Proyek Pembangunan RSUD Kraton Wiradesa, Pekalongan, merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Relokasi rumah sakit ini dilakukan sebagai solusi terhadap permasalahan banjir yang kerap terjadi di lokasi sebelumnya, yang berdampak pada gangguan pelayanan medis serta kerusakan infrastruktur dan alat medis. Pembangunan RSUD Kraton Wiradesa dimulai pada Juni 2024 dengan target penyelesaian pada Desember 2024, dan didanai oleh pemerintah dengan nilai kontrak sebesar Rp. 45,2 miliar. Laporan magang ini disusun berdasarkan pengalaman kerja praktik yang dilakukan di proyek tersebut, yang melibatkan berbagai aspek konstruksi, termasuk metode pelaksanaan pekerjaan struktur bawah dan atas, penggunaan alat dan material, serta manajemen proyek yang mencakup mutu, waktu, biaya, dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara dengan tenaga ahli, serta studi dokumen proyek. Hasil magang menunjukkan bahwa proyek ini mengutamakan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, penggunaan teknologi konstruksi yang tepat, serta penerapan manajemen proyek yang sistematis guna mencapai hasil yang optimal. Kendala yang dihadapi, seperti perubahan cuaca dan kendala teknis di lapangan, berhasil diatasi dengan strategi mitigasi yang efektif. Dengan adanya pembangunan rumah sakit ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Pekalongan.
Salah satu tantangan infrastruktur di Indonesia adalah kondisi jalan yang masih memerlukan perbaikan, terutama di daerah rawan bencana seperti Sumatera Barat. Bencana alam yang terjadi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, telah menyebabkan kerusakan parah pada ruas jalan vital, termasuk Ruas Jalan Simpang Empat – Panti dan Ruas Jalan Manggopoh – Padang Luar. Kerusakan ini berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai upaya pemulihan, proyek rekonstruksi jalan dilakukan untuk memperbaiki serta memelihara ruas-ruas jalan tersebut. Proyek ini dikelola oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas, mengurangi risiko bencana, serta mendukung pembangunan wilayah yang lebih merata. Dengan adanya rekonstruksi jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar dan perekonomian daerah semakin berkembang. Hasil yang didapatkan selama magang meliputi pemahaman tentang beberapa pekerjaan rekonstruksi jalan diantaranya pekerjaan Retaining Wall Concrete (RWC), pekerjaan bahu jalan, pekerjaan drainase, pekerjaan guardrail, pekerjaan lapis fondasi AC-Base, pekerjaan laston lapis AC WC, serta pekerjaan laston lapis AC-BC.
Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta hingga Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) di Kulonprogo merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi transportasi, dan pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini jalan tol yang sudah beroperasi dari Kartasura sampai Klaten, sepanjang 22 km. Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta NYIA Kulon Progo Seksi 1 Paket 1.2 Klaten–Purwomartani di beberapa titik STA. Fokus pengamatan difokuskan pada pekerjaan struktur seperti bored pile, abutment, wing wall, pile cap, serta deck slab pada Jembatan Bening STA 36+661. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode pelaksanaan telah sesuai dengan standar dan shop drawing yang berlaku. Selain itu, manajemen proyek yang mencakup pengendalian mutu, biaya, waktu, serta aspek keselamatan dan lingkungan (K3L) telah dilaksanakan dengan baik, melalui uji mutu seperti slump test dan checklist tulangan serta penerapan Safety Morning Talk secara rutin.
Permen merupakan suatu produk pangan yang disukai semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Permen dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, tetapi karena permen ini sangat umum dikonsumsi, orang jarang memperhatikan kandungan gizi permen. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menciptakan inovasi baru dari susu kambing agar dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang serta memanfaatkan buah kurma sebagai inovasi perisa alami dengan substitusi madu lebah dalam pembuatan permen. Bahan baku pada pembuatan permen sangat sederhana diantaranya susu kambing etawa, ekstrak buah kurma, dan madu sebagai pengetalnya dalam proses kristalisasi. Dalam mendapatkan ekstrak kurma dilakukan dengan ekstraksi maserasi karena dinilai dapat menghasilkan rendemen yang lebih banyak. Pada pembuatan permen sebagai variabel tetapnya adalah dengan penggunaan etanol pada ekstraksi maserasi buah kurma yaitu etanol 70%, susu kambing etawa 600 ml, dan buah kurma sebelum di ekstrak sebanyak 600 gr sedangkan variabel berubahnya adalah lama waktu maserasinya yaitu 1 hari ; 3 hari ; 5 hari, hasil ekstrak buah kurma, dan konsentrasi penggunaan madu lebah yaitu 20 gr ; 30 gr ; 40 gr. Pengujian yang akan dilakukan meliputi : Uji Gula Reduksi, Uji Kadar Sukrosa, Uji pH, Uji Alkohol, Uji Kadar Air, Uji Kadar Flavonoid, Uji Kadar Abu, Uji Keasaman Madu, dan Uji Organoleptik.
Magang merupakan suatu kegiatan perkuliahan guna mempersiapkan mahasiswa untuk terjun secara langsung ke dalam dunia kerja. Kegiatan magang ini dilaksanakan oleh mahasiswa selama 6 bulan atau 180 hari kerja dengan syarat- syarat yang telah tercantum pada pedoman magang. Adapun lokasi proyek yang dipilih adalah Gedung Mandaya Royal Hospital Antasari yang dikerjakan oleh PT.Adhi Persada Gedung dan dimiliki oleh PT.Mandaya Sehat Utama. Proyek ini direncanakan setinggi 23 lantai, yaitu lantai basement, lantai satu sampai sembilan merupakan Gedung tipikal, lantai sembilan sampai tigabelas tipikal, lantai tigabelas sampai dua puluh tiga tipikal. Tujuan dari magang yang telah dilaksanakan sendiri adalah menerapkan teori serta materi yang didapat selama perkuliahan secara langsung pada lapangan dan dunia kerja, mempelajari hal baru yang ada di lapangan, dan juga mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan. Setelah kegiatan magang, penulis merangkum pengalaman selama magang melalui laporan magang. Untuk mendukung dalam penyusunan laporan magang ini digunakan empat metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumen, dan data pendukung. Laporan magang ini berfokus pada struktur atas berupa kolom, balok, plat lantai, informasi, data, dan juga penugasan yang diberikan selama magang. Berdasarkan dari hasil pengalaman magang, dapat disimpulkan bahwa magang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dikarenakan banyak ilmu serta pengalaman baru yang kita dapat dari kegiatan magang.
Proyek Pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) RSUD Kecamatan Pare Kabupaten Kediri gedung B dan C dengan Kontraktor Pelaksana PT. Jaya Arnikon, Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Media Desain Konsultan, Konsultan Perencana PT. Tata Matra ini menggunakan metode pembayaran Lump sum, dengan luas bangunan ± 1.250 m2 yang merupakan 5 lantai, 1 lantai basement, dan 1 lantai rooftop. Proyek ini diperkirakan pekerjaan pelaksanaan 204 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari dengan lingkup pekerjaan struktural, arsitektural dan mekanikal elektrikal plumbing. Pengendalian proyek berupa pengendalian mutu, biaya, waktu dan pengendalian sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tujuan dari Pembangunan proyek ini yaitu untuk meningkatkan fasilitas, dan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri. Metode pembahasan yang digunakan dalam membuat laporan yaitu dengan pengamatan on-site maupun di kantor, wawancara, dan diskusi dengan pembimbing maupun pihak lain dilapangan. Dapat disimpulkan mahasiswa dapat mencapai tujuan memperoleh relasi, pengalaman dan ilmu baru dalam dunia konstruksi. Laporan magang ini membahas mengenai proses pelaksanaan pembangunan, manajemen proyek, sampai dengan masalah dan solusinya, dengan tinjauan pekerjaan struktur bawah, struktur atas dan arsitektur.
Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Rengasdengklok merupakan proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh PT PP (Persero) Tbk dengan kontrak unit price bernilai Rp. 234.532.716.000 termasuk PPN dengan metode pembayaran Monthly Progress Payment. Proyek ini memiliki luas bangunan sebesar 18.219,63 m2 dengan tinggi bangunan 26,8 m, proyek pembangunan ini direncanakan akan selesai dalam kurun waktu 390 hari kalender. Lokasi proyek ini berada di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Salah satu tujuan dibangunnya RSUD Rengasdengklok ini untuk memudahkan warga yang tinggal di wilayah Karawang Utara dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan klinik disekitarnya. Penulis melaksanakan kegiatan magang selama 180 hari dan dalam pelaksnaaanya, penulis mengamati dan mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan struktur kolom, balok dan pelat, shearwall, tangga. Selain membahas pekerjaan struktur atas, laporan ini juga membahas beberapa pekerjaan arsitektur. Pengamatan yang dilakukan selama magang mulai dari pengamatan material, metode pelaksanaan, pengendalian proyek, masalah pada proyek dan solusinya.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan salah satu pabrik semen milik swasta dengan produksi semen terbesar di Indonesia dan kapasitas produksi mencapai 25.500.000 ton/tahun. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memiliki 15 plant di Indonesia dengan 10 plant berlokasi di Citeureup, Bogor, 2 plant di Palimanan, Cirebon, 1 plant di Tarjun, Kalimantan Selatan, 1 plant di Maros, Sulawesi Selatan, dan 1 plant Grobogan, Jawa Timur. Jenis semen yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meliputi ±9 jenis semen, yaitu semen Portland tipe I, II, dan Oil Well Cement (OWC); Portland Composite Cement (PCC); Portland Pozzolan Cement (PPC); White Cement, White Mortar TR-30, dan slag cement. Dalam kerja praktek di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dilaksanakan pada periode 2 September hingga 2 November 2024 di Plant 7/8. Pada landasan laporan menggunakan data plant 8 dengan jenis semen yang khusus diproduksi pada plant 8 yaitu Ordinary Composite Cement (OPC) dan PCC (Portland Composite Cement). Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan semen yaitu batu kapur (limestone), pasir silika, tanah liat, pasir besi, dan gypsum. Proses produksi semen yang digunakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan proses kering. Proses pembuatan semen secara kering dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu penambangan dan penyediaan bahan baku (quarrying), penggilingan bahan baku (drying dan grinding), pembakaran bahan baku dan pendinginan clinker (kiln burning dan cooling), penggilingan akhir (finish grinding), dan pengantongan semen (). packing Pada plant 8, proses utama dalam memproduksi semen mencakup beberapa unit yaitu raw mill unit, kiln unit, finish mill unit, coal mill unit, dan packing unit. Proses pembuatan hingga hasil produksi semen yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah mengikuti dan memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), American Institute Petroleum (API), International Standard Organization (ISO), OSHAS, maupun Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Standar- standar yang ada diterapkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui kegiatan teknis di lapangan seperti pemberian dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemberian jaminan kesejahteraan dalam berbagai bidang bagi seluruh pekerja pabrik
Proyek Pembangunan BNI Tower CBD PIK 2 merupakan proyek pembangunan yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan jenis kontrak Lump Sump Fixed Price bernilai kontrak Rp1.440.000.000.000,- dengan metode pembayaran Monthly Payment. Proyek Pembangunan BNI Tower CBD PIK 2 memiliki 3 tower, antara lain : Office, Emerald, dan Facility dengan setiap tower memiliki jumlah lantai berbeda-beda, antara lain : Office 20 lantai, Emerald 16 lantai, dan Facility 16 lantai. Luas lahan proyek ini sebesar 10.218 m2 . Lokasi proyek tersebut berada di CBD PIK 2 Jl. Letjend S. Parman Kav. SPR-1, Kosambi, Tangerang, Banten. Pembangunan gedung ini direncanakan selesai dalam kurun waktu 17 Bulan dari tanggal 29 November 2023 s/d 28 April 2025 (516 hari kalender) dengan dibagi menjadi 3 tahapan, terdiri atas tahap perencanaan, tahap konstruksi, dan tahap pemeliharaan. Laporan kegiatan ini mengamati sekaligus membahas hal-hal mengenai proses kegiatan pembangunan fokus pada Tower Facility dari segi struktural maupun segi manajemen proyek. Uraian proses pekerjaan yang diamati meliputi metode pekerjaan struktur atas (kolom, balok, pelat lantai), pekerjaan tangga dan railing tangga, pekerjaan arsitektur (pasangan dinding bata, plester, aci, lantai marmer dan granit, dan pekerjaan keramik/homogenous tile). Pada metode pelaksanaan sendiri tidak terdapat kendala teknis dan sudah sesuai prosedur. Dalam pengendalian proyek yang meliputi pengendalian mutu, waktu, biaya, dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja), terdapat beberapa permasalahan yang ada seperti permasalahan teknis dan non teknis. Kendala teknis berkaitan dengan mutu berupa beton keropos dimana solusi dilakukan dengan cara grouting bagian beton yang mengalami keropos. Hal-hal yang diamati di lapangan juga meliputi proses pengujian slump beton, berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan uji slump, ditemukan bahwa terdapat nilai yang tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, beton tersebut dinyatakan tidak layak dan dilakukan penggantian dengan beton baru. Salah satu kendala dalam pengendalian waktu proyek adalah terjadinya keterlambatan pekerjaan akibat keterlambatan pengiriman material. Sebagai solusi, diajukan adendum untuk penyesuaian waktu pelaksanaan proyek.