan ketamin pada blok servikal superfisial terhadap kadar substansi P pasien tiroidektomi
By Riyan Maulana ; Yulia Wahyu Villyastuti ; Doso Sutiyoso
-- Semarang : FK Undip, 2017

Latar belakang: Setiap pembedahan akan menimbulkan konsekuensi nyeri termasuk pada operasi tiroid. Substansi P merupakan suatu neuropeptida elemen penting dalam proses persepsi nyeri. Penghambatan pelepasan mediator ini salah satunya dengan blok regional yakni bilateral superficial cervical plexus block(BSCPB). Anestesi lokal dengan ketamin merupakan salah satu metode penanganan nyeri pascabedah yang memberikan efek analgesia preemptif. Tujuan:Mengetahui pengaruh adjuvan ketamin 0,25 mg/kg pada BSCPB terhadap kadar substansi P serum pada pasien tiroidektomi dengananestesi umum. Metode: Penelitian ini merupakaneksperimental acak tersamar ganda yang mengikutsertakan 48 pasien yang menjalani tiroidektomi dengan anestesi umum yang dibagi dalam 3 kelompok yang memenuhi kriteria penelitian. Kelompok N mendapat BSCPB plasebo yakni normal salin 0,9%. Kelompok B mendapat BSCPB bupivakain 0,25% dan kelompok K mendapat BSCPB bupivakain 0,25% dengan adjuvan ketamin 0,25 mg/kg. Masing-masing kelompok diberikan volume infiltrasi 15ml. Pasien diintruksikan menggunakan visual analog score(VAS). VAS dinilai jam ke-1 dan 12 pasca operasi. Sampel darah substansi P diambil sebelum tindakan blok dan 12 jam pasca operasi. Hasil:Pada penelitian ini dengan tingkat kepercayaan 95%, terlihat bahwa terdapat pengaruh pemberian blok BSCPB baik dengan adjuvan maupun tanpa adjuvan terhadap kadar substansi P dan nilai VAS pada tiroidektomi dengan anestesi umum (p < 0,05). Kebutuhan opioid perioperatif juga lebih rendah untuk kelompok B dan K dibandingkan dengan kelompok kelompk N (p < 0,05). Namun kadar substansi P dan nilai VAS 12 jam pasca operasi tidak berbeda antara kelompok B dan K (p > 0,05). Simpulan:Penggunaan blok BSCPB baik bupivacain 0,25% maupun dengan adjuvan ketamin 0,25 mg/kg terbukti efektif sebagai analgetik perioperatif maupun pasca operasi pasien tiroidektomidengan anestesi umum. Dimana penggunaan blok BSCPB terbukti menurunkan kadar substansi P dan nilai VAS 12 jam pasca operasi, serta kebutuhan opioid perioperatif. Kata kunci: BSCPB, ketamin, substansi P, tiroidektomi, VAS

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Laporan serial kasus : Ketamin pada blok peritonsillar untuk manajemen nyeri pasca operasi tonsilektomi
By Chrismaulana Oloan Harahap ; Himawan Sasongko ; Doso Sutiyoso
-- Semarang : FK Undip, 2017

Latar Belakang : Nyeri merupakan salah satu masalah yang paling konsekuensial yang disebabkan setelah prosedur invasif. Pengelolaan nyeri pasca operasi tonsilektomi adalah tugas yang sulit, hal tersebut dmengakibatkan berkurangnya asupan gizi secara oral, perawatan yang lama di rumah sakit, dan keterlambatan dalam kembali ke aktivitas normal. Di era BPJS, pemerintah lebih bijak menentukan tarif. Rumah Sakit ditekan dengan biaya rendah namun memberikan pelayanan yang optimal. Sebagai ahli anestesi harus memiliki metode dalam mengurangi morbiditas pasca operasi. Nyeri pasca tonsilektomi diyakini dimediasi oleh stimulasi dari serabut saraf aferen C-fiber yang terletak di ruang peritonsillar, dan infiltrasi anestesi lokal ke daerah ini dapat menurunkan rasa sakit dengan memblokir jalur sensorik dan dengan demikian mencegah impuls nosiseptif. Infiltrasi Peritonsillar ketamin sendiri atau dalam kombinasi dengan epinefrin dapat mengurangi VAS (Visual Analog Score) dan penggunaan opioid. Tujuan : Evaluasi efektivitas ketamin pada blok peritonsiller dan pengelolaan nyeri pasca operasi setelah tonsilektomi. Metode : Dua perempuan di dekade kedua dan ketiga mereka dijadwalkan untuk tonsilektomi elektif. Premedikasi midazolam menggunakan 3 mg, induksi menggunakan propofol 2 mg / kg intravena, dexametason 10 mg intravena, di cuffed dengan sevofluran, dan dilakukan intubasi. Operasi itu berlangsung 10 menit, menggunakan teknik diseksi, kami melakukan blok peritonsillar di fossa peritonsillar menggunakan ketamin 0,1 mg / kgBB dan lidokain cum adrenalin 1: 200.000 sebagai pelarut, 2 ml volume diterapkan di setiap tonsil sebelum ekstubasi. Kami mengevaluasi nyeri pasca operasi dengan menggunakan skala VAS pada 1 jam, satu jam 6 pasca operasi. Kami juga menilai komplikasi yang mungkin terjadi pasca op. Hasil : Satu jam observasi, semua pasien yang mengalami sakit ringan, dan pengamatan setelah enam jam tidak memiliki rasa sakit, dan hal ini mengurangi penggunaan opioid atau NSAID. Muntah sebagai komplikasi terjadi hanya pada pasien pertama, dan diberikan antiemetik. Semua pasien dipulangkan dari rumah sakit 8 jam setelah operasi, dan diberikan asam mefenamat 500 mg per delapan jam per oral. Kesimpulan : Blok peritonsillar menggunakan ketamin dan lidocain cum adrenalin 1:200.000 sebagai pelarut efektif untuk meminimalkan nyeri pasca operasi tonsilektomi di kedua pasien hingga 6 jam pasca op, dan secara signifikan mengurangi kebutuhan opioid atau NSAID analgetik. Kata kunci : Manajemen nyeri pasca operasi, infiltrasi peritonsillar, ketamin.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 311 312 313 314 315 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?