Climate change is a key challenge for Asian cities in the global south. Already half of Asia-Pacific's urban population live in secondary cities of less than 1 million, and as urbanisation continues more people will be exposed to direct and indirect hazards of climate change. The impacts will continue to devastate lives and homes - and have the potential to undo many development gains of the last few decades. Understanding these impacts begins to equip communities, governments and stakeholders to prevent long term development losses. This paper suggests that those most susceptible to climate change impacts are the children who live in slums, informal settlements and on the streets of secondary cities, as their exposure to increasing and dramatic weather events, disease outbreaks and fluctuations in temperature are made worse by entrenched poverty, economic recession, youth unemployment and fragile institutions. This multi-city study undertaken by IIED in partnership with Save the Children argues for a profound change in current thinking. The study looks at three secondary Asian cities: Khulna (Bangladesh), Malolos (Philippines) and Da Nang (Vietnam). It considers the opportunities and gaps between current urban and climate change planning and argues for greater focus on secondary cities in particular those cities at highest risk in Asia. It concludes by putting forward recommendations for government and non-government actors alike.
On the coast of Java, Semarang City faces a multitude of climate-related problems including sea-level rise, flash and tidal floods, subsidence and coastal erosion Using four case.-study villages, this working paper explores how households are coping with the impacts of climate change. How do they decide whether to protect, adapt or relocate their property to areas less affected, and what are the costs? Understanding household risk assessments and decision-making processes should effectively tailor government policies to reduce vulnerability and support local adaptation strategies. By bringing together all stakeholders, an urban climate governance approach should ensure a more resilient city.
Badan Informasi Geospasial (BIG) menjadi salah satu mitra penting BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam melaksanakan manajemen penanggulangan bencana di Indonesia. Peran BIG fokus pada penyediaan informasi geospasial yang dibutuhkan oleh para pembuat perencanaan dalam merancang program-program antisipasi dan recovery pascabencana. Salah satunya terlihat dalam penanggulangan banjir di Jakarta. Redaksi Majalah Geospasial Indonesia dalam Rubrik BIG ISSUE, memaparkan peran BIG dalam pembuatan Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir yang dikeluarkan oleh BMKG. Seperti yang diketahui, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta termasuk daerah yang terkena dampak banjir cukup parah pada awal Januari 2020 lalu. Bencana banjir yang menimpa wilayah Jakarta dan sekitarnya memiliki pola yang cenderung berulang, terjadi hampir setiap tahun dengan menimbulkan kerugian materi yang besar, juga merengut nyawa. Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir ini masyarakat memiliki informasi yang valid dalam mengantisipasi bencana banjir yang sewaktu-waktu menerjang wilayahnya, sehingga kerugian materi apalagi jiwa dapat diminimalkan. Selain memiliki andil dalam mendukung manajeman penanggulangan bencana, BIG juga eksis dalam memberikan layanan informasi geospasial kepada publik. Dalam Rubrik BIG EVENT Redaksi menampilkan prestasi Balai Layanan Jasa dan Produk Geospasial BIG yang mendapatkan penghargaan sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik kategori "Sangat Baik" dengan nilai A- dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tahun 2019. Kabar gembira ini hendaknya dapat memacu warga BIG untuk lebih semangat lagi meningkatkan kinerja dan prestasi.
Rubrik Laporan Utama mengambil tema "Problematika dan Penguatan Konsultan Daerah" untuk merespons kegelisahan anggota akan masalah yang dihadapi, baik teknis maupun manajemen, dan menawarkan strategi untuk mengatasi permasalahan dan keluar sebagai pemenang. Kemauan untuk meningkatkan kapasitas akan membuat konsultan terus relevan dengan perkembangan jaman. Rubrik Lentera llmu dan Resensi Buku hadir memberikan pengayaan terhadap isu-isu pembangunan terbaru, seperti pemetaan untuk tata ruang, ketahanan iklim berbasis masyarakat, penguatan struktur bangunan dan kanal sebagai infrastruktur pengendali banjir. Kehadiran INKINDO penting untuk mengakselerasi kemajuan perusahaan perusahaan anggotanya. Rubrik Info Organisasi mewartakan program-program INKINDO, baik yang bersifat internal, yaitu peningkatan kapasitas anggota maupun yang bersifat eksternal melalui advokasi kebijakan pembangunan daerah.
Majalah Edisi 51 diawali dengan sajian rubrik laporan utama yang membawa kita lebih dekat dengan waste treatment, lalu dilanjutkan rubrik Opini mahasiswa teknik kimia dari berbagai universitas., kemudian pembahasan lebih mendalam mengenai pengolahan limbah disajikan dalam rubrik liputan khusus. terdapat juga sajian jelajah membahas waste treatment di negeri Jiran. Lalu, ada sajian apik dari alumni yang bekerja di bidang waste treatment. Cara-cara mengatasi limbah dikupas dalam rubrik Intermezzo, Instrument, Info Tekno dan Wirausaha. Tak lupa dibahas penanggulangan limbah pada berbagai tempat dalam rubrik Psikotika, Ilmiah Populer, Trend dan Info Sehat. Sebagai angin segar, Kinetika menyajikan komik dan cerpen yang relevan dengan tema majalah Kinetika edisi 51 yaitu Waste Treatment.
Majalah ini diawali dengan rubrik Laporan Utama yang membahas lebih jauh mengenai green industry, dilanjutkan dengan rubrik liputan khusus yang mengangkat isu mengenai green industry pada pabrik petrokimia Indonesia, selanjutnya rubrik info sehat yang berisi dampak green industry pada climate change dan kesehatan masyarakat. Sajian rubrik lainnya yang tidak kalah menarik yaitu mengenai perdebatan mengenai penggunaan biodegradable plastic yang tersaji dalam rubrik HMTK, sajian green industry yang bisa diterapkan pada pabrik semen Indonesia yang tertuang dalam rubrik Psikotika, bahkan temuan solusi inovatif seperti pemanfaatan kromium dari limbah pengawet buah sebagai adsorben dalam industri penyamakan kulit, dan environmental strategic management juga dibahas pada rubrik ilmiah populer dan instrumen. Selain itu Kinetika juga akan mengajak anda untuk menjelajahi green industry di Negeri Jiran pada rubrik Jelajah, menapaki pendapat mahasiswa di Indonesia dan luar negeri mengenai green industry pada rubrik Opini, juga ulasan mengenai PT Sinar Sosro Pabrik Ungaran, teknologi baterai berkapasitas besar untuk industri 4.0 dampak teknologi digital pada rubrik profil industri, Trend dan Info Tekno, serta rubrik-rubrik lainnya yang akan membuka waasan anda seperti rubrik profil dosen, alumni dan wirahusaha.
Urbanization and climate change represent fundamental transformation. Climate change means that climate conditions, including natural hazards, are increasingly uncertain in many parts of developing world, means that more people are living in these vulnerable cities, facing new hazards and risks. Against this backdrop, building the resilience of urban areas is gaining currency as a way of dealing with future uncertainties and risks of climate change
leading one of the UCLG Committees means working in a network that brings cities together so that we can connect local experiences and situations with national and international political dialogue, in an in creasingly urban world. The twenty-first century is facing the challenge of the rapid growth of the population in urban areas. Today, half of world's population live in cities. It is estimated that this growth will be concentrated in urban areas in developing countries. In this context, there is an increase in the responsibilities of local governments, which play a fundamental part in promoting the welfare of citizens. The Strategic Planning Committee has the mission of implementing urban planning activities in cities, to assist in realising the development goals of the Millennium and the Habitat Ill Conference, planned for 2016. The Conference is targeted at strategic and transversal themes in urban politics, culminating with the launch of the "New Urban Agenda" UCLG document.