Proyek Pembangunan Akses Jalan Tol Patimban Paket 3 merupakan bagian strategis dari pengembangan infrastruktur nasional yang bertujuan meningkatkan konektivitas antara Pelabuhan Patimban dan jaringan jalan tol utama, di mana Jembatan 16 Sungai Kamal STA 28+168 dan struktur piled slab berfungsi sebagai struktural utama untuk melintasi wilayah dengan kondisi tanah lunak dan daya dukung rendah, sehingga menuntut perencanaan serta pelaksanaan konstruksi yang cermat dan terintegrasi satu sama lain. Tinjauan terhadap pelaksanaan konstruksi mencakup pekerjaan fondasi tiang pancang, pilecap, wall abutment, stressing girder, erection girder, pelat lantai, pile head, hingga sistem diafragma, yang seluruhnya dilaksanakan dengan metode konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, spesifikasi teknis, serta standar dan ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan pengendalian mutu melalui pengujian material, inspeksi, dan pengawasan lapangan secara berkelanjutan. Pelaksanaan konstruksi diawali dengan pekerjaan pemancangan spun pile menggunakan diesel hammer tipe JWDD25 yang dipasang pada crawler crane, dengan kontrol daya dukung dilakukan melalui metode kalendering serta verifikasi menggunakan Pile Driving Analyzer test pada saat mendekati kedalaman rencana. Pekerjaan pilecap, wall abutment dan slab dilaksanakan dengan metode pengecoran cast in situ, diawali dengan pemasangan pembesian sesuai shop drawing, pemasangan bekisting, serta pengecoran menggunakan concrete pump dengan pengendalian mutu beton slump test di lapangan serta pengujian kuat tekan beton. Dilanjutkan dengan pekerjaan stressing PCU girder di area stressing yard menggunakan sistem post-tension. Proses erection girder dilakukan menggunakan crawler crane kapasitas 260 ton, setelah girder terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan diafragma untuk meningkatkan kekakuan lateral struktur. Permasalahan seperti cuaca buruk, kurangnya pemasangan pembesian struktur di lapangan, serta permasalahan terkait diafragma end yang terselesaikan secara teknis dengan koordinasi yang terorganisir antar pihak pelaksana, pengawas, dan perencana. Berdasarkan hasil tinjauan, keberhasilan pembangunan Jembatan 16 dan Piled Slab sangat dipengaruhi oleh penerapan metode konstruksi yang terencana, penggunaan material sesuai spesifikasi, pengendalian mutu yang konsisten, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang ketat, sehingga dengan pelaksanaan yang mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis, struktur yang dibangun diharapkan mampu memenuhi persyaratan kekuatan, keamanan, dan umur rencana, serta mendukung kelancaran dan keberlanjutan operasional akses jalan tol menuju Pelabuhan Patimban. Kata Kunci: Jembatan 16, Piled Slab, Tol Patimban, Tiang Pancang, Metode Konstruksi
Optimasi Pengaturan Flow Udara Pembakaran Coke pada Regenerator (101-R502) di Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah Unit RFCC pada PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan oleh kilang, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan residu hidrokarbon yang sebelumnya kurang bernilai. Unit ini terdiri dari beberapa bagian utama yang saling mendukung dalam proses perengkahan dan pemurnian produk. Diantaranya adalah Unit RFCC (101) sebagai tempat utama proses perengkahan katalitik. Aliran katalis antara bagian reaksi dan regenerasi adalah jantung dari proses RFCC. Hal ini terjadi pada Regenerator (101-R-502) dan Reaktor (101-R-501). Regenerator (101-R-502) memiliki fungsi utama yaitu mengembalikan aktivitas katalis yang telah menurun setelah perengkahan. Proses regenerasi katalis dilakukan dengan pembakaran coke yang menempel pada katalis menggunakan oksigen dari udara yang disuplai oleh MAB (Main Air Blower). Optimasi pengaturan flow udara pembakaran coke dianalisis dan dihitung berdasarkan data lapangan mulai dari tanggal 15-30 Oktober 2025. Data lapangan yang digunakan mencakup flow udara MAB, temperatur upper dan lower regenerator, temperatur discharge MAB, temperatur reaktor, CCR, kelembapan udara, temperatur ambient, dan komposisi flue gas. Optimasi flow udara pembakaran akan dihitung dengan menghitung neraca massa, neraca panas, efisiensi kinerja, dan dilanjutkan dengan analisis pengoptimalan alat regenerator 101-R-502. Hasil dari analisis ini akan memberikan wawasan bagi penulis dan PT. Kilang Pertamina Internasional RU IV dalam mengoptimalkan flow udara pembakaran coke di regenerator dengan menaikkan efisiensi kinerja regenerator dan tetap menghasilkan panas pada regenerated catalyst yang sesuai dengan kebutuhan proses catalytic cracking di reactor riser. Kata kunci: Regenerator, main air blower, katalis, coke, pembakaran, udara