Beras analog merupakan produk pangan yang di olah untuk meniru rasa, testur dann nutrisi dari beras yang berasal dari bahan-bahan alternatif. Alternatif tersebut dapat meliputi umbi-umbian, biji-bijian seperti quinoa, millet, atau barley, dan bahan olahan seperti kembang kola tau konjac. Produk beras analog menawarkan pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi asupan karbohidrat, meningkatkan keragaman diet, atau memenuhi batasa diet seperti intoleransi gluten. Pada penelitian ini menggunakan bahan dasar pisang karena pisang memiliki kandungan karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan beras analog dari tepung pisang kepok dengan penambahan tepung sukun yang melewati beberapa proses uji yaitu uji kadar abu, uji kadar air, uji protein, uji karbohidrat dan uji lemak serta uji organoleptik.
PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang produksi pupuk, bahan kimia, serta jasa konstruksi dan teknik rekayasa. Berada di bawah naungan PT Pupuk Indonesia Holding Company, perusahaan ini memiliki fasilitas produksi yang terbagi dalam tiga pabrik utama, salah satunya adalah Pabrik III. Pabrik ini terdiri atas lima unit produksi, termasuk Unit Asam Sulfat II yang berperan penting dalam penyediaan bahan baku untuk pembuatan pupuk ZA. Dalam proses produksi asam sulfat, salah satu tahapan penting adalah sulfur handling, yaitu pencairan belerang menggunakan bantuan bahan penolong berupa kalsium oksida (CaO). Namun, dalam upaya meningkatkan efisiensi proses dan menekan biaya produksi, dilakukan evaluasi terhadap kemungkinan substitusi CaO dengan soda kaustik, seperti natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH). Substitusi ini perlu dianalisis secara menyeluruh, baik dari segi biaya, kebutuhan bahan, maupun tingkat kemurnian (impuritas) yang dihasilkan selama proses. Tugas Khusus laporan magang ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan substitusi bahan penolong dalam proses pemurnian asam sulfat di Unit SA II Departemen Produksi III B PT Petrokimia Gresik. Hasil evaluasi diharapkan dapat memberikan rekomendasi bahan penolong yang paling efisien dan optimal secara teknis maupun ekonomis, sehingga mendukung peningkatan kualitas produk serta efektivitas proses produksi secara keseluruhan.
Pelepah pisang (Musa paradisiaca) memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan bioetanol. Dikarenakan pelepah pisang mengandung lignosellulosa yang merupakan bahan baku bioetanol generai-2. Namun, tingginya kandungan lignin dapat menghambat enzim dalam mengakses serat selulosa, sehingga diperlukan metode pretreatment untuk mengurangi lignin. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah ozonolisis, proses ini menggunakan ozon sebagai oksidan kuat untuk menghancurkan struktur lignin. Selain itu, Proses hidrolisis dan fermentasi untuk produksi bioetanol umumnya dilakukan secara terpisah, yang dikenal sebagai Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF). Metode ini kurang efisien karena melibatkan dua reaktor dan tidak berlangsung secara berkesinambungan. Untuk mengatasi kelemahan ini, diterapkan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF), di mana hidrolisis dan fermentasi dilakukan secara bersamaan dalam satu reaktor. Proses SSF ini lebih unggul karena mengahemat waktu, energi, dan dapat menghemat biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ozonolisis dan efisiensi metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dalam membuat bioetanol dari pelepah pisang (Musa paradisiaca). Pada penelitian ini variabel yang digunakan adalah lama waktu tinggal proses Simultaneous Saccharification and Fermentation dan konsentrasi ragi saccharomyces cereviceae. Hasil bioetanol akan dilakukan beberapa analisis diantaranya analisis kadar ozon, analisis kadar lignin, analisis densitas, dan analisis gas kromatografi.
Proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Kota Solo, Yogyakarta, dan Bandara Internasional Yogyakarta, serta mendukung pengembangan Kawasan wisata nasional seperti Candi Prambanan dan wilayah Joglosemar. Dalam kegiatan magang yang dilakukan pada Seksi 1 Paket 1.2 (Klaten – Purwomartani), fokus pekerjaan meliputi Struktur Bawah Jembatan Bagor (STA 25+748), Struktur Box Culvert (STA 25+677), dan Struktur Box Underpass (STA 25+567). Proyek ini dimiliki oleh PT Jasa Marga Jogja Solo dan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama, serta diawasi oleh PT Eskapindo Matra CE kso PT Herda Carter Indonesia. Dalam pelaksanaannya, beton ready mix digunakan sebagai material utama dengan hasil yang memenuhi standar mutu berdasarkan uji kuat tekan beton dan slump test. Meskipun terdapat devisiasi terhadap pelaksanaan di lapangan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan akses jalan. Maka dari itu, magang ini memberikan pengalaman praktis dalam penerapan metode konstruksi dan manajemen proyek, serta pemahaman terhadap tantangan dan solusi terhadap teknis di lapangan.
Membangun rumah susun adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk di daerah perkotaan. Kota-kota besar memiliki populasi yang terus bertambah akibat urbanisasi, namun lahan yang dapat diakses untuk perumahan sangatlah terbatas. Proyek Pembangunan Rusun Rawa Buntu Samesta Mahata Serpong merupakan proyek yang dibangun oleh pemerintah dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan prasarana tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan. Proyek ini dimiliki oleh Perum Perumnas yang bekerja sama dengan kontraktor utama yaitu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Program magang ini di lakukan oleh mahasiswa selama 6 bulan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman mengenai metode pelaksanaan yang dilakukan di lapangan, menganalisa serta mengidentifikasi masalah yang terjadi di lapangan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Pada kegiatan magang ini, penulis mengamati atau meninjau struktur atas yang meliputi pekerjaan kolom, balok, pelat lantai, dan juga shearwall. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan pihak yang bersangkutan, pengambilan data berupa dokumentasi kegiatan yang dilakukan. Dengan melaksanakan program magang ini penulis berharap untuk mencapai tujuan dari magang, dapat memahami metode pelaksanaan pekerjaan balok, kolom, pelat lantai, pekerjaan penulangan, pekerjaan bekisting, dan pekerjaan pengecoran serta memperoleh pengalaman kerja di dunia konstruksi.
Proyek pembangunan Jembatan Pandansimo adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam meningkatkan ketersediaan infrastruktur dengan tujuan mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi di wilayah Pantai Utara Jawa atau Pantura dan sebagai project lanjutan Jalur Jalan Lintas (JJLS). Pelaksana atau kontraktor dari proyek ini dipegang oleh Kerja Sama Operasional antara PT. Adhi Karya dengan PT. Sumber Wijaya Sakti dengan target proyek selesai pada 31 Desember 2024. Disusunya laporan ini merupakan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan dari prestasi realisasi proyek 53,22% hingga 95,596%. Beberapa pekerjaan struktur diantaranya yaitu pekerjaan oprit; pekerjaan slab on pile; dan pekerjaan main span serta material inovasi seperti Corrugated Steel Plate atau Baja Gelombang dan Lead Rubber Bearing atau LRB dengan menciptakan jembatan yang tahan gempa dan tsunami. Akan tetapi, pada pembangunan Jembatan Pandansimo terjadi keterlambatan proyek akibat kondisi eksisting terdapat muka air tanah pada titik abutment sehingga menyebabkan efek keterlambatan seperti “domino” pada pekerjaan lainnya.
Kerja praktik merupakan tahap penting dalam pendidikan Teknik Sipil yang memberikan pengalaman langsung dalam penerapan teori-teori konstruksi di lapangan. Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman kerja praktik selama 180 hari di proyek pembangunan Apartemen Collins Boulevard Phase 2. Tujuan utama dari kerja praktik ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi, khususnya pada pekerjaan raft pondasi, kolom, balok, pelat lantai, dan shear wall. Selama pelaksanaan kerja praktik, berbagai kegiatan teknis dilakukan, mulai dari pengawasan pekerjaan di lapangan, koordinasi dengan tim kontraktor, serta kontrol kualitas material dan pekerjaan. Selain itu, kerja praktik ini juga memberikan pemahaman tentang penerapan prosedur keselamatan kerja yang ketat serta pengelolaan proyek untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan konstruksi. Melalui pengalaman ini, diperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai tahapan pelaksanaan proyek konstruksi yang kompleks dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan struktur apartemen bertingkat. Hasil dari kerja praktik ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan keterampilan teknis dan manajerial yang diperlukan dalam industri konstruksi.
Magang merupakan suatu kegiatan perkuliahan guna mempersiapkan mahasiswa untuk terjun langsung ke dalam dunia kerja. Kegiatan magang ini dilaksanakan oleh mahasiswa selama 6 bulan atau 180 hari kerja dengan syarat-syarat yang telah tercantum pada pedoman magang. Adapun Lokasi proyek yang dipilih adalah pembangunan proyek BNI Tower CBD PIK 2 Jakarta merupakan proyek gedung yang dibangun oleh Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan Tbk dan dimiliki oleh owner PT. Bank Negara Indonesia. Letak Gedung tersebut berada di Central Business District Pantai Indah Kapuk 2 tepatnya di Jalan Letjen S. Parman Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Bangunan ini memiliki ketinggian 98,6 M. Laporan magang ini meliputi pekerjaan struktur dalam proyek BNI Tower CBD PIK 2 berupa pekerjaan kolom, balok, plat lantai, core wall, dan tangga. Serta pekerjaan arsitektur berupa pasangan dinding. Laporan Magang ini didasarkan pada kegiatan magang yang dilaksanakan selama 180 hari di proyek BNI Tower CBD PIK 2. Isi dalam laporan ini meneliti sekaligus membahas hal – hal mengenai proses kegiatan pembangunan struktur, maupun dari segi manajemen proyek. Berdasarkan dari hasil pengalaman magang, dapat disimpulkan bahwa magang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dikarenakan banyak ilmu serta pengalaman baru yang kita dapat dari kegiatan magang.
Proyek Pembangunan Jalan Tol Kataraja merupakan proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara PIK 1, Bandara Soekarno Hatta, dan PIK 2. Badan Usaha pemegang konsesi Jalan Tol Kataraja adalah PT Duta Graha Karya. Jalan tol sepanjang 6,7 kilometer ini akan mempersingkat waktu tempuh antara kedua tempat tersebut dari 1-2 jam menjadi 30 menitan. Proyek ini baru dikerjakan 1 seksi pada Oktober 2023 dan ditargetkan selesai pada desember tahun 2024. Proyek Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 dikerjakan oleh PT. PP(Persero). Proyek Jalan Tol Kataraja ini bernilai kontrak Rp. 1.570.000.000.000,- dengan metode pembayaran Monthly Certificate. Pada laporan kegiatan ini membahas tentang pekerjaan struktur atas jalan tol yaitu pekerjaan kolom, pier head, girder, dan slab. Laporan kegiatan ini mengamati sekaligus membahas hal-hal mengenai proses kegiatan pembangunan fokus dari segi struktural maupun dari segi manajemen proyek. Proyek Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 dilaksanakan secara detail dan terstruktur mengacu pada syarat spesifikasi, waktu, biaya, mutu, serta pengendalian keselamatan pekerja dan lingkungan (K3L). Permasalahan yang timbul selama pelaksaaan proyek dapat diatasi dengan baik bersama solusi yang dilakukan.