Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil teh dengan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi seperti kafein, fenol, dan katekin. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas metode termobiokimia berbasis gelombang mikro untuk mengekstraksi ketiga senyawa tersebut sekaligus melakukan inaktivasi enzim secara simultan. Proses ekstraksi dirancang dengan metode Faktorial Desain, melibatkan variasi rasio umpan:pelarut (1:22 dan 1:32), suhu (110 °C dan 130 °C), serta waktu (10, 20, dan 30 menit). Hasil menunjukkan bahwa katekin memiliki efek tertinggi sebesar 5,85 dengan probabilitas 35,87%, diikuti fenol (5,18; 59,68%) dan kafein (4,51; 54,47%). Grafik normal probability plot mengindikasikan distribusi efek mendekati normal dengan R² berturut-turut 0,9458 (katekin), 0,9395 (fenol), dan 0,7946 (kafein). Sementara grafik optimasi menunjukkan hubungan linier sempurna (R² = 1), dengan kadar optimal masing-masing 17,18 mg/L (katekin), 9,36 mg/L (fenol), dan 9,77 mg/L (kafein). Dengan demikian, metode ini terbukti efisien dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi industri pengolahan bahan alam secara berkelanjutan. Variabel dirancang menggunakan metode Faktorial Desain.
Minyak Jeruk Purut (Citrus Hystrix) merupakan minyak esensial yang kaya akan kandungan citronellal, yang memiliki berbagai manfaat. Namun, minyak ini sangat rentan terhadap oksidasi, menyebabkan perubahan sifat sensoris serta penurunan fungsionalitasnya. Selain itu, minyak jeruk purut memiliki sifat hidrofobik dan volatilitas tinggi, yang menyulitkan penggunaannya dalam berbagai formulasi produk. Oleh karena itu, diperlukan teknologi enkapsulasi untuk meningkatkan stabilitas oksidatif, memperpanjang umur simpan, serta mempermudah aplikasi minyak jeruk purut dalam produk berbasis air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi maltodekstrin dan gum arab pada stabilitas minyak jeruk purut (Citrus Hystrix) yang terenkapsulasi. Enkapsulasi minyak jeruk purut dilakukan dengan variasi kandungan padatan (solid content) sebesar 25% dan 30%. Analisis dilakukan terhadap droplet size emulsi, efisiensi enkapsulasi, kadar air, stabilitas flavor melalui GCMS serta karakteristik morfologi serbuk minyak kemiri menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Pengamatan stabilitas produk dilakukan dengan penyimpanan pada suhu 60 °C.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pati biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) sebagai bahan baku pembuatan maltodekstrin melalui proses hidrolisis parsial dengan katalis enzim amilase dan pemanasan menggunakan microwave. Penggunaan biji nangka diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap limbah organik serta menyediakan alternatif bahan baku maltodekstrin yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Variabel yang diteliti mencakup konsentrasi enzim (9%, 12%, 15%) dan waktu liquifaksi (180, 185, 190 menit), dengan parameter pengukuran meliputi nilai Dextrose Equivalent (DE) dan rendemen (yield). Hasil menunjukkan bahwa nilai DE tertinggi sebesar 17,425 diperoleh pada konsentrasi enzim 12% dan waktu liquifaksi 1 90 menit, sementara nilai yield tertinggi sebesar 96,50% dicapai pada konsentrasi enzim 15% dan waktu 190 menit. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi enzim berpengaruh signifikan terhadap yield, sedangkan waktu liquifaksi tidak memberikan pengaruh berarti. Penelitian ini menunjukkan bahwa pati biji nangka berpotensi sebagai sumber alternatif maltodekstrin yang efektif untuk aplikasi industri pangan.
Magang ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Converter-11802 pada Acid Plant II Department Ancillary PT Indo Bharat Rayon- Purwakarta. Converter C-11802 berperan penting dalam mengonversi gas sulfur dioksida (SO2) menjadi sulfur trioksida (SO3) dengan bantuan katalis Vanadium Pentaoksida (V2O5) dalam proses pembuatan asam sulfat. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis data operasional seperti suhu, tekanan, dan tingkat konversi di setiap bed dalam converter. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi aktual dan desain, yang mempengaruhi efisiensi konversi gas SO2 menjadi SO3. Faktor-faktor seperti suhu operasi yang tidak sesuai dengan desain, penurunan aktivitas katalis, serta adanya gangguan pada sistem pendingin menjadi penyebab utama turunnya kinerja converter. Dengan dilakukan analisis dan perhitungan, diperoleh rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efisiensi proses, menjaga stabilitas suhu dan memaksimalkan penggunaan katalis sehingga proses produksi asam sulfat dapat berjalan lebih optimal.
Rimpang kunyit (Curcuma domestic Val.) merupakan salah satu bagian dari tanaman kunyit yang memiliki segudang manfaat untuk Kesehatan manusia. Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menjadi pengobatan tradisional dan didalamnya mengandung senyawa-senyawa aktif seperti Kurkumin, Flavonoid, Antosianin, Vitamin C dan Fenolik yang mampu mengobati berbagai penyakit, pada penelitian ini menggunakan bagian rimpang kunyit sebagai simplisia praktikum. Salah satu penyakit yang mampu diobati dengan menggunakan kunyit yakni penyakit diabetes, untuk itu penelitian itu bertujuan untuk mengkaji efektivitas senyawa kurkumin yang terkandung didalam rimpang kunyit sebgai anti-inflamasi pada penyembuhan luka diabetes. Pada praktikum ini menggunakan pelarut berupa NADES yang terdiri atas campuran sukrosa, asam laktat dan aquadest dalam proses Microwave Assisted Extraction dengan memvariabelkan daya (300, 450 dan 600 watt) serta lama waktu ekstraksi (6,9 dan 15 menit). Dalam pengolahan data yang dihasilkan dari penelitian menggunakan Response Surface Methodology. Penelitian ini diharapkan dapat menguji optimasi dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam kunyit seperti Kurkumin, Vitamin C, Antosianin, Flavonoid dan Fenolik menggunakan Spektrofometri UV-Vis.