Kegiatan magang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan bertujuan agar mahasiswa mampu memahami secara langsung pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan luaran berupa laporan magang. Dalam penyusunannya, data yang digunakan diperoleh selama kegiatan magang berlangsung melalui pengamatan metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan, diskusi dan tanya jawab dengan pihak pelaksana proyek, dokumentasi kegiatan, serta studi literatur dari referensi yang relevan. Kegiatan magang dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta dan Proyek Pembangunan Gedung Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik Universitas Negeri Yogyakarta. Kedua gedung tersebut dibangun sebagai fasilitas penunjang kegiatan akademik dan administrasi perguruan tinggi. Dalam laporan ini, data yang digunakan merupakan hasil pengamatan terhadap metode pelaksanaan pekerjaan struktur seperti kolom, balok, dan pelat lantai, serta pekerjaan arsitektur seperti pasangan dinding, plesteran, acian, dan pekerjaan penutup lantai. Selain itu, dilakukan pula pengamatan terhadap pengendalian mutu, waktu, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses pelaksanaan proyek berlangsung.
Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Kristen Tunas Bangsa Sunter merupakan proyek renovasi total fasilitas pendidikan setinggi lima lantai yang berlokasi di Jalan Bisma 4, Kompleks Bisma Barat, Sunter, Jakarta Utara. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar melalui struktur bangunan yang modern dan aman bagi seluruh civitas akademika di bawah naungan Yayasan Harapan Bangsa yang berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas guna mendukung pengembangan karakter serta potensi peserta didik secara optimal. Pelaksanaan renovasi ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Trijaya Maju Bersama dengan PT. Pilar Lestari Anugerah Nusantara selaku Konsultan Perencana, di mana pekerjaan konstruksi dimulai pada bulan April 2025 dengan tinggi gedung setinggi lima lantai. Selama kegiatan magang, tinjauan khusus magang dilakukan melalui metode observasi lapangan dan wawancara untuk meninjau pekerjaan struktur atas yang meliputi balok, pelat lantai, kolom, dan tangga, serta pekerjaan arsitektur yang mencakup pemasangan dinding, plesteran, acian, plafon, hingga keramik. Dari seluruh rangkaian kegiatan praktik tersebut, dapat disimpulkan bahwa penulis memperoleh pemahaman praktis yang mendalam mengenai tahapan pelaksanaan teknis, metode kerja di lapangan, serta kompleksitas manajemen proyek konstruksi gedung secara nyata guna menyelaraskan teori akademik dengan dinamika industri konstruksi.