Pertumbuhan populasi manusia dan kebutuhan energi yang terus meningkat telah mendorong penelitian alternatif sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah pemanfaatan eceng gondok dan limbah cair tempe sebagai bahan baku untuk produksi biogas. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi biogas dan pengaruh variasi dalam pencampuran eceng gondok dan limbah cair tempe dalam pembentukan biogas. Metode penelitian melibatkan proses pencernaan anaerobik/anaerobic digestion. Eceng gondok dan limbah cair tempe akan dicampur dengan rasio yang telah ditentukan untuk mengoptimalkan produksi biogas. Analisis gas hasil fermentasi akan dilakukan untuk menentukan komposisi biogas, yaitu kandungan metana dan kandungan karbon dioksida. Selain itu dilakukan juga analisa data percobaan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Dari hasil produksi biogas didapatkan yang terbanyak pada sampel A5 Untuk kandungan metana pada biogas pada hari ke 28 yang terbanyak adalah sampe A2, dan kandungan CO2 yang terbanyak pada sampel A1. Pada hasil perhitungan menggunakan RSM didapat regresi koefien interaksi, ANOVA, plot kontur permukaan respon, dan diagram pareto, bahwa komposisi massa eceng gondok dan volume limbah cair tempe maka menghasilkan banyaknya total biogas yang dihasilkan.
Magang adalah proses pembelajaran bagi mahasiswa yang dilakukan secara langsung di suatu instansi layaknya dunia kerja. Kegiatan magang ini dilakukan oleh mahasiswa selama 6 bulan atau 180 hari kerja dengan syarat-syarat yang telah tercantum dalam pedoman magang. Untuk lokasi yang dipilih yaitu PT NS Bluescope Lysaght Indonesia yang beralamat di Jl. Irian Blok DD2/2 Kawasan Industri MM – 1200 Cibitung, Bekasi. PT NS Bluescope Lysaght Indonesia merupakan perusahaan produsen baja untuk pasar domestic Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, serta termasuk pemasok internasional terkemuka untuk produk baja. Tujuan dari kegiatan magang ini yaitu untuk mengetahui dan memahami terkait pelaksanaan pekerjaan di bidang Teknik Sipil yang dilakukan di lapangan serta untuk mengidentifikasi masalah yang timbul dan mencari solusi dari masalah tersebut. Dalam menyusun laporan magang digunakan 4 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, interview, informasi dokumen tertulis internal, dan studi literatur. Dalam pelaksanaan magang, penulis membantu mendesain struktur bangunan material baja dengan menggunakan software RISA 3D, penulis juga Menyusun Profit Margin Analysis, develop dokumen excel untuk determine Wind Load Componens & Cladding, serta mengamati manajemen proyek dan permasalahan yang terjadi. Dengan adanya kegiatan magang, penulis dapat memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat untuk mempersiapkan diri di dunia kerja Kata kunci: Desain Struktur, RISA 3D, Profit Margin Analysis, Wind Load Components & Cladding.
Kerja praktek atau magang adalah suatu kegiatan perkuliahan yang mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke dalam dunia kerja atau lapangan. Kegiatan magang ini dilaksanakan oleh mahasiswa selama kurun waktu 6 bulan atau 180 hari kerja, dengan syarat – syarat yang telah tercantum di pedoman magang, Adapun lokasi proyek yang dipilih adalah Science Techno Park yang berada di Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424 dan Savyavasa Luxury Apartment yang berada di Jalan Dharmawangsa Jakarta Selatan. Tujuan dari kerja praktek yang telah dilaksanakan sendiri adalah menerapkan teori yang telah didapatkan dalam perkuliahan, mempelajari hal baru dilapangan, dan mengidentifikasi masalah yang terjadi di lapangan. Setelah melakukan kegiatan magang, penulis merangkum pengalaman selama magang melalui laporan magang yang terdiri dari beberapa bab. Untuk Menyusun laporan magang digunakan 3 metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumen atau data pendukung. Adapun tinjauan dalam laporan magang ini berfokus pada struktur atas yaitu kolom, balok dan plat lantai, dan shearwall. Selain tinjauan struktural bangunan dalam laporan magang juga membahas informasi, data, dan penugasan yang diberikan oleh Proyek Science Techno Park dan Savyavasa Luxury Apartment. Dari hasil pengalaman ini, dapat disimpulkan bahwa kerja praktek atau magang sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena ilmu pengetahuan dan pengalaman didapat dari kerja praktek ini.
PT. Lotte Chemical Titan Nusantara berada di jalan raya Merak 116, Desa Rawa Arum, Cilegon, Banten yang merupakan bagian dari Lotte Group Korea Selatan. Pabrik ini adalah perusahaan yang memproduksi polyethylene yang berjenis LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) dan HDPE (High Density Polyethylene) . Pada laporan ini dapat ditinjau bahwa pada Train III memproduksi LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) ini memiliki kapasitas produksi sebesar 200.000 ton per tahun atau 504 ton per day. Proses pembuatan polyethylene di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara menggunakan Katalis Syloopol supported Ziegler Natta pada proses produksi polyethylene jenis LLDPE pada Train 3, prosesnya meliputi tahap Proses polimerisasi sebagai proses pembentukan polietilen dimana terjadi reaksi antara, etilen, hidrogen, Katalis syloopol supported Ziegler Natta, ko-katalis TEAL (Tryethyl Aluminum) dan penambahan co-monomer (butene-1) yang terjadi dalam Fluidized Bed Reactor. Alat utama produksi Polietilen di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara terdiri dari Fluidized Bed Reactor berfungsi untuk mereaksikan etilen, butene-1, hidrogen, nitrogen, katalis syloopol supported Ziegler Natta, ko-katalis TEAL (Tryethyl Aluminum) menjadi polietilen melalui proses polimerisasi dengan berdasarkan operasi fluidisasi, extruder berfungsi mengubah polyethylene powder menjadi pellet dengan cara pemanasan suhu tinggi. Berdasarkan perihitungan neraca massa dengan menggunakan bahan baku berupa etilen (C2H4) sebanyak 19.215 kg/batch menghasilkan produk utama berupa Pellet LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) sebesar 20.985,303 kg/batch dengan efisiensi massa 99,245%. Pada perhitungan neraca panas diperoleh nilai efisensi sebesar 82,819% dengan panas produk sebesar 1.601.756,957 kkal. Utilitas untuk menunjang produksi di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara meliputi penyediaan air, penyediaan energi listrik, penyediaan steam, penyediaan udara tekan, dan penyediaan bahan bakar. Untuk menjaga mutu produk yang dihasilkan, dilakukan pemantauan dan pengujian terhadap analisa etilen, analisa hidrogen, analisa nitrogen, analisa melt index, analisa densitas, analisa aditif dan residualisasi katalis, analisa keburaman plastik oleh bagian laboratorium PT. Lotte Chemical Titan Nusantara.
PT. Petrokimia Gresik merupakan pabrik penghasil pupuk yang berlokasi di Kota Gresik, Jawa Timur. Selain itu, PT. Petrokimia Gresik juga memproduksi produk non pupuk. Jenis pupuk yang diproduksi diantaranya pupuk ZA, Urea, pupuk fosfat (SP-36), pupuk NPK, dan petroganik. Adapun produk non pupuk yang dihasilkan terdiri dari amoniak (NH3), Asam sulfat (H2SO4), Asam fosfat (H3PO4), Alumunium fluorida (AlF3), purified gypsum, dan gas hidrogen (H2). Unit Phonska I, Pabrik II, PT. Petrokimia Gresik memproduksi pupuk NPK dengan nama Phonska berkapasitas 450.000 ton/tahun. Pupuk phonska bermanfaat untuk menambah nutrisi tanah dalam membantu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pupuk phonska diproduksi dengan metode chemical reaction route, yang meliputi tahap reaksi netralisasi, granulasi, pengeringan, pengayakan, pendinginan, dan pelapisan. Perhitungan neraca massa dalam pembuatan pupuk phonska, menggunakan bahan baku yang meliputi amoniak, H3PO4, H2SO4, KCl, ZA, material filler, serta pelapis dengan total 557.307,313 kg/jam. Produk yang dihasilkan adalah pupuk phonska dengan kandungan 15% N, 10% P2O5, dan 12% K2O sebanyak 433.448,190 kg/jam dengan efisiensi produksi 77,78% dan efisiensi energi sebesar 85,94%. Utilitas penunjang Pabrik Phonska I, Departemen Produksi IIA, PT. Petrokimia Gresik meliputi unit penyedia air, penyedia steam, penyedia udara proses, penyedia energi listrik, dan penyedia bahan bakar dengan laboratorium yang melakukan pemantauan terhadap kualitas bahan baku, bahan setengah jadi, dan produk jadi melalui pengujian sifat kimia dalam pengendalian proses dan kualitas produk.
Proyek PembangunanArjunaBimaTowermerupakan proyek pembanunan yang dikerjakanolehkontraktorPT.AnugerahHatatahIndahdengankontrak Costand Fee bernilaikontrak±Rp.220.174.248.000,- denganmetodepembayaranTermin. Gedung dengan total 19 lantai dengan 2 basement memiliki perkiraan tinggi bangunan61,20meter.LokasiPembangunantowerinimasihdalamlingkuungan MataramCityyangdikelolaolehPT.SaraswantiIndolandTbk.Bertempatdijalan palagan.D.I.YYogyakarta.Pembangunaninidirencanakanselama3,5tahunyang akanselesaipadatahun2025dengandibagimenjaditigatahapan,terdiriatastahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pemeliharaan. Dengan lingkup pekerjaannya antara lain : pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur,danpekerjaanmekanikalelektrikal.Padalaporankegiataninimembahas tentangpekerjaanstrukturbawahdanatasbetonbertulangyaitupekerjaanpondassi, pekerjaan kolom, pekerjaan balok, pekerjaan plat lantai, dan pekerjaan tangga. Laporan kegiatan ini mengamati sekaligus membahas hal-hal mengenai proses kegiatan pembangunnan baik dari segi structural maupun dari segi manajemen proyek. Kata kunci :struktur pondasi, kolom,retaining wall, balok, plat lantai,ramp, tangga
Salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari‐hari adalah energi listrik. Saat ini, teknologi terbarukan yang ramah lingkungan dan mempunyai prospek yang bagus adalah Microbial Fuel Cell (MFC). MFC adalah salah satu bentuk teknologi konversi energi untukmemproduksi energi secara berkesinambungan dalam bentuk listrik dengan memanfaatkan kemampuan metabolisme bakteri dan MFC bisa diartikan sebagai alat untuk megonversi energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan rekasi katalitik dari mikroorganisme. Pada penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan organik gula terhadap power density, pH, dan efisiensi penurunan COD yang dihasilkan pada sistem MFC menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae; serta (ii) menganalisis pengaruh variasi volume air cucian beras terhadap power density, pH, dan efisiensi penurunan COD yang dihasilkan pada sistem MFC menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Metode penelitian yang dilakukan untuk analisa konversi energi listrik terhadap sistem MFC terdiri dari beberapa tahap yaitu preparasi sampel, preparasi reaktor MFC, preparasi Ion Exchange Membrane, preparasi elektroda, dan eksperimen MFC. Pada preparasi sampel menggunakan variasi konsentrasi larutan gula 0,4, 0,6, 0,8, dan 1,0 M dan variasi volume air cucian beras 400, 600, 800, dan 1000 mL. Bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya gula pasir, air cucian beras, ragi roti (Saccharomyces cerevisiae), serbuk NaCl, aquadest, lempengan Zn, lempengan Cu, dan sumbu kompor. Kata Kunci: Microbial Fuel Cell, Larutan Organik, Air Cucian Beras, Saccharomyces cerevisiae