INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 5606 dari pencarian Anda melalui kata kunci:
Hal. Awal Sebelumnya 441 442 443 444 445 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Assessing City Resilience Lessons from Using the UNISDR Local Government Self-Assessment Tool in Thailand and Vietnam
By Team Institute for Social and Environmental Transition-International ; Team Thailand Environment Institute ; Team Vietnam Institute for Science and Technology Policy and Strategi Studies
-- USA : Institute for Social and Environmental Transition-International Boulder, 2013

This Report presents the experience and findings that have come out of applying the United National Strategy for DIsaster Reduction (UNISDR) Local Government Self-Assessment Tool (LGSAT) in four cities in Vietnam and Thailand. This tool was applied under the framework of the Mekong Building Climate Resilience Asian Cities (M-BRACE) program supported by United State Agency for International Development (USAID) and the Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCRN) supported by Rockefeller Foundation. In each of these cities-Hue and Lao Cai (Vietnam, M-BRACE) and Udon Thani (Thailand, M-BRACE) and Hat Yai (Thailand, ACCRN)-the Institture for Social and Environmental Transition-International (ISET-International), the Thailand Environment Institute(TEI) and the Vietnam National Institute for Science and Technology Policy and Strategy Studies (NISTPASS) have been working for several years under programs to build city stakeholder capacity to build climate resilience by engaging directly with city stakeholders. The LGSAT was applied in collaboration with the UNISDR Asia Office in Bangkok

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Green Energy and Infrastructure Securing a Sustainable Future
By Stagner, Jacqueline A ; Ting, David S-K
-- USA : CRC Press, 2021

C. S. Lewis rightly instructed, "The task of the modern educator is not to cut down jungles, but to irrigate deserts." This book aims to achieve this task by pushing the frontiers of scholarship for securing a sustainable future through green energy and infrastructure. This encompasses the notion that what we create is in harmony and integration with both the spatial and temporal domains. Through numerous practical examples and illustrations, this book examines a comprehensive review of the latest science on indoor environmental health, energy requirements for buildings, and the "greening" of infrastructure. Also, it provides a discussion on the underlying properties of biomass and its influence on furthering energy conversion technologies. Energy storage is essential for driving the integration of renewable energy, and different storage approaches are discussed in terms of power balancing, grid stability, and reliability. Features; 1. Focuses on the importance of coupling green energy with green infrastructure 2. Provides an unbiased update of the state-of-the-art of sustainability science 3. Discusses utilizing sustainable building materials for simultaneous improvement in energy, economic, and environmental bottom lines for industry 4. Illuminates practical steps that need to be undertaken to achieve a greener infrastructure Green Energy and Infrastructure: Securing a Sustainable Future is appro­ priate for researchers, students, and decision-makers seeking the latest, practical information on environmental sustainability.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Transforming Borneo From land exploitation to sustainable development
By Goh, Chun Sheng ; Potter, Lesley
-- Singapore : ISEAS, 2023

The past five decades of land-use change in Borneo mark an unprecedented, vivid example ofland exploitation to induce economic development. Borneo, the world's third-largest island located in Southeast Asia (Figure I.I), was endowed with one of the oldest rainforests in the world. However, since the 1970s the island has experienced rampant timber extraction on a massive scale; a huge amount of valuable tropical wood was logged and exported, either as raw logs or plywood, resulting in millions of hectares of deforestation and forest degradation. In total, about 20 million ha of old-growth forests were destroyed from 1973 to 2018, largely due to human activities (CIFOR 2020). In the 1980s, the cultivation of oil palm, a lucrative cash crop grown mainly for export, was introduced throughout the island. By 2018, about 22 million tonnes of the world's vegetable oils (12 per cent) came from the island, compared to 5 million tonnes in 2000 (FAOSTAT 2021). The widespread logging and replacement of forests with oil palm and other crops has resulted in serious degradation of peatland (mainly in Central Kalimantan, Sarawak and West Kalimantan) and greatly escalated the risk of fires, especially during periodic long droughts (Santika, Budiharta, et al. 2020). Repeated peat and forest fires have led not only to enormous carbon stock loss but also transboundary haze that has exerted detrimental health impacts over the entire region (Zhang and Savage 2019)

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Laporan Tahunan 2014
By Team ICCTF
-- Jakarta : ICCTF, 2014

Laporan ini mencakup kegiatan yang dilakukan pada tahun 2014 oleh Indonesia Climate change Trust Fund (ICCTF) di bawah program "Prepatory Arrangements for the Indonesia Climate Change Trust Fund (PREP-ICCTF)", kerjasama anata badan perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan UNDP. ICCTF bertugas mengkoordinir dan menyalurkan dana untuk kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklum dengan memastikan bantuan pembangunan yang efektif terkait inisitatif perubahan iklum serta untuk mengarahkan indoensia menuju ekonomi rendah karbon. Untuk mendukung pembaentukan Indonesia Cliamte Change Trust Fund (ICCTF) yang dikelola secara nasional dan dapat beroperasi secara penuh, kegiatan PREP-ICCTF berfokus pada (i) memberikan dukungan terhadap inisiatif prioritas pada penanganan perubahan iklim; (ii) koordinasi dialog kebijakan dan meningkatkan kesadaran terkait perubahan iklum; (iii) mendukung kebutuhan pengembangan kapasitas dan upaya efisieni serta efektifitas kegiatan ICCTF.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Indonesia Climate Change Trust Fund Annual Report 2013
By Team ICCTF
-- Jakarta : ICCTF, 2013

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Siap Siaga Banjir Sekarang ! Kisah Penerapan Sistem Peringatan Dini Banjir dan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana di Aliran Sungai Beringin
By Tim ACCRN & Mercy Corps Indonesia
-- Indonesia : Mercy Corps Indonesia, 2017

Kondisi wilayah yang landai, alih fungsi lahan dan infrastruktur yang kurang menyebabkan berbagai kota di Indonesia rentah berdampak banjir. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tahun 2016 mengungkap 315 Kabupatan/Kota di Indonesia termasuk daerah dengan bahaya terdampak banjir. Jumlah penduduk di berbagai wilayah Indonesia yang renta terdampak banjir sebanyak 63,7 juta jiwa dan sebanyak 6.102 banjir terjadi dalam kurun waktu 10 tahun yang telah menelan hingga 2.700 jiwa. Di tahun 2012-2014, Mercy Corps Indonesia melalui Program Jejaring Ketahan Kota-kota Asia terhddap Perubahan Iklim (Asian Cities Climate Change Resilience Network-ACCRN) menggabungkan unsur teknologi dan partisipasi masyarakat daam program kesiapsiagaan banjir di Kota Semarang. Program prediksi dan sistem peringatan dini banjir di Kota Semarang menjadi pembelajaran program kesiapsiagaan banjir yang tidak hanya mengandalkan teknologi, namun juga partisipasi masyarakat. Sinergi teknologi dan peran masyarakat menjadi kunci efektivitas program mitigasi banjir di Kota Semarang.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Quick guide for policy makers Pro-poor urban climate resilience in Asia and the Pasific
By Storey, Donovan ; Wehmer, Natalja ; Barth, Bernhard
-- Thailand : United Nations, 2014

Climate change is no longer something that may happen in the distant future. Form higher temperatures and rising sea levels to changin rainfall patterns and more frequent extreme weather events. Climate change is already imnpacting on the regions rapidly growing cities and their populations. The urban poor are affected disproportionately by these changes due to a combination of factors, such as vulnerable physical location, poor quality housing and an often limited capacity to prepare for, cope with and recover from extreme weather events and slow-onset impacts of climate change. In fact, climate variability and change threatens to interfere with, and eve reverse, hard won poverty reduction and development gains

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Panduan Penyusunan Kajian Kerentanan
By Tim ACCRN & Mercy Corps Indonesia
-- Indonesia : Mercy Corps Indonesia,

Laporan The State of World Population menyatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari separuh penduduk dunia tinggal di daerah perkotaan. Angka ini diprediksi akan meningkat sebesar 70% di tahun 2050 atau sejumlah 6,4 milyar penduduk. Angka pertumbuhan tertinggi diprediksi akan terjadi di kota sekunder yang berada di negara-negara berkembang; kota-kota yang saat ini memiliki populasi di bawah 500.000 jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Tingkat pertumbuhan tahunan skla nasional di Indonesia adalah sebesar 1,1% sementara tingkat pertumbuhan penduduk perkotaannya mencapai 3,3%. Lebih dari 114 juta orang, kurang lebih setengah jumlah penduduk, tinggal di wilayah perkotaan. Tingginya tingkat urbanisasi menjadi suatu tantangan lain bagi kota yang ingin mengadopsi strategi ketahanan perubahan iklim, dimana tingginya tingkat migrasi mengakibatkan peningkatan tekanan pada kondisi eksisting pelayanan kota yang memang tidak memadai. Sebagai contoh satu dampak utama perubahan iklim yang diprediksi akan dialami oleh Indonesia adalah menurunnya ketersediaan air bersih, infrastruktur untk penyediaan air dan sanitasi perkotaan yang tersedia saat ini tidak mamlu untuk melayani sebagian besar penduduk perkotaan, dan pembangunannya ditengarai belum berada pada jalur yang tepat untuk dapat mencapai target MDGs di sektor air bersih dan sanitasi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Arsitektur Vernakular Mandailing
By Cut Nuraini
-- Yogyakarta : Teknosain, 2023

Lingkungan tempat tinggal masyarakat perdesaan di Indonesia didesain oleh nenek moyang kita tanpa arsitek, tanpa planner (perencana), tanpa masterbuilder. Namun, lingkungan binaan tersebut terbukti lebih tangguh dalam menghadapi segala tekanan, baik tekanan fisik dalam bentuk bencana alam maupun dalam bentuk sebaran penyakit atau pandemi. Resiliensi arsitektur lingkungan binaan ciptaan nenek moyang kita terhadap bencana sudah tidak diragukan lagi, sehingga banyak sekali ide desain bangunan-bangunan arsitektur lokal di setiap daerah di Indonesia yang dijadikan inspirasi oleh para arsitek dalam dan luar negeri sebagai acuan. Tetapi, karya-karya arsitektur lokal yang lahir dari 'tangan dingin' nenek moyang dan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakatnya sambil tetap melenggang anggun dalam melakukan daily-activities di tengah pandemi, tentu tidak banyak ditemukan. Penulis berharap, buku ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan baru yang berbasis kearifan lokal terutama dalam upaya mitigasi, pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19. Tradisi baik yang berseninambungan dan terbukti tangguh dalam menghadapi pandemi tentu harus dijadikan arahan dalam pengembangan model tata ruang yang responsif.

Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Lingkungan Perumahan Vernakular
By Cut Nuraini
-- Yogyakarta : Teknosain, 2023

Buku Lingkungan Perumahan Vernakular rnernaparkan secara urnurn tiga aspek arsitektur wmnakular yaitu produk, proses dan pengetahuan yang dihasilkan oleh yarakat Mandailing. Tiga aspek tersebut selanjutnya membentuk karya a itektur tanpa arsitek di skala lingkungan perumahan yang mampu bertahan hingga saat ini dan adaptif pandemi Covid-19

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 441 442 443 444 445 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?