Jembatan merupakan suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti alur sungai, lembah yang dalam, saluran irigasi, jalan yang melintang yang tidak sebidang, dan lain-lain. Proyek Pembangunan Jembatan Kaliprogo Cs merupakan bagian dari paket preservasi dan pembangunan di KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasinal) yang dibangun oleh PT. Surya Praga (KSO) PT. Tri Patra Konsultan – PT. Dieng Agung. Dalam pelaksanaannya, pembangunan jembatan memiliki beberapa tahapan diantaranya tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pemeliharaan. Pada tahap pelaksanaan terdapat pekerjaan struktur bawah dan pekerjaan struktur atas. Pekerjaan struktur bawah meliputi pondasi Bore Pile, pile cap, dan abutment. Adapun hasil yang didapatkan selama proses magang berlangsung yaitu mengetahui proses pelaksanaan di lapangan, mengetahui beberapa alat berat dan bahan apa yang digunakan selama pelaksanaan. Kata Kunci : Jembatan Kaliprogo Cs, Bore pile, Pile Cap, dan Abutment.
Pada struktur, sifat fisik, dan fungsional film isolat protein kedelai/natrium alginat dievaluasi pengaruh panjang rantai dan konsentrasi berbagai asam lemak (asam palmitat dan asam laurat). Kandungan asam lemak film divalidasi dengan spektroskopi inframerah transformasi Fourier. Opasitas film yang diperlakukan dengan asam lemak meningkat dengan peningkatan panjang atau konsentrasi rantai asam lemak. Kemampuan film untuk bertindak sebagai penghalang kelembaban sangat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi asam lemak. Film yang diresapi asam stearat mengungguli film lain dalam hal efektivitas. Dibandingkan dengan film yang mengintegrasikan asam stearat, yang mengandung asam laurat menunjukkan perpanjangan putus yang lebih besar. Partikel yang tidak larut dan kekasaran yang lebih besar terlihat pada pemindaian mikrograf electron film yang mengandung asam lemak. Temuan ini menunjukkan bahwa asam lemak yang tepat dapat digunakan untuk membuat film berbasis biopolimer dengan karakteristik yang diperlukan. Kata kunci : Edible film, asam lemak, palmitat, laurat
Sabun mandi merupakan salah satu produk yang sangat penting bagi manusia bahkan sabun mandi merupakan salah satu produk kebutuhan primer yang selalu digunakan untuk mencuci dan membersihkan diri dari kotoran hingga mikroorganisme yang buruk bagi kesehatan kulit. Sabun mandi yang beredar di masyarakat Indonesia ada 3 jenis yaitu sabun mandi padat, sabun mandi transparan, dan sabun cair. Pada saat ini, masyarakat lebih memilih penggunaan sabun cair dibandingkan sabun lainnya. Hal ini dikarenakan sabun mandi cair memiliki keunggulan berupa praktis, menarik dan lebih higenis dibandingkan sabun lainnya. Dalam semua pembuatan sabun membutuhkan bahan dasar yang sama yaitu minyak atau lemak. Minyak Jarak merupakan salah satu minyak yang dapat digunakan sebagai basis pembuatan sabun dan minyak ini memiliki daya pembersih yang bagus. Sediaan sabun cair juga memerlukan bahan aktif. Biasanya bahan aktif ini menggunakan bahan kimia yang cukup berbahaya apabila digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga, solusi untuk permasalahan ini dapat dilakukan dengan mengganti bahan aktif kimia menjadi bahan aktif yang berasal dari alami atau tanaman. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu tanaman bunga telang. Kandungan flavonoid serta alkaloid yang dimiliki oleh tanaman bunga telang memiliki potensi sebagai antibakteri. Potensi farmakologi bunga telang antara lain adalah sebagai antibakteri, antioksidan, anti inflamasi, antihistamin, antidiabetes, antiparasit, anti-kanker, dan immunomodulator. Potensi inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan aktif kimia dalam pembuatan sabun. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan sabun cair dengan ekstrak bunga telang dengan basis minyak kelapa murni. Penelitian dilakukan untuk mengetahui formulasi terbaik dengan melakukan beberapa uji seperti uji pH, kadar air, kadar alkali bebas, viskositas, dan densitas. Hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia. Kata Kunci : sabun cair, ekstrak bunga telang, castor oil
Sabun merupakan zat yang biasa digunakan untuk mencuci dan membersihkan bersama air, terbuat dari minyak alami dengan senyawa alkali kuat seperti natrium hidroksida atau alkali kuat lainnya serta biasanya di tambah dengan pewangi dan pewarna. Kebutuhan sabun di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Produksi sabun di Indonesia pun mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun masih kekurangan kebutuhan sehingga masih melakukan impor sabun. Ditambah dalam kondisi sekarang yaitu dampak adanya pandemic Covid-19 kebutuhan sabun sangat meningkat. Dalam hal ini kebutuhan sabun harus terpenuhi agar kebersihan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan optimasi rasio perbandingan minyak kelapa dengan KOH, optimasi suhu reaksi, dan penambahan gel lidah buaya dalam pembuatan sabun cair. Pada penelitian ini menggunakan reaksi saponifikasi saponifikasi dengan mereaksikan antara minyak kelapa dengan basa kuat KOH. Rasio mol antara minyak kelapa dengan KOH yang digunakan yaitu 1:3, 1:4 dan 1;5. Suhu yang digunakan ada 3 titik yaitu; 30 0C, 40 0C, dan 50 0C. Pada pembuatan sabun cair ini menggunakan bahan tambahan gel lidah buaya sebesar 5%, 10%, dan 15%. Kata Kunci : sabun, saponifikasi, suhu, lidah buaya
Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan indonesia yang dikembangkan di Aceh, di Indonesia sendiri terdapat dua jenis kopi yang berkembang, yaitu kopi robusta (Coffea canephora) dan arabika (Coffea Arabika). Dekafeinasi kopi pada penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi soxhlet dengan menggunakan tepung Nanas (Ananas comosus L. Merr) mengandung enzim yang mampu mempercepat proses pelepasan lendir. Enzim yang terkandung didalam buah nanas yaitu enzim bromelin. Enzim ini mampu memecahkan senyawa protein dan gel. Sehingga enzim bromelin mampu menurunkan kadar kafein kopi menjadi lebih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu dan massa pemakaian enzim bromelin yang terdapat pada tepung nanas untuk penurunan kadar kafein kopi Arabika. Kafein adalah suatu senyawa kimia yang banyak terdapat dalam minuman seperti kopi, teh, soft drink dan makanan seperti chocolate. Kafein merupakan alkaloid dengan rumus senyawa kimia C8H10N4O2, dan rumus bangun 1,3,7- trimethylxanthine. Variasi tepung nanas yang dipakai adalah 15 gram,20 gram, 25 gram sedangakan variasi waktu pada saat ekstraksi adalah 2 jam, 3 jam, 4 jam dan variasi suhu 40°C, 50°C, 60°C. Hasil Analisa menunjukkan bahwa penurunan paling optimum terdapat pada suhu 50°C massa 28 gram dengan lama waktu 3 jam dieroleh kadar kafein 1,48% dengan kadar gula sebesar 48,77% hasil ini menunjukan bahwa enzim bromelin yang terdapat pada tepung nanas dapat menurunkan kadar kafein. Kata kunci: kopi arabika, nanas, kafein, dekafeinasi, ekstraksi