Pengolahan pascapanen buah pisang cavendish (Musa acuminata spp.) dalam memperpanjang masa simpannya diteliti melalui pengaruh efektivitas kemasan pelepasan terkontrol metil salisilat yang terenkapsulasi β-siklodekstrin dengan kertas pelapis berbasis pelapis gum rosin. Lima buah jari pisang diamati dengan variasi kertas pelapis berbasis pelapis gum rosin tanpa penambahan (0 mg) dan dengan penambahan bubuk kompleks inklusi MeSA/β-CD 10 mg, 30 mg, 50 mg yang disimpan di dalam kardus buah. Kertas pelapis 30 mg lebih efektif dalam memperpanjang masa simpan buah pisang hingga hari ke-10 dengan mempertahankan penurunan berat buah, warna, dan kekerasan buah, serta mampu mengurangi laju produksi gas CO2 yang berkorelasi dengan laju produksi etilen. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pelepasan terkontrol MeSA/β-CD melalui kertas pelapis berbasis pelapis gum rosin memungkinkan untuk diterapkan dalam memperlambat pematangan buah pisang, yang mana mampu meningkatkan kualitas buah dan mengurangi kehilangan buah pascapanen khususnya pada buah klimaterik. Kata kunci: kertas pelapis, metil salisilat, β-siklodekstrin, gum rosin, enkapsulasi
Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah kolesterol dalam tubuh melebihi batas normal dan dibiarkan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti stroke, aterosklerosis, angina, hingga jantung koroner. Penderita kolesterol di Indonesia memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu mencapai 28% dan 7,9% orang di dunia meninggal akibat penyakit tersebut. Pada cross sectional study yang dilakukan terhadap 77 orang laki-laki yang mengonsumsi kopi bubuk menunjukkan hubungan positif peningkatan kadar apolipoprotein B, LDL kolesterol, dan kolesterol total plasma karena kandungan kafestol dan kahwoel. Biji pepaya memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin yang berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol dan dapat diolah menjadi kopi non kafein. Hasil olahan dengan rasa yang pahit membuat kopi biji pepaya kurang reliable sebagai alternatif pengganti kopi asli. Oleh karena itu, diperlukan tahapan proses yang dapat menjadi precursor citarasa olahan kopi biji pepaya. Fermentasi menggunakan ciragi (Cita Rasa Tinggi) yang terbukti mampu menghasilkan cita rasa tinggi yang enak dan konsisten pada biji kopi asli dan dapat diterapkan pada pengolahan kopi biji pepaya. Pada penelitian ini digunakan proses fermentasi biji pepaya menggunakan ciragi dengan waktu fermentasi terbaik yaitu 12-16 jam. Penentuan variabel dalam penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Perlakuan penyangraian juga menentukan kualitas hasil olahan biji pepaya dimana setelah disangrai diberi perlakuan resting melepaskan sisa-sisa pembakaran dan CO₂ agar rasa yang dihasilkan lebih optimal melalui analisis sensori. Pengujian lainnya pada penelitian ini meliputi uji kafein, uji total kadar air dan uji fitokimia. Kata Kunci : Anti-hiperkolesterolemia, Biji Pepaya, Ciragi, Fermentasi, RSM
Pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku terbarukan semakin meningkat di industri polimer sebagai alternatif untuk pemecahan isu lingkungan. Pengembangan bahan baku altenatif dari limbah minyak jelantah telah mendapat banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir untuk dikembangkan menjadi bahan baku terbarukan yang ramah lingkungan. Resin alkid sendiri sebagai salah satu produk resin yang berguna sebagai surface coating (pelapis permukaan) dari reaksi polikondensasi antara trigliserida (dari minyak nabati) atau asam lemak, alkohol polihidrat (seperti gliserol), dan anhidrida asam. Tujuan dari penelitian ini, memodifikasi bahan baku pembuatan resin alkyd dengan menggunakan tipe jenis minyak drying oil yaitu memanfaatkan limbah minyak jelantah dan minyak kedelai sebagai minyak nabati untuk diproduksi menjadi ozonated oil. Proses pretreatment menggunakan reaktkor Dielectic Barrier Discharge (DBD) dalam memproduksi ozon yang kemudian dikarakterisasi untuk menentukan sifat fisikakimia yaitu nilai asam, nilai peroksida, dan kadar asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan semakin lama proses ozonasi meningkatkan nilai asam, nilai peroksida, dan nilai kadar asam lemak bebas pada sampel minyak nabati sehingga ozonasi dapat diterapkan untuk memperbendek rantai karbon dan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak dari minyak jelantah dan minyak kedelai. Hasil ozonated oil disintesis dengan gliserin melalui alkoholis, diikuti penambahan maleic anhydrida dengan esterifikasi. Dari 12 sampel ozonated oil yang dihasilkan dari proses ozonisasi, didapatkan sampel A1B3 sebagai sampel terbaik yang sesuai dengan SNI 8882:2020 standar mutu resin alkid. Dimana dihasilkan densitas sebesar 1,1558 ± 0,0039, set to touch 1,67 jam, dan drying test selama 22 jam. Pada uji FTIR ditemukan gugus karbonil dalam ester (C=O) di sekitar 1707,42 cm⁻¹ pada A1B3 Alkyd Resin dan 1709,43 cm⁻¹ pada Soybean Alkyd Resin. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa limbah minyak jelantah memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produk resin alkid. Kata Kunci: Minyak jelantah, resin alkyd, minyak kedelai, ozonisasi, Dielectric Barrier Discharge (DBD), ozonated oil