Rumah Susun Ujung Menteng merupakan gedung yang dimiliki oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta dan dibangun oleh PT. Brantas Abipraya ( Persero ). Proyek ini berlokasi di Jalan Inspeksi BKT, Ujung Menteng, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 15.400 m2 akan didirikan rumah susun 2 tower.. Pekerjaan struktur dalam pembangunan Rumah Susun Ujung Menteng yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya meliputi pile cap, tie beam, kolom, balok, plat lantai, serta pekerjaan lainya terkait proyek ini. Laporan Magang ini didasarkan pada kegiatan magang yang dilaksanakan selama 90 hari. Laporan Magang ini meneliti sekaligus membahas hal-hal mengenai proses kegiatan pembangunan baik dari segi struktural maupun dari segi managamen proyek, dan kesimpulan laporan.
PPSDM Migas Cepu yang berkapasitas 300 KL/hari, PPSDM juga merupakan satuan kerja dibawah kementrian ESDM yang didirikan pada awal abad ke XIX yang sempat bernama DPM (Dordtsche Petroleum Marschappij). Bahan baku ppsdm berasal dari lapangan minyak kawengan dan ledok dalam prosesnya dilakukan pencampuran yang memperoleh hasil produk yaitu pertasol ca, cb, cc, solar, dan residu. Dikilang PPSDM Migas sendiri pengolahan minyaknya menggunakan distilasi atmosferik yaitu pengolahan minyak pada tekanan atmosferik berdasarkan rentang titik didihnya untuk menghasilkan fraksifraksi minyak yang diinginkan. Kerja praktik di PPSDM Migas dibagi menjadi 2 bagian yang terdiri dari Orientasi Umum dan Orientasi Khusus. Tugas khusus yang diambil berjudul “Evaluasi Kinerja Heat Exchanger 01 Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Minyak Dan Gas Bumi Cepu” dengan diperoleh hasil bahwa design overall : A = 662 ft2 dengan faktor kotoran 0,00793. Untuk menjaga mutu produksi PPSDM MIGAS melakukan pemantauan dan analisa terhadap bahan baku (Crude Oil) sebelum diproses di Unit Kilang. Produk pertasol ca, pertasol cb, solar, dan residu yang dihasilkan pada neraca massa sebesar 23063,6825 kg dan pada neraca panas 21211924,71 kg. Unit utilitas yang digunakan sebagai fasilitas penunjang antara lain boiler untuk steam dan berbagai air baku darisungai Bengawan Solo yang dikelola secara langsung oleh PPSDM MIGAS sendiri. Pengolahan limbah dilakukan pada unit API dan unit CPI Kilang PPSDM MIGAS. Laboratorium yang ada pada PPSDM MIGAS berupa Laboratorium Pengujian (chemistry, oil, environment and production) dan Laboratorium Kalibras (Tekanan, Temperatur, Massa, Volume, Kelistrikan).
PT IntanWijaya Internasional Tbk berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang merupakan produsen glue plywood dan formalin. Pabrik ini beroperasi sejak tahun 2014 dan memiliki dua plant utama, yakni plant formalin dan plant resin. Formalin merupakan bahan baku utama dalam proses produksi yang berlangsung di plant resin, dimana kebutuhan formalin di PT IntanWijaya Internasional Tbk dipasok secara pribadi melalui plant formalin. Adapun kapasitas produksi formalin pada plant formalin PT IntanWijaya Tbk adalah sebesar maksimal 300.000 kg/hari dengan rata-rata produksi harian sebesar 180.000 kg/hari. Proses produksi formalin di PT IntanWijaya Internasional Tbk menggunakan proses Formox, yaitu proses pembuatan formalin dengan bahan dasar udara dan metanol yang direaksikan dalam multi-fixed bed tube reactor dengan katalis IronMolybdenum Oxide, proses Formox sendiri merupakan proses yang lisensi-nya dimiliki oleh Formox, A.B. Swedia. Formalin yang diproduksi oleh plant formalin PT IntanWijaya Internasional Tbk terdiri dari formalin 37% dan formalin 50% yang sebagian besar disuplai untuk plant resin dan sebagian kecil lainnya dijual ke perusahaan resin. Proses pengendalian mutu produksi formalin dilakukan oleh departemen Quality Control dengan pengujian specific gravity, pH, kadar formalin, kadar asam format dan kadar metanol.
Porang merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki beragam manfaat karena kandungan glukomanan. Namun, kadar glukomannan dalam porang lebih sedikit dibandingkan asam oksalat yang tidak bermanfaat. Maka, glukomannan sebagai kandungan terbesar kedua dalam porang perlu dioptimalkan penggunaannya. Sehingga, penting dilakukan penelitian yang menunjukkan kadar optimum glukomannan dalam porang yang bisa dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel ekstraksi berupa rasio solut dan solven, ukuran partikel pati porang dan waktu ekstraksi terhadap kadar glukomannan; mengetahui kondisi optimum proses ekstraksi; dan mengetahui sifat fisiokimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar yield dan uji pH. Dengan menggunakan metode ekstraksi ultrasonik, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu ekstraksi maka kadar glukomannan yang dihasilkan juga semakin meningkat. Ukuran partikel yang terbanyak menghasilkan glukomannan yaitu pada ukuran 120 mesh. Sedangkan, pelarut yang teroptimal menggunakan perbandingan 1:10, waktu ekstraksi 60 menit. Kadar glukomannan tertinggi ditemukan seberat 3,42 gram dengan kadar yield 3,4%, nilai kadar air sebesar 0,37%, kadar abu sebesar 0,0367%, dan kadar pH 6,8. Dikarenakan penelitian ini hanya menggunakan 2 variasi waktu ekstraksi (30 dan 60 menit) serta 1 jenis alkohol sebagai titran, maka diharapkan penelitian selanjutnya dapat menambah variasi Waktu rendam ataupun variasi jenis alkohol sebagai titran yang digunakan.
Semangka merupakan tanaman semusim, menjalar, mempunyai alat pemegang seperti pilin. Likopen adalah salah satu senyawa fitokimia dari golongan karotenoid penghasil utama pemberi pigmen berwarna merah yang terdapat pada semangka dan buah-buahan lain yang berwarna merah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik proses ekstraksi dengan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dari pengaruh variabel proses seperti suhu, waktu dan rasio pelarut aseton. Microwave Assisted Extraction (MAE) merupakan metode ekstraksi menggunakan pelarut dengan memanfaatkan bantuan gelombang mikro. Pada penelitian ini menggunakan variabel tetap yaitu bahan padat bubuk semangka 50 mesh, panjang gelombang spektrofotometri UV – Vis 472 nm, volume aseton 400 mL dan waktu 4 menit, 6 menit dan 8 menit, variabel bebas menggunakan pelarut aseton perbandingan 1:8, 1:10 dan 1:12 dan suhu 500watt, 600 watt dan 700 watt. Penentuan variabel dalam penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM).
Kitosan merupakan basis biopolimer yang potensial sebagai material dasar penyusun membran. Memanfaatkan karakteristik kitosan yang mudah untuk dimodifikasi, penelitian ini berfokus dalam pengembangan material membran hibrid berbasis kitosan dengan aditif nano-silika dengan tujuan untuk memukhtahirkan karakteristik morfologi permukaan, hidrofobisitas, stabilitas dekomposisi, stabilitas termal serta kekuatan mekanik dari membran hibrid kitosan/nano-silika yang mengalami modifikasi permukaan dengan tetraetil ortosilika (TEOS) secara dip-coating. Hasil dari modifikasi permukaan membran hibrid kitosan/nano-silika terhadap TEOS menghasilkan gugus fungsi baru berupa Si-O-Si yang dikenal sebagai ikatan silane menurut identifikasi dengan FTIR yang berimplikasi pada peningkatan kerapatan partikel pada permukaan membran termodifikasi di mana partikel terdistribusi memiliki ukuran sebesar rata-rata 28,48 nm menurut identifikasi dengan FESEM, serta morfologi permukaan tersebut menghasilkan terbentuknya lapisan hidrofobik akibat ikatan silane dengan nilai sudut kontak terbesar yang diperoleh adalah 92,20°. Pada penelitian ini ditemukan pula peningkatan stabilitas dekomposisi, stabilitas termal serta peningkatan nilai kuat tarik yang berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi nano-silika.
Produksi beras nasional saat ini relatif banyak, namun dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan beras nasional. Oleh karena itu, dilakukan diversifikasi jenis makanan pokok dalam bentuk beras tiruan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Beras analog merupakan suatu produk yang dapat diolah dari berbagai sumber karbohidrat dengan bahan baku tepung non beras yang mengandung gizi dan kenampakan menyerupai beras padi. Bahan baku yang digunakan untuk membuat beras analog diantaranya mocaf, sorgum, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dll . Penambahan kacang - kacangan dapat membuat beras analog memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk tubuh. Pada penelitian ini digunakan tepung mocaf dan ubi jalar sebagai bahan baku dengan penambahan tepung kedelai untuk meningkatkan protein pada beras analog. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi yang tepat dalam pembuatan beras analog dari bahan baku tepung mocaf dan ubi jalar dengan penambahan tepung kedelai sebagai sumber protein pangan serta mengetahui karakteristik kimia, sifat sensori, dan densitas kamba pada beras analog.