Beras merupakan makanan pokok di sebagian besar Asia termasuk di Indonesia. Banyak orang mendapat 50 persen kalori dari beras yang telah diolah menjadi nasi. Tingginya Tingkat konsumsi beras nasional dan tidak diimbangi dengan peningkatan produksi yang memadai membuat Indonesia menjadi salah satu importir beras. Faktor inilah yang mendorong adanya diversifikasi pangan non-beras. Contohnya adalah pengembangan beras analog. Beras analog adalah tiruan dari beras yang dibuat menyerupai bentuk dari beras pada umumnya dari berbagai tepung-tepungan yang berasal dari bahan baku non beras. Pada penelitian ini tepung ikan gabus digunakan sebagai bahan tambahan nutrisi berupa kandungan protein yang dimana ikan ini terkenal dengan kandungan protein yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat membuat beras analog lebih termodifikasi dan lolos beberapa pengujian yaitu uji kadar abu, uji kadar air, uji protein, uji karbohidrat dan juga uji lemak. Dari hasil penelitian didapat sampel terbaik pada uji kadar air sebesar 8,75%, kadar abu sebesar 1,76%, kadar lemak sebesar 6,79%, kadar protein sebesar 7,80%, dan uji karbohidrat sebesar 88,35%.
Kilang Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap merupakan salah satu unit utama yang dirancang untuk mengolah residu minyak berat, seperti Low Sulfur Wax Residue (LSWR), menjadi produk bernilai tinggi seperti propilen, LPG Mix, desulphurized RFCC gasoline, LCO, dan DCO. Pada Unit 104 RFCC, distilasi dilakukan untuk memisahkan stream treated Mixed LPG (C3/C4 mix) menjadi propilen dengan kemurnian tinggi (grade polimer). Salah satu peralatan penting dalam proses ini adalah Heat Exchanger 104-E-506A/B, yang berfungsi untuk mendinginkan produk atas dari C3 Splitter (104-C-502). Namun, efisiensi dan masa pakai heat exchanger dapat menurun akibat penumpukan kerak yang memengaruhi transfer panas. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kinerja Heat Exchanger 104-E-506A/B diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalannya. Selain itu, propylene recovery merupakan proses pemisahan dan pemurnian propilen dari gas hasil RFCC menggunakan teknologi pendinginan, distilasi, dan pemisahan fraksional. Proses ini dipengaruhi oleh parameter operasi seperti suhu, tekanan, dan kinerja kolom distilasi. Optimalisasi pemulihan propilen sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi ekonomi kilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Heat Exchanger 104-E-506A/B dan menganalisis perhitungan propylene recovery di Kilang RFCC, guna memastikan parameter operasi berjalan optimal dan menghasilkan propilen sesuai spesifikasi.
Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo dibangun dengan panjang total jalan yakni 93,13 km. Dibangunnya jalan tol ini diharapkan dapat melancarkan mobilitas masyarakat dari wilayah Solo sampai Yogyakarta sehingga dapat membantu menaikkan perekonomian sekitar sekaligus memperkenalkan pariwisata yang berada disekitarnya. Adapun Pembangunan proyek ini, terbagi menjadi 4 paket antara lain paket 1.1 yang menghubungkan Solo – Klaten (22,3 km), paket 1.2 menghubungkan Klaten – Purwomartani (20,08 km), paket 2.1 menghubungkan Purwomantani – Monjoli, dan paket 2.2 menghubungkan Monjoli – Gamping (14 km). Pada paket 1.2 Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo Klaten – Purwomartani (STA 22+300 – 42+375) memiliki 2 jalur dengan total 4 lajur, serta memiliki 3 IC yakni IC Klaten, IC Prambanan, dan IC Purwomartani. Sedangkan tinjauan yang dilakukan yakni pada jembatan PCI Girder Kali Opak/Gendol STA 36+195 dengan bentang 141 m. Proyek ini merupakan proyek milik PT. Jasa Marga dengan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana dan PT. Eskapindo Matra – PT. Herda Carter Indonesia (KSO) sebagai konsultan pengawas. Selama pelaksanaan kegiatan magang, hal yang ditinjau dan diamati adalah proses metode pelaksanaan struktur bawah, yakni dimulai dari borepile, pilecap, abutmen, dan kolom.
Laporan ini membahas proses perencanaan dan perancangan desain interior untuk proyek Edensuite Apartment Marketing Office & Gallery di Jakarta. Tujuan dari proyek ini adalah menciptakan ruang interior yang estetis, fungsional, dan sesuai kebutuhan klien melalui pendekatan desain yang terintegrasi. Proses perancangan mencakup tahapan mulai dari pengembangan konsep, desain skematik, hingga penyusunan gambar kerja detail (DED). Fokus utama diberikan pada area lobby, show unit, dan elemen dekoratif yang mencerminkan identitas proyek. Selama magang, penulis terlibat langsung dalam pembuatan visualisasi 3D, tata letak furnitur, dan pemilihan material. Hasilnya menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tim desain dan penggunaan perangkat lunak seperti AutoCAD dan SketchUp untuk mencapai hasil yang optimal. Pengalaman ini memberikan wawasan praktis dalam menerapkan teori desain ke dalam praktik profesional.
(TIDAK ADA ABSTRAK)
Saat ini permintaan konsumen dan keinginan akan produk yang lebih sehat sangat meningkat, industri makanan juga telah meningkatkan investasinya dalam mengganti bahan tambahan sintetis dengan senyawa alami seperti oleoresin rempah. Akan tetapi oleoresin rempah kayu manis memiliki kerentanan terhadap degradasi akibat cahaya, oksigen, suhu, dan reaksi buruk dapat menyebabkan perubahan sifat kimia, fisik, dan sensoriknya. Degradasi ini dapat membuat kelangsungan komersialnya menjadi tidak layak, sehingga mengakibatkan hilangnya signifikansi ekonomi dan teknologi. Selain itu, sifat lipofilik dari oleoresin menimbulkan kesulitan tertentu ketika mengintegrasikannya ke dalam matriks makanan berair. Untuk mengatasi masalah ini, pengolahan oleoresin harus melibatkan pemanfaatan nanoemulsi sebagai sistem pembawa (delivery system). Nanoteknologi ini bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif karena ukurannya yang kecil. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan yaitu oleoresin kayu manis yang diperoleh dari metode ekstraksi MAE dengan variabel tetap yaitu kayu manis 300 gram, daya esktraski 180 watt, tekanan 2 bar, ukuran bahan sebesar 40 mesh, rasio solid liquid (1:10), waktu 15 menit dan suhu 89-96 oC. Kemudian dilakukan metode nanoemulsi dengan variabel tetap yaitu fase minyak yaitu oleoresin 0,4 ml & VCO 0,4 ml, fase air sebesar 14 ml, Tween 80 (surfaktan) 3,46 ml, PEG (kosurfaktan) sebesar 1,74 ml, dan aquadest 14 ml. Sedangkan variabel bebas diantaranya adalah variasi kecepatan pengadukan (10.000 rpm, 20.000 rpm, 30.000 rpm) dan variasi waktu (10 menit, 20 menit, 40 menit). Pada penelitian ini dilakuan uji diantaranya adalah uji antioksida, uji tipe nanoemulsi, uji penentuan partikel, uji persen trasmitan, uji stabilitas nanoemulsi, uji viskositas, uji pH, uji organoleptik. Hasil penelitian dirancang dengan metode respons permukaan Response Surface Methodology (RSM).