Pembangunan Rumah Susun PIK Pulogadung Tahap II merupakan gedung milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, yang dibangun oleh KSO. ADHI – JAYA KONSTRUKSI – PENTA. Pembangunan rusun ini berlokasi di Jl. Penggilingan Raya, Komplek PIK RT 006 RW 006 kel. Penggilingan, kec. Cakung, Jakarta Timur. Berlokasi di kawasan industri kecil, Rumah Susun PIK Pulo Gadung Tahap II ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat yang bekerja di kawasan Pusat Industri Kecil (PIK). Selain itu, rumah susun ini dibangun dengan maksud penataan wilayah juga pemenuhan kebutuhan perumahan warga. Pada proses pelaksanaan terdapat pekerjaan struktur bawah dan pekerjaan struktur atas. Pada struktur bawah terdapat pekerjaan beton bertulang, borepile, pile cap , tie beam dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini. Sedangkan pada struktur atas terdapat pekerjaan beton bertulang kolom, balok dan plat lantai, serta pekerjaan lain terkait proyek ini. Laporan ini membahas dan meneliti pelaksanaan pekerjaan struktur atas, yaitu kolom, balok dan plat lantai. Kata kunci : Beton bertulang, struktur atas, kolom,balok, plat lantai
PT. Intanwijaya Internasional Tbk berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, Semarang. Pabrik ini merupakan perusahaan yang memproduksi formalin dan resin. PT. Intanwijaya Internasional Tbk memiliki kapasitas produksi sebesar 60.000 ton/tahun. Pada proses pembuatan formalin terdiri dari unit bahan baku dan unit produksi dengan efisiensi panas sebesar 98,38% , konversi reaksi sebesar 98,24% dan yield 42%. Peralatan utama yang digunakan pada produksi formalin terdiri dari reactor dan absorber. Sarana penunjang PT. Intanwijaya Internasional Tbk, terdiri dari unit penyediaan air, unit penyediaan tenaga listrik, unit penyediaan bahan bakar. Laboratorium PT. Intanwijaya Internasional Tbk meliputi adanya pengujian pada bahan mentah, bahan setengah jadi, maupun produk jadi. PT. Intanwijaya Internasional Tbk mendistribusikan produk formalin oleh Departemen Marketing, dimana formalin didistribusikan kepada suatu perusahaan untuk diolah kembali menjadi bahan tambahan dalam pembuatan perekat.
Penulisan laporan ini bertujuan untuk memenuhi syarat untuk mengikuti mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan juga sebagai bentuk pertanggung jawaban mahasiswa terhadapt Universitas Diponegoro setelah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Perum LPPNPI Cabang Semarang. Didalam sebuah perusahaan tentunya memiliki perlengkapan fasilitas dan peralatan utilitas masing – masing, begitu juga dengan Perum LPPNPI Cabang Semarang yang memiliki fasilitas dan peralatan tersebut, salah satu contohnya adalah ILS (Instrument Landing System) yang mana alat tersebut digunakan untuk memandu pendaratan pesawat udara dengan menggunakan instrumentasi elektronika agar pesawat dapat mendarat dengan tepat pada centre line (garis tengah) runway dan dengan sudut pendaratan yang tepat. ILS (Instrument Landing System) terdiri atas seperangkat bantu navigasi yang terdapat di darat dan di pesawat udara untuk pendaratan dalam kondisi pengendalian dengan instrument. Bagian – bagian ILS terdiri dari tiga yaitu, Marker Beacon, Localizer, dan Glide Path. Sinyal panduan ILS (Instrument Landing System) terdiri dari dua komponen yaitu Carrier Side Band (CSB) dan Side Band Only (SBO). Prinsip kerja dari ILS adalah kombinasi antara localizer dan glide slope atau glide path yang terpasang di bandara dan akan memancarkan sinyal radio, yang kemudian ditangkap oleh perangkat ILS di pesawat. Kombinasi localizer dan glide path inilah yang membuat pesawat dapat mendarat tepat di touch down zone (mengabaikan faktor wind, weather). Kata kunci: Instrument Landing System, ILS, Marker Beacon, Localizer, Glide Path, pesawat
Pembangunan jalan tol merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam memudahkan masyarakat di Indonesia untuk melakukan mobilitas mereka baik dalam hal ekonomi maupun sosial dengan baik dan cepat. Jalan tol merupakan proyek yang digadang – gadang pemerintah untuk dapat mengurai kemacetan sampai dapat menjadi sumber pemasukan kas negara. Salah satu proyek pemerintah yang saat ini sedang dikerjakan untuk mengurai kemacetan di daerah Jabodetabek adalah Proyek Jalan Tol Cimanggis – Cibitung. Proyek Jalan Tol Cimanggis – Cibitung ini merupakan penghubung antara Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi. Fungsi utama dibangunnya Jalan Tol Cimanggis – Cibitung ini adalah tidak lain untuk mengurai kemacetan karena jalur yang dilewati adalah jalur yang sangat padat akan arus lalu lintas. Fungsi lainnya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta untuk meningkatkan pelayanan publik. Jalan Tol Cimanggis – Cibitung merupakan bagian dari JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road) 2. Proyek ini dimulai pembangunannya pada tahun 2017 awal oleh PT. Waskita Karya (Persero), Tbk. selaku kontraktor pelaksana. Dikarenakan masih adanya lahan yang belum bebas, mengakibatkan pembangunan jalan tol ini menjadi lambat bahkan sudah menelan biaya sebesar 4,3 triliun melebihi dari nilai kontrak awal sebesar 700 miliar. Pada kegiatan magang penulis mengamati salah satu bangunan konstruksi pada proyek ini yaitu pembangunan Jembatan Elevated Transyogi mulai dari pekerjaan kolom dan pierhead. iv Dalam penyusunan laporan magang ini, penulis membagi laporan menjadi 4 BAB yaitu BAB I Pendahuluan, BAB II berisi tentang tinjauan umum, BAB III berisi tentang tinjauan khusus dan BAB IV penutup. Kata kunci : jembatan, kolom, pierhead.
Pertumbuhan volume kendaraan menuju bandara saat ini semakin berkembang tanpa diimbangi dengan adanya fasilitas jalan yang tersedia, mengakibatkan kemacetan dan beragam masalah lalu lintas lainnya, sedangkan lahan yang tersedia untuk menambah fasilitas tersebut saat ini juga terbatas akibat dari pertumbuhan penduduk. Di samping itu juga jalan akses menuju bandara masih tercampur antara lalu lintas lokal dan lalu lintas menuju perumahan sekitar yang berstatus jalan kota, sehingga perlu alternatif lain untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan salah satu alternatif yang dapat direalisasikan adalah pembangunan fly over karena idealnya akses menuju bandara adalah mudah, lancar dan nyaman. Titik awal pembangunan dimulai dari Jalan Anjasmoro melintasi Jalan Arteri Yos Sudarso membentang hingga Jalan madukoro. Pembangunan Jalan Layang Akses Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang akan dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya (Persero), Tbk yang akan menghubungkan jalan dari arah Semarang menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Pembangunan akan terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pemeliharaan. Pada proses pelaksanaan terdapat pekerjaan struktur bawah dan struktur atas. Laporan kegiatan magang ini akan membahas hal-hal mengenai metode pelaksanaan pekerjaan pier head, girder, dan diafragma. Kata kunci: Fly Over Bandara Ahmad Yani, struktur atas, pier head, PCU Girder, diafragma
Pembangunan gedung HALO BCA merupakan pembangunan yang dibangun oleh PT. Multibangun Adhitama Konstruksi, Proyek ini dibangun pada tempat yang cukup strategis, terletak di salah satu lokasi perumahan terbesar di kota Semarang, juga menjadi nilai lebih dari gedung HALO BCA ini. Pembangunan HALO BCA ini terbagi dalam 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pemeliharaan. Pada proses pelaksanaan terdapat pekerjaan struktur bawah dan pekerjaan sturktur atas yakni beton bertulang pada kolom, balok dan plat lantai, serta pekerjaan lain terkait proyek ini. Laporan kegiatan ini meneliti sekaligus membahas hal-hal mengenai pelaksanaan pekerjaan struktur atas, yaitu kolom, balok dan plat lantai. Kata kunci: Gedung HALO BCA, Beton Bertulang, Kolom, Balok, Plat lantai.
Juwana merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pati. Juwana terkenal dengan komoditas ikan bandeng, sehingga menjadikan Juwana sebagai kecamatan yang besar dan maju. Proyek ini merupakan proyek pengembangan gedung Rumah Sakit yang sebelumnya bangunan Klinik Gigi di Jl. PN Bajo, Juwana, Kabupaten Pati. Proyek ini berada di lahan seluas kurang lebih 700m2 . PT. Cipta Prima Sejahtera sebagai konsultan pengawas, PT. Wijaya Kusuma Contractors sebagai pelaksana yang akan membangun 1 unit gedung terdiri dari 6 (enam) lantai termasuk lantai atap. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah dengan metode observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak proyek, melihat dan membaca gambar kerja, data tertulis proyek, dan studi pustaka. Pekerjaan yang ditinjau dalam laporan ini adalah pekerjaan struktur atas yaitu pekerjaan kolom, balok, plat lantai, dan tangga. Untuk pekerjaan struktur menggunakan beton bertulang yang terdiri dari besi dan beton. Untuk mengetahui alat berat yang digunakan pada saat pelaksanaan seperti pekerjaan struktur. Pada laboratorium beton dapat mengetahui proses pengujian pengujian sample beton. Laporan kegiatan ini mengamati sekaligus membahas hal-hal mengenai proses kegiatan pembangunan baik dari segi struktural maupun dari segi manajemen proyek dan kesimpulan laporan. Pengembangan Gedung RS. Budi Agung ini direncanakan dengan tujuan meningkatkan layanan Kesehatan masyarakat umum di sekitar Juwana. Kata kunci: Kolom, balok, plat lantai, tangga.