PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Terletak di Citeureup Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini bergerak di bidang produksi bahan bangunan, yaitu semen. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. memproduksi berbagai jenis semen, salah satunya adalah semen putih. Pada produksi semen putih Plant 5 terdapat unit raw mill dimana tahap ini merupakan proses pengeringan dan penggilingan bahan baku. Proses pengeringan bahan baku menggunakan alat rotary dryer. Pengeringan menggunakan gas panas bersuhu ± 400℃ berasal dari gas panas suspension preheater dan suhu outlet rotary dryer dijaga sekitar 180℃. Pada rotary dryer kadar air pada bahan berkurang dari 17% menjadi 1%. Dengan memperhatikan faktor tersebut, efisiensi penggunaan panas pada rotary dryer perlu diperhatikan dalam industri semen untuk mengetahui seberapa baik dan efisien alat digunakan. Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan panas sebesar 5.883.787,82 kg/jam, dengan heat loss 8,69 %, menghasilkan efisiensi panas sebesar. 91,3 % Setelah dilakukan analisis diketahui bahwa desain alat rotary dryer terbuka pada bagian output yang terhubung secafra langsung dengfan belt conveyor. Hal tersebut menyebabkan panas pada rotary dryer dapat keluar ke lingkungan sehingga mempengaruhi proses pengeringan bahan baku. Solusi dari permasalahan tersebut adalah pemasangan rotor pada bagian output rotary dryer.
Proses pemisahan Crude Oil di PPSDM Migas menggunakan metode destilasi atmosferis. Proses pemisahan ini berlangsung pada 5 kolom yaitu Evaporator, C-1, C-2, C-4, C-5. Produk utama dari kolom C-1 adalah Pertasol CA dan Pertasol CB yang keluar dari top kolom dan solar yang keluar dari botom kolom. Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai efisiensi dari kolom C-1 adalah Heat Loss atau panas yang hilang. Heat Loss didapatkan dengan cara melakukan perhitungan Mass Balance, Heat Balance, Heat Loss sehingga dapat diketahui efisiensi dari kolom fraksinasi C-1.
Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang kaya akan berbagai keragaman hayati termasuk keragaman tanaman obat. Salah satu tanaman obat asli Indonesia yaitu cabe jawa. Cabe jawa menjadi salah satu tanaman obat yang termasuk dalam komoditas ekspor unggulan. Pada tahun 2020 ekspor cabe jawa meningkat sampai 405,4 ton. Dalam buah cabe jawa mengandung zat aktif, salah satunya yaitu alkaloid. Salah satu alkaloid yang terkandung dalam cabe jawa yaitu piperin. Senyawa piperin dapat dimanfaatkan sebagai bioenhancer guna meningkatkan bioavailabilitas obat yang berbeda secara struktural dan terapeutiknya. Untuk mendapatkan senyawa piperine, buah cabe jawa harus dilakukan ekstraksi. Microwave Assisted Extraction (MAE) merupakan salah satu teknik metode ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro yang berguna untuk mempercepat proses ekstraksi yang selektif. Dalam penelitian ini, proses ekstraksi menggunakan tiga variabel bebas, yaitu rasio umpan:pelarut (1:10, 1:20, dan 1:30), suhu (55, 60, dan 65oC), dan waktu ekstraksi (8, 10, 12 menit). Variabel penelitian dirancang dengan metode respon permukaan/Response Surface Methodology (RSM). Penerapan metode ini digunakan untuk menentukan titik optimum proses ekstraksi. Setelah proses ekstraksi, piperine diukur kadarnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Kondisi terbaik proses ekstraksi piperine cabe jawa adalah pada rasio umpan:pelarut 1:10, pada suhu 65oC, dan lama waktu ekstraksi 12 menit dengan menghasilkan kadar piperine 6,499810728% yang diuji dengan spektrofotimetri UV-Vis. Nilai koeffisien determinasi (R2) pada penelitian ini sebesar 0,80762 atau dapat diartikan 80,762% dari total variasi model dapat diwakilkan oleh persamaan regresi.
PT Indo Bharat Rayon Cikampek ialah salah satu industri kimia penghasil CS2. dimana bahan ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan serat-serat rayon sebagai bahan baku industri pakaian. Pada proses pembuatannya terdapat unit purifikasi CS2 untuk menghasilkan CS2 dengan kemurnian tertinggi melalui alat distilasi. Proses distilasi inilah sebagai metode kunci dalam pemisahan campuran zat, terutama dalam industri kimia. Sehingga sebagai seorang engineer harus bisa mendesain alat distilasi agar dapat beroperasi dengan baik. Maka dari itu, pada laporan magang ini memiliki tugas khusus yang berfokus pada simulasi reflux ratio pada proses distilasi unit purifikasi karbon disulfida (CS2) di PT Indo Bharat Rayon CS2 Plant Cikampek menggunakan perangkat lunak Aspen HYSYS. Tujuan utama dari laporan magang ini adalah selain mengetahui semua proses produksi CS2 yang ada di PT Indo Bharat Rayon, diharapkan untuk bisa menganalisis pengaruh variasi reflux ratio terhadap efisiensi pemisahan dan kualitas produk akhir. Simulasi dilakukan dengan mendefinisikan kondisi operasi, karakteristik material, dan parameter desain kolom distilasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan reflux ratio meningkatkan kemurnian produk CS2, namun juga berimplikasi pada konsumsi energi dan waktu operasional. Analisis ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai optimasi proses distilasi, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional di industri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pemisahan di sektor kimia, khususnya dalam pengolahan CS2.
PT Petrokimia Gresik memproduksi pupuk NPK Phonska Granulasi menggunakan bahan baku utama seperti DAP, Urea, KCl, dan ZA, dengan Clay dan Dolomit sebagai bahan pembantu, serta anti-caking agent sebagai bahan penunjang. Pabrik pupuk NPK granulasi memproduksi pupuk dengan berbagai variasi formula menggunakan proses steam granulation. Pada prinsipnya yaitu dengan mencampurkan beberapa bahan baku secara solid based. Secara umum, proses pembuatan NPK Granul dibagi menjadi beberapa tahap yaitu Persiapan Bahan baku, Proses Granulasi, Proses Pengeringan (Drying), Proses Pendinginan (Cooling), Proses Pengayakan (Screening), Proses Pelapisan (Coating), danProses Scrubbing dan Dedusting System.Proses produksi melibatkan granulasi, pengeringan, dan pelapisan untuk menghasilkan pupuk berbentuk granul dengan kapasitas produksi sebesar 250.000 ton/tahun atau 810 ton/hari. Distribusi produk difokuskan di wilayah Jawa dan Bali. Berdasarkan neraca massa dan panas, diperoleh hasil produksi sebesar 31.356,17 kg pupuk dengan efisiensi massa 55,2%, serta total panas sebesar 94.422,11 kkal dengan efisiensi panas 63,73%.
Magang adalah proses pembelajaran mahasiswa secara langsung di instansi yang menyerupai dunia kerja. Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan di Proyek Pembangunan Rumah Sakit Roemani Semarang yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan pasien. Proyek ini dilaksanakan oleh Tim Swakelola Pembangunan Gedung Ibrahim Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang dengan konsultan PT Sinarmu, berlokasi di Jalan Wonodri Sendang Raya Nomor 22, Kota Semarang, Jawa Tengah. Proyek mencakup lahan seluas 10.554 m², nilai kontrak Rp137.510.352.173, dan rencana pembangunan gedung 13 lantai selama 540 hari kalender. Tujuan magang ini adalah memahami metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan, mengidentifikasi masalah, dan mencari solusinya. Penulis meninjau pekerjaan struktur diantaranya pada pekerjaan Borepile, pile cap, tie beam, lantai dasar, dan kolom. Melalui magang ini, penulis memperoleh ilmu dan pengalaman praktis yang bermanfaat.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan salah satu pabrik semen milik swasta dengan produksi semen terbesar di Indonesia dan memiliki kapasitas produksi klinker sekitar 24,9 juta ton per tahun. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memiliki 13 plant di Indonesia dengan 10 plant berlokasi di Citeureup, Bogor, 2 plant di Palimanan, Cirebon, dan 1 plant di Tarjun, Kalimantan Selatan. Jenis semen yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meliputi ±9 jenis semen, yaitu semen Portland tipe I, II, dan Oil Well Cement (OWC); Portland Composite Cement (PCC); Portland Pozzolan Cement (PPC); White Cement, White Mortar TR-30, dan slag cement. Dalam kerja praktek di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dilaksanakan pada periode 1 Juli hingga 27 Agustus 2021 di Quality Assurance Research Division. Pada landasan laporan menggunakan data plant 7 dengan jenis semen yang khusus diproduksi pada plant 7 yaitu PCC (Portland Composite Cement). Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan semen yaitu batu kapur (limestone), pasir silika, tanah liat, pasir besi, dan gypsum. Proses produksi semen yang digunakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan proses kering. Proses pembuatan semen secara kering dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu penambangan dan penyediaan bahan baku (quarrying), penggilingan bahan baku (drying dan grinding), pembakaran bahan baku dan pendinginan clinker (kiln burning dan cooling), penggilingan akhir (finish grinding), dan pengantongan semen (packing). Pada plant 7, proses utama dalam memproduksi semen mencakup beberapa unit yaitu raw mill unit, kiln unit, finish mill unit, coal mill unit, dan packing unit. Proses pembuatan hingga hasil produksi semen yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah mengikuti dan memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), American Institute Petroleum (API), International Standard Organization (ISO), OSHAS, maupun Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Standar- standar yang ada diterapkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui kegiatan teknis di lapangan seperti pemberian dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemberian jaminan kesejahteraan dalam berbagai bidang bagi seluruh pekerja pabrik. Dari perhitungan neraca massa diketahui massa produksi yang dihasilkan sebesar 279.529,728kg dengan efisiensi 55,30% dan pada perhitungan neraca panas didapatkan efisiensi panas sebesar 76,410%.
Sabun mandi cair merupakan salah satu produk pembersih tubuh yang saat ini semakin diminati karena praktis, higienis, dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun mandi cair berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan ekstrak kulit buah sirsak (Annona muricata L.) sebagai upaya memanfaatkan bahan alami bernilai tambah. VCO dipilih karena memiliki kandungan asam laurat tinggi yang berfungsi sebagai emolien alami sekaligus antimikroba, sementara ekstrak kulit sirsak diperkaya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antibakteri. Proses pembuatan sabun dilakukan dengan metode hot process melalui reaksi saponifikasi antara VCO dan KOH 30%, sedangkan ekstrak kulit sirsak diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol-akuades (1:7). Formulasi sabun mandi cair divariasikan berdasarkan konsentrasi ekstrak kulit sirsak 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% (b/b). Seluruh produk sabun mandi cair yang dihasilkan diuji mutu fisikokimia meliputi pH dan kadar alkali/asam lemak bebas sesuai SNI 4085:2017; bobot jenis, viskositas, serta stabilitas busa. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit sirsak terhadap mutu sabun mandi cair yang dihasilkan.